
Malam telah berganti , matahari telah menyambut menandakan datangnya pagi yg cerah , secerah kedua insan yg masih di selimuti selimut untuk menutupi tubuh polos mereka , setelah pertempuran yg memakan waktu itu , entah jam berapa malam panjang itu berakhir , hanya mereka yg tau ,
sementara di tempat lain , sambutan pagi membuat hatinya bertambah gelisah , perasaan kawatir terpampang jelas di wajah dokter tampan ini ,
setelah semalam bergelut dengan perasaannya , adrian terlelap sekitar jam 3 , hanya memakan waktu 3 jam tidur , dirinya harus bangun lagi untuk menyiapkan keberangkatannya ke singapura ,
.....
kirana bangun menyiapkan keperluan revan , walaupun enggan untuk bangun , tapi dia tetap memaksakan dirinya menyiapkan segalanya , tak lupa membuatkan sarapan khusus untuk suami tercinta ,
" mas , ayo bangun , ini sudah pagi , " ucap kirana membangunkan revan yg masih terlelap ,
revan hanya menggeliat merasa tidurnya terganggu tapi matanya enggan terbuka , melihat itu kirana hanya menghela napas panjangnya ,
" mas , bangun , kamu kan mau ke singapura , " ucap kirana menggoyangkan tubuh revan ,
bukannya bangun revan malah menarik kirana ke dalam pelukannya ,
" maass , " pekik kirana ,
" sebentar lagi sayang , biarkan seperti ini dulu , karna aku pasti akan merindukan kehangatan tubuhmu ini , " ucap revan mengeratkan pelukannya ,
kirana hanya bisa pasrah , karna dari lubuk hatinya , pasti dia juga akan merindukan pelukan suaminya ini ,
terdengar ketukan pintu dari luar ,
__ADS_1
tok , tokk , tokkk ,
" tuan , " panggil bi inem di balik pintu ,
" iya ada apa bi , " jawab kirana ,
" ada tuan adrian " ucap bi inem ,
" ya sudah bi , suruh dia menunggu , sebentar lagi kami turun , " ucap kirana dan melepaskan pelukan revan ,
bi inem berlalu menemui adrian , sambil membuatkan teh kesukaan adrian ,
" ini tuan minumannya , tuan revan sebentar lagi turun , " ucap bi inem , meletakan teh di atas meja ,
" makasih ya bi , " ucap adrian tersenyum ,
.....
kirana menyiapkan baju untuk di pakai revan , entah mengapa pagi ini perasaannya kurang enak , kirana membaringkan badannya di ranjang untuk merenggangkan tubuhnya yg terasa lelah sambil menunggu revan keluar dari kamar mandi , rasa ngantuk tak bisa di tahan lagi , akhirnya kirana terlelap mengarungi mimpi indahnya ,
revan keluar dari kamar mandi dengan handuk yg melilit di pinggangnya , badan yg sempurnah dan otot - otot yg menonjol , jangan lupakan perut rata di selingi roti sobek , menambah kesempurnaan seorang revan aditia wiguna ,
revan mencari keberadaan sang istri , dan matanya terhenti saat melihat kirana yg tertidur di ranjang dengan wajah yg kelelahan ,
revan menghampiri kirana sambil memeluknya , membuat kirana terbangun dari tidurnya ,
__ADS_1
" mas , " pekik kirana kaget karna merasakan dingin ,
" sayang maafkan aku , " ucap revan sambil mencium kening kirana ,
" kenapa mas minta maaf , " tanya kirana heran ,
" karna mas sudah membuatmu kelelahan , " jawab revan , mengingat pertempuran mereka yg menguras tenaga ,
" mas , nggak apa - apa , lagian itu sudah tugas aku sebagai istri , " ucap kirana tersenyum ,
" sayang , muka kamu ko pucat sekali , apa kamu baik - baik saja , " tanya revan kawatir , melihat wajah kirana yg terlihat pucat ,
" aku nggak apa - apa ko mas , " jawab kirana tersenyum , tak ingin membuat revan kawatir , padahal sebenarnya dia juga merasa badannya kurang enak ,
" sayang , kayaknya aku nggak usa ke singapura , rasanya nggak tega tinggalkan kamu sendiri , " ucap revan menatap dalam , rasa sedih menyelimuti kala berjauhan dengan kirana walaupun hanya sebentar saja ,
" mas , aku nggak apa - apa ko , mungkin aku hanya kelelahan saja , istrahat sebentar juga pasti baikan , lagian kan kamu perginya cuma dua hari , " ucap kirana meyakinkan , karna biar bagaimana pun revan harus mengetahui kondisi ibunya di sana ,
" ya uda sayang , kamu istrahat saja , biar semuanya bi inem yg urus , aku tidak ingin istriku ini sampai sakit karna ulahku yg membuatnya kelelahan , dan ingat kamu nggak boleh kerjakan tugas art , " ucap revan mengingatkan sambil mengecup sekilas bibir kirana dan berlalu pergi memakai pakaiannya yg sudah di siapkan kirana ,
kirana senang melihat revan yg begitu perhatian padanya , rasanya tak percaya , mengingat kelakuan revan padannya , saat pertama kali menginjakan kaki di kediaman wiguna , tapi semua itu sudah berlalu perasaan bahagia kini menyelimuti hatinya , rasanya tak ingin berakhir , sampai ajal yg memisahkan .
.🌼.....🌼
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😊