
Di dalam mobil revan terlihat emosi , umpatan demi umpatan dikeluarkan , pak deden hanya diam mendengar umpatan revan ,
" pak deden , antar saya ke kafe faforit , " ucap revan ,
" baik tuan , " jawab pak deden ,
tak lama mereka sampai di kafe yg di tuju ,
revan langsung bergegas keluar , dan langsung menemui seseorang yg sedari tadi sudah menunggu dirinya ,
" tumben amat muka lo pagi - pagi sudah kusut , " ucap farel , yg memang melihat wajah revan kurang semangat ,
revan hanya diam saja , dan langsung duduk tanpa menghiraukan ucapan farel ,
" lo ngapain nyuruh gue ketemu , " tanya revan to the point ,
" santai saja dulu , uda lama kan kita nggak nongkrong begini , " ucap farel , yg memang sejak revan sibuk dengan kirana , dia tak pernah lagi menemui farel , walaupun farel sering mengajaknya bertemu ,
" gue nggak banyak waktu , jadi katakan lo mau ngomong apa , " tanya revan , malas berlama - lama , apalagi dengan perasaan kacau seperti ini ,
" ok , ok , sebelumnya gue turut berduka cita , atas meninggalnya tante diana , " jawab farel , dan revan langsung menatap tajam penuh selidik ,
" gue tau dari adrian , " ucap farel yg mengerti tatapan revan ,
" van , " panggil farel yg mulai serius bicara ,
" gue tau lo sangat kehilangan tante diana , tapi lo juga nggak boleh sepenuhnya menyalahkan adrian , biar bagaimanapun adrian sudah memberikan yg terbaik untuk tante diana , lo tau kan , gimana adrian , dia sangat menyayangi tante diana melebihi dirinya sendiri , " ucap farel langsung ke inti permasalahan ,
" van , kita nggak tau ajal kapan menjemput , kita nggak tau takdir gimana kedepannya , kita bertiga sudah banyak mengalami semua hal , jadi gue mohon jangan cuma gara- gara masalah ini persahabatan kita bubar , " ucap farel mengingatkan , betapa banyaknya masalah yg mereka hadapi , mulai dari kesalah pahaman dan percintaan , tapi mereka tetap bisa mempertahankan persahabatan hingga saat ini ,
revan hanya diam mendengar ucapan revan , tanpa menanggapinya , walaupun semua yg di katakan farel benar adanya , tapi hati revan begitu sulit menerimanya , kebencian dan keegoisan mengalahkan semuanya , dia seakan buta oleh kenyataan itu ,
" jadi lo ngajak gue ketemu cuma mau bahas masalah ini , " tanya revan yg mulai emosi ,
__ADS_1
" van , maksud gue bukan begitu , gue " ucap farel terpotong ,
" cukup rel , gue nggak ingin bahas masalah ini lagi , " ucap revan dan langsung berlalu pergi tanpa menghiraukan farel yg terus memanggil namanya ,
farel tau gimana kerasnya sifat revan , apalagi jika menyangkut ibu diana , sangat sulit untuk memberinya pengertian ,
sementara di meja lain , adrian hanya menatap nanar kepergian revan ,
" rel , " panggil adrian menghampiri ,
" maaf yan , gue belum berhasil membujuk revan , " ucap farel merasa gagal dan meminta maaf ,
" nggak masalah , gue tau mungkin saat ini revan masih terpukul dengan kepergiaan ibu diana , tapi makasih lo mau bantu gue , " ucap adrian ,
" itulah namanya sahabat , lo tenang saja , gue akan bicara lagi nanti sama revan , " ucap farel , dia akan berusaha menyatukan kedua sahabatnya kembali bersama lagi ,
adrian hanya tersenyum , dia percaya farel nggak akan menyerah sebelum berhasil , karna terlalu lapar akhirnya mereka berdua langsung memesan makanan untuk mengaganjal perut yg sudah keroncongan sedari tadi ,
💮.....💮
tak berapa lama terdengar ketukan pintu dari luar ,
tok , tokk , tokkk ,
" masuk , " ucap revan dari dalam ,
dian sang sekertaris langsung masuk ,
" ada apa , " tanya revan ,
" tuan sudah saatnya kita bertemu dengan klien dari korea , " ucap dian mengingatkan ,
revan menepuk jidatnya , sebab melupakan pertemuannya dengan seorang pengusaha dari korea karna pikirannya terlalu kacau , padahal dian sudah mengingatkannya sedari kemarin ,
__ADS_1
" oh iya , baiklah siapkan semua berkasnya , kita akan segra berangkat ke sana , " ucap revan ,
" baik tuan , " jawab dian ,
setelah menyiapkan semuanya , revan langsung bergegas menemui klien dari korea ,
" maaf tuan hwan membuat anda menunggu , " ucap revan merasa tak enak ,
" tidak apa - apa tuan revan , lagian saya juga baru saja sampai , " jawab tuan hwan tersenyum ,
setelah membahas semuanya , kesepakatan pun terjadi , dan mereka langsung berjabat tangan ,
" semoga kerjasama kita ini berjalan dengan baik tuan , " ucap revan ,
" iya , saya juga senang bekerja sama dengan anda tuan revan , " jawab tuan hwan tersenyum ,
setelah kepergiaan tuan hwan , revan langsung menyuruh dian untuk kembali ke kantor , sementara dirinya ingin menenangkan pikirannya di kafe ,
" dian sebaiknya kamu ke kantor , saya masih ada urusan , " ucap revan menyuruh dian pergi ,
" baik tuan , " jawab dian , dan berlalu pergi ,
sepeninggal dian , revan hanya diam , menerawang jauh di sana , tanpa revan sadari , sedari tadi sepasang mata sedang memperhatikannya , senyuman licik terpampang jelas di wajahnya , siapa lagi kalau bukan melda ,
sudah beberapa hari melda membuntuti revan , dan dia begitu senang , mengetahui hubungan kirana dan revan sedang renggang , dan yg membuat dia begitu senang , ibu diana sudah meninggal , jadi tak ada lagi penghalang baginya ,
" kali ini aku tidak akan melepaskanmu revan , kau harus jadi milikku , " gumam melda tersenyum licik .
🌼......🌼
Segini dulu
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊