
Setelah lampu jalan berubah hijau , farel langsung bergegas menancap gas mobilnya , mencari keberadaan wanita yg selalu menghantui rasa bersalahnya itu ,
farel terus memutari kota tapi hasilnya nihil , wanita itu hilang tanpa jejak ,
" kemana kamu ayu , " gumam farel , yg tak hentinya mengintai kota yg padat itu ,
dengan perasaan kesal , farel bergegas pergi , tapi bukan ke kantor farel malah memutar arah ke tempat lain ,
" ada apa , " tanya adrian bingung melihat farel datang pagi - pagi menemuinya ,
ya , saat ini farel ke rumah sakit , perasaannya sedang tak baik - baik saja setelah melihat ayu , berbagai sedikit pada adrian mungkin lebih baik pikirnya ,
" sebaiknya kita ke kafe , nanti gue ceritakan di sana , " ucap farel , tanpa menjawab pertanyaan adrian ,
adrian terlihat kesal , karna farel tak menjawab pertanyaannya malah mengajaknya pergi , mau nggak mau adrian ikut , walaupun pekerjaannya menunggu dia abaikan , karna melihat wajah sang sahabat yg terlihat sedih , dan butuh di tenangkan ,
saat akan menuju mobil , tiba - tiba dita datang memanggil ,
" dokter , " panggil dita menghampiri ,
" tidak bisakah kau pelankan suaramu , hampir saja telingaku copot , " kesal adrian mendengar dita memanggil dengan suara cemprengnya ,
" maaf , " ucap dita , hanya kata itu yg bisa di ucapkanya ,
Adrian hanya menghela napasnya mendengar kata maaf dari dita sambil menunduk ,
" ada apa , " tanya adrian ,
" dokter , hari ini ada jadwal oprasi , jadi , "
" kau urus semuanya , saya masih ada urusan , " sela adrian , memotong ucapan dita ,
adrian dan farel langsung bergegas pergi meninggalkan dita yg terlihat kesal ,
" dasar , selalu saja memberikan pekerjaannya padaku , apa tadi dia bilang , " kau urus semuanya , saya masih ada urusan , " gerutu dita dengan kesal , mengulang kata - kata adrian tadi ,
" urusan apa , yg lebih penting dari oprasi , dasar dokter menyebalkan , " umpat dita , melihat kepergian adrian , yg selalu melimpahkan pekerjaan padanya ,
Dita terus mengumpat adrian tanpa henti , hingga masuk ke ruang oprasi umpatannya masih terdengar oleh beberapa suster yg menunggu kedatangannya ,
" hari ini , aku yg memimpin oprasinya , dokter itu ada urusan lain , " ucap dita menjelaskan tatapan suster , tanpa menyebut nama adrian yg membuatnya kesal ,
__ADS_1
akhirnya walaupun terlihat kesal dita tetap memulai operasinya tanpa adrian ,
💮.....💮
sepanjang jalan , farel hanya diam , begitupun adrian yg juga diam tak ingin bertanya , walaupun dalam hati begitu penasaran ,
sesampainya di kafe , adrian memesan minuman untuknya dan farel ,
" yan , gue lihat dia , wanita itu , wanita yg membuat gue tak bisa merasakan cinta lagi selain dia , " ucap farel langsung ke inti ceritanya ,
" maksud lo , wanita itu , " ucap adrian menjeda ucapannya , sementara farel hanya mengangguk mengiyakan maksud ucapan adrian ,
" iya , gue lihat ayu tadi , tapi sayangnya gue kehilangan jejak saat mengejarnya , " ucap farel mengingat kejadian pagi tadi ,
" Lo yakin itu ayu , " tanya adrian , yg masih kurang yakin ,
" iya gue sangat yakin itu pasti ayu , " jawab farel yg benar - benar yakin kalau yg di lihatnya pagi tadi adalah ayu ,
Adrian hanya diam mendengar ucapan farel , sebenarnya dia masih kurang yakin kalau itu ayu , mengingat ayu yg sudah hampir setahun pergi tanpa kabar ,
" yan , gue mintol sama lo , bantu gue nyari ayu , gue benar - benar merasa bersalah pada wanita itu , " ucap farel meminta tolong , terlihat jelas perasaan bersalah di wajahnya ,
" gimana ya rel , masalahnya gue kan nggak tau wajah ayu kayak gimana , " ucap adrian , karna memang belum pernah melihat wajah wanita pencuri hati sahabatnya itu ,
" Lo benar , bagaimana gue bisa lupakan itu , bahkan gue yg brengsek menidurinya , tak punya satupun fotonya , " ucap farel sedih ,
kini harapannya sirna , betapa bodohnya farel tak meminta fotonya waktu itu , pikirannya hanya bersenang - senang , dan tidur saja ,
adrian tak tega melihat wajah farel yg terlihat sedih , dia juga tak dapat berbuat apa - apa , bagaimana caranya membantu farel sementara dirinya tak tau bagaimana rupa ayu sebenarnya ,
" rel , gimana kalau lo temui reno , dia kan yg mengenalkan lo sama ayu , " ucap adrian memberikan saran ,
farel langsung bersemangat , wajahnya yg sedih kini berubah menjadi terang mendengar ucapan adrian ,
" Lo benar yan , ko bisa gue nggak kepikiran ke situ , makasih ya yan , lo memang sahabat terbaik gue , " ucap farel langsung memeluk adrian spontan ,
" cih , jijik gue , " ucap adrian mencoba melepaskan pelukan farel , tapi farel tak membiarkannya lepas , dia malah mempererat pelukannya membuat adrian memberontak ,
pengunjung hanya menatap aneh pada kedua sahabat itu , entah apa yg pengunjung pikirkan ,
" cih , lo benar - benar sudah nggak waras rel , " umpat adrian kesal , setelah pelukan farel terlepas ,
__ADS_1
bukannya marah , farel malah tertawa mendengar umpatan adrian ,
" dasar gila , " umpat adrian lagi ,
" hahaha , lo benar yan , gue emang sudah gila , gila karna wanita itu , " ucap farel tertawa mengiyakan ucapan adrian ,
Adrian tak habis pikir melihat farel yg tak hentinya tertawa , tapi di sisi lain dia juga senang karna melihat wajah farel yg tadinya sedih kini mulai bersemangat lagi ,
" karna lo Uda baikan , gue mau balik ke kerumah sakit , masih banyak pekerjaan yg menunggu gue , " ucap adrian , karna memang pagi ini banyak pekerjaan yg harus dia kerjakan , tapi di tunda akibat kedatangan farel ,
" pergilah , gue uda nggak butuh lo lagi , " usir farel ,
" sialan lo , giliran sedih saja lo cari gue , " umpat adrian tak terima farel mengusirnya ,
" hahaha , lo benar , itulah gunanya lo jadi sahabat gue , tempat gue curhat kalau gue lagi sedih " ucap farel ,
" cih , awas saja kalau lo sedih lagi , gue orang pertama yg akan pergi ninggalin Lo , " ucap adrian kesal , walaupun sebenarnya dia tak akan berani meninggalkan sang sahabat ,
" coba aja kalau berani , gue juga orang pertama yg akan patahkan kaki Lo , " ucap farel tegas ,
Adrian tak menanggapi lagi ucapan farel , dia berlalu pergi meninggalkan sang sahabat tanpa pamit , berlama - lama meladeni ucapan farel bisa - bisa dia yg jadi gila ,
" ayu , sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu , " gumam farel , melihat kepergian adrian hingga tak terlihat lagi dari pandangannya ,
kali ini tekad farel sudah kuat kejadian pagi ini membuatnya tak berhenti mencari tau keberadaan wanita yg mencuri hatinya itu ,
sementara di meja lain sepasang mata mengintai sedari tadi kegiatan kedua sahabat itu , sambil mengeluarkan ponsel di saku celananya dan mulai menelfon seseorang ,
" hallo bos , keberadaan target sudah mulai terlihat , " ucap sang penelepon ,
" bagus secepatnya kamu urus wanita itu , jangan sampai lolos dari pantauanmu , " ucap lelaki parubaya yg di sebut bos itu , yg tak lain adalah pak sanjaya ayah dari farel ,
memang sejak kepergian farel dari rumah , pak Sanjaya menyuruh anak buahnya mengikuti kemana farel pergi , bahkan semua kegiatan yg di lakukan farel mulai pergi ke bar dan meniduri wanita tak luput dari pantauannya , termaksud ayu , wanita yg berhasil membuat dunia putra semata wayangnya itu berubah dan mulai menentangnya ,
" saya tidak akan pernah membiarkan seorangpun menghalangi rencanaku , sekalipun kamu wanita yg paling di cintai putraku " gumam pak sanjaya tersenyum miring .
☀️........☀️
Maaf baru up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
kegiatan padat yg tak bisa di tinggalkan ,
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊