
" bi , " panggil kirana ,
" non , mau kemana , kenapa membawa koper , " tanya bi murni terkejut , melihat kirana membawa koper ,
" bi , maafkan aku , aku harus pergi dari sini , mas revan sudah tidak mengharapkan kehadiranku , " ucap kirana menangis ,
" tapi non mau kemana malam - malam begini , apalagi non sedang hamil , " ucap bi murni kawatir dengan keadaan kirana ,
" entahlah bi , aku juga bingung , tapi sepertinya kehadiaranku sudah tak di butuhkan lagi , mas revan benar - benar membenciku , " tangis kirana , hatinya begitu sakit , kesabarannya kini sudah habis ,
" bibi mohon non jangan pergi , bibi yakin cepat atau lambat tuan revan pasti akan berubah lagi , " ucap bi murni menahan kirana pergi ,
" iya non , jangan pergi , " ucap bi inem menimpali ,
" maafkan aku bi , aku nggak bisa tinggal lagi di rumah ini , " ucap kirana ,
" bi , di lemari aku sudah menyimpan obat untuk mas revan , dan nomor telfonku , nanti aku akan terus kabari bibi dan juga tolong jaga mas revan ya bi , " ucap kirana , rasanya dia juga tak sanggup meninggalkan rumah ini ,
bi murni tak bisa menahan kirana lagi , mungkin sudah saatnya kirana pergi , sebagai seorang istri mungkin kesabaran kirana selama ini sudah habis , kata - kata revan terus menyakiti hatinya , mungkin saja dengan kepergian kirana kali ini akan menyadarkan hati revan yg begitu di butakan oleh kebencian ,
" non , jaga diri baik - baik , jaga kesehatan dan jaga cucu bibi " ucap bi murni memeluk kirana ,
" iya bi , aku janji akan jaga kesehatan , bibi juga jaga kesehatannya , dan jangan telat makan , " ucap kirana , di iringi dengan tangisan ,
" hati - hati non , " ucap bi murni dan bi inem ,
bi murni tak sanggup melihat kepergian kirana , hatinya sakit melihat wanita yg sudah di anggapnya sebagai anak sendiri pergi dengan keadaan seperti ini , tapi dia juga tak bisa lagi menahan kirana , perlakuan revan sudah keterlaluan ,
" maafkan bibi kirana , bibi nggak bisa berbuat apa - apa , " batin bi murni menangis ,
.💮....💮
" aku harus kemana sekarang , rasanya kakiku benar - benar lelah , " ucap kirana yg terus berjalan ,
di dalam mobil seorang lelaki sedang menelfon , tiba - tiba telfonnya jatuh , alhasil dia harus mengambil ponselnya dan tak memperhatikan jalan , dan
__ADS_1
aghhhh ,
terdengar teriakan membuat sang pengemudi terkejut dan ngerem mendadak ,
shittttt ,
bunyi ban mobil yg beradu dengan aspal , dan untung saja mobil berhenti tepat di depan kirana , dan tak menabraknya ,
" astaga hampir saja aku menabrak seseorang , " ucap sang lelaki dan langsung turun dari mobil ,
kirana menutup matanya karna terkejut dan tak menyadari sang lelaki sudah ada di depannya ,
" nona , apakah anda baik- baik saja , " tanya sang lelaki menghampiri ,
kirana mendongakan kepalanya ,
" kau , " ucap sang lelaki terhenti , karna kirana sudah pingsan di depannya ,
" kirana bangun , " ucap sang lelaki menggoyangkan badan kirana ,
sang lelaki terkejut melihat wanita yg hampir di tabraknya adalah kirana , wanita yg dia kenal waktu itu , dia langsung membawa masuk kirana ke dalam mobilnya ,
" apa yg dia lakukan di luar malam - malam begini , " gumam sang lelaki terus memperhatikan kirana ,
sampai di kediamannya , sang lelaki membawa kirana di kamar tamu ,
" bi , tolong buatkan teh hangat , " ucap sang lelaki ,
" baik tuan , " jawab pelayan ,
tak berapa lama kirana sadar , dia melihat ruangan yg asing baginya , dan tatapannya terhenti saat melihat sang lelaki yg juga sedang menatap dirinya ,
" tuan vemas , " panggil kirana terkejut ,
ya , yg hampir menabrak kirana adalah vemas lelaki yg jatuh cinta sama kirana pada pandangan pertama ,
__ADS_1
vemas menghampiri kirana ,
" syukurlah kamu sudah bangun , bagaimana keadaanmu , " tanya vemas , yg sedari tadi kawatir karna kirana tak kunjung bangun ,
" aku baik - baik saja tuan , " jawab kirana ,
" kirana bukankah saya sudah pernah bilang jangan memmanggilku tuan , panggilanmu itu seakan aku seorang tuan muda saja , " ucap vemas , yg tidak menyukai panggilan kirana ,
" i , iya tuan , eh ka vemas , " ucap kirana ,
waktu pertama bertemu vemas memang menyuruh kirana untuk memanggil kakak ,
vemas tersenyum dan memberikan teh yg sudah di siapkan oleh pembantunya tadi ,
" kirana bolehkah saya bertanya sesuatu , " tanya vemas ,
" i , iya ka , " jawab kirana , yg masih canggung memanggil vemas dengan sebutan kakak ,
" kirana , kenapa bisa kamu ada di luar malam - malam begini , " tanya vemas hati - hati , agar tak menyinggung perasaan kirana ,
kirana hanya diam saja seketika wajahnya terlihat sedih , dan itu tak luput dari pandangan vemas ,
vemas merasa tak enak hati menanyakan itu pada kirana ,
" kirana istrahatlah , aku akan keluar , " ucap vemas dan langsung berlalu pergi ,
vemas merasa kirana ada masalah , tapi dia tak ingin terlalu banyak ikut campur , dia biarkan kirana istrahat agar pikirannya tenang ,
setelah kepergian vemas , kirana langsung menangis , hatinya begitu sedih mengingat revan , walaupun perlakuan revan selama ini kurang baik padanya ,dan ucapannya selalu menyakiti hatinya , tapi kirana tak bisa membencinya , dari lubuk hatinya , dia begitu merindukan revan , dan juga sedih berjauhan sama revan ,
" hikss , mas , aku merindukanmu , semoga kamu baik - baik saja di sana , " tangis kirana ,
.🌼....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1