ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
95.


__ADS_3

Revan begitu geram menghadapi vemas , tapi dia tak akan pernah berhenti untuk mencari Kirana ,


" hallo tetap pantau lelaki itu , " ucap Revan di balik telfon ,


" aghh , di mana sebenarnya Kirana berada , " gumam Revan memukul gagang stir ,


Revan tak ingin ke kantor lagi , pikirannya begitu kacau , mengingat yg terjadi saat ini ,


" bibi " panggi Revan menggelegar ,


" i , iya tuan , " jawab bi murni terbata _ bata ,


bi murni begitu gugup berhadapan dengan revan , dari nada panggilannya saja membuat bi murni begitu gelisah , entah apa lagi kesalahannya kali ini ,


" bi , sejak kapan bibi tau Kirana hamil , " tanya Revan , to the point ,


deg ,


pertanyaan Revan berhasil membuat bi murni berkeringat bahkan sekedar untuk menelan ludah saja begitu sulit baginya ,


" sejak kapan , " tanya Revan lagi , kali ini nadanya seakan menuntut jawaban bi murni ,


" a , anu tuan , non Kirana "


" kenapa Kirana , apa memang dia hamil dan bibi tak beritahu saya , " tanya Revan menyela ucapan bi murni ,


glekk


bi murni tak dapat berkutik , pertanyaan Revan begitu menghakimi dirinya ,


" bukan begitu tuan , tapi "


" sudahlah kalian sama saja , bahkan berita sebesar ini kalian sembunyikan dariku , " ucap revan kesal karena tak ada satupun yg memberitahunya ,


" tu , tuan , waktu itu saya mau beritau tapi tuan tak ingin mendengarkannya , makanya saya diam , tuan juga bahkan tak ingin mendengarkan ucapan non Kirana , " ucap bi murni membela dirinya ,


Revan hanya diam mendengar ucapan bi murni , dia ingat waktu itu Kirana ingin mengatakan sesuatu , tapi Revan selalu menghentikannya ,


bahkan Revan tak ingin melihat Kirana , dan lebih parahnya Revan tega menceraikan Kirana ,

__ADS_1


Revan tak ingin mendengar penjelasan bi murni lagi , karena baginya saat ini yg terpenting mencari keberadaan Kirana ,


💮.....💮


bi Nunung mengobati luka di bibir vemas , akibat pukulan Revan membuat sudut bibir vemas terluka ,


" tuan apa baik - baik saja " tanya bi Nunung khawatir ,


" apa yg di lakukan Revan di sini , " tanya vemas ,


" dia mencari non Kirana ke dalam rumah tuan , tapi tak mendapatkan keberadaan non Kirana , " jawab bi Nunung ,


vemas hanya diam mendengar ucapan bi Nunung , dia sudah curiga setelah revan tau kirana hamil Revan pasti mencari Kirana di rumahnya , apalagi selama ini Revan menyuruh orang untuk memantau dirinya ,


" tuan , sebenarnya non Kirana ada di mana sekarang , " tanya bi Nunung penasaran ,


" Kirana ada di tempat aman , dan saya yakin Revan tak akan pernah menemukannya , " jawab vemas tersenyum miring ,


sementara di tempat lain ,


Kirana dan Dita sedang berada di kamar ,


" Dita , bagimana hubunganmu dengan Rio , " tanya Kirana , membuat Dita menghentikan aktivitasnya ,


" Dita , " panggil Kirana lagi ,


Kirana heran melihat Dita diam seketika , padahal jika menyangkut Rio , dita paling antusias untuk menceritakan hubungannya dengan Rio pada Kirana ,


" aku sudah putus dengannya , " Jawab Dita , terlihat setetes air mata jatuh membasahi pipinya ,


Kirana merasa tak enak hati , melihat Dita menangis atas pertanyaannya , Kirana tau bagaimana perasaan Dita yg begitu mencintai Rio ,


Kirana selama ini tak pernah tau lagi , bagaimana kelanjutan hubungan sahabatnya ini ,


" maafkan aku Dita , pertanyaanku membuatmu sedih , " ucap Kirana merasa tak enak hati ,


" tidak apa- apa , lagian itu sudah lama berlalu dan aku sudah melupakannya , " ucap Dita , walaupun kenyataannya saat ini , sosok Rio masih bersarang di hatinya ,


terdengar dari nada bicaranya , Dita begitu terluka , mengingat hubungannya yg begitu serius tapi berakhir dengan penghianatan ,

__ADS_1


" ummm , Dita apa kamu tidak lapar , sepertinya debayku mulai berdemo minta jatah makan pada auntie nya , " ucap Kirana mulai mencairkan suasana , dan itu berhasil membuat Dita tersenyum ,


Kirana punya cara tersendiri untuk menghibur sang sahabat , yg terlihat sedih akibat pertanyaannya ,


" iya , ayo , sepertinya cacing diperutku juga sudah kelaparan dan ingin makan sayur asam buatanmu , " ucap Dita tersenyum ,


mereka berdua bergegas ke dapur , dan di sana sudah terlihat ibu Sinta dan pak Rahman menunggu kedatangan mereka ,


" Kirana sayang , ayo di sini dekat Tante , " panggil ibu Sinta menepuk bangku di seblahnya ,


" mah , kalau aku di mana , masa ia dekat papa , " ucap Dita cemberut , biasanya dia akan makan di samping ibu Sinta ,


" emangny kalau kamu di dekat papa kenapa , lagian papa juga bisa ngurus kamu kayak mama , " sela pak Rahman , melihat putrinya jika makan selau ingin dekat dengan ibu sinta ,


" ihh , papa nggak usa ngurus aku lagian papa mana tau kesukaanku , yg tau tuh hanya mama , " ucap Dita menolak ,


" hey , siapa bilang papa nggak tau kesukaan putri papa , ini , ini , dan ini , semuanya kesukaanmu kan , " tunjuk pak Rahman pada makanan yg tertata di meja ,


" ya ialah papa tau , bibi masak kan ngikuti selera Dita , " ucap Dita mengiyakan ,


" sudah , kalian nggak usa berdebat lagi , ayo makan , kasian Kirana sudah kelaparan menunggu kalian yg entah kapan selesainya , " ucap ibu Sinta menghentikan perdebatan suami dan anaknya itu ,


kirana begitu bahagia melihat berdebatan kecil antara Dita dan pak Rahman , betapa bahagianya keluarga Dita , dan mereka begitu menyayangi Dita ,


" kirana , kamu kenapa " tanya ibu Sinta melihat Kirana sedari tadi diam ,


" nggak ko Tante , hanya melihat kelakuan Dita yg seperti anak kecil saja , " jawab Kirana tersenyum ,


" ya kamu benar Kirana dia masih kecil , dan masih menjadi putri kecilku , ''ucap pak Rahman menimpali ,


" papa , " ucap Dita cemberut ,


" sudah , sudah , ayo makan , " ucap ibu Sinta , dan mulai mengajak makan ,


makan malam terasa bahagia , apalagi melihat kelakuan Dita , yg tak hentinya berdebat dengan ayahnya ,


Kirana begitu bahagia , melihat keluarga Dita yg terlihat kompak dan bahagia ,


" andai saja , keluargaku sebahagia ini , saat berkumpul , " batin Kirana ,

__ADS_1


🌼.....🌼


Jangan lupa tinggalkan jejak 😊


__ADS_2