
Revan begitu geram menghadapi vemas , tapi dia tak akan pernah berhenti untuk mencari Kirana ,
" hallo tetap pantau lelaki itu , " ucap Revan di balik telfon ,
" aghh , di mana sebenarnya Kirana berada , " gumam Revan memukul gagang stir ,
Revan tak ingin ke kantor lagi , pikirannya begitu kacau , mengingat yg terjadi saat ini ,
" bibi " panggi Revan menggelegar ,
" i , iya tuan , " jawab bi murni terbata _ bata ,
bi murni begitu gugup berhadapan dengan revan , dari nada panggilannya saja membuat bi murni begitu gelisah , entah apa lagi kesalahannya kali ini ,
" bi , sejak kapan bibi tau Kirana hamil , " tanya Revan , to the point ,
deg ,
pertanyaan Revan berhasil membuat bi murni berkeringat bahkan sekedar untuk menelan ludah saja begitu sulit baginya ,
" sejak kapan , " tanya Revan lagi , kali ini nadanya seakan menuntut jawaban bi murni ,
" a , anu tuan , non Kirana "
" kenapa Kirana , apa memang dia hamil dan bibi tak beritahu saya , " tanya Revan menyela ucapan bi murni ,
glekk
bi murni tak dapat berkutik , pertanyaan Revan begitu menghakimi dirinya ,
" bukan begitu tuan , tapi "
" sudahlah kalian sama saja , bahkan berita sebesar ini kalian sembunyikan dariku , " ucap revan kesal karena tak ada satupun yg memberitahunya ,
" tu , tuan , waktu itu saya mau beritau tapi tuan tak ingin mendengarkannya , makanya saya diam , tuan juga bahkan tak ingin mendengarkan ucapan non Kirana , " ucap bi murni membela dirinya ,
Revan hanya diam mendengar ucapan bi murni , dia ingat waktu itu Kirana ingin mengatakan sesuatu , tapi Revan selalu menghentikannya ,
bahkan Revan tak ingin melihat Kirana , dan lebih parahnya Revan tega menceraikan Kirana ,
__ADS_1
Revan tak ingin mendengar penjelasan bi murni lagi , karena baginya saat ini yg terpenting mencari keberadaan Kirana ,
💮.....💮
bi Nunung mengobati luka di bibir vemas , akibat pukulan Revan membuat sudut bibir vemas terluka ,
" tuan apa baik - baik saja " tanya bi Nunung khawatir ,
" apa yg di lakukan Revan di sini , " tanya vemas ,
" dia mencari non Kirana ke dalam rumah tuan , tapi tak mendapatkan keberadaan non Kirana , " jawab bi Nunung ,
vemas hanya diam mendengar ucapan bi Nunung , dia sudah curiga setelah revan tau kirana hamil Revan pasti mencari Kirana di rumahnya , apalagi selama ini Revan menyuruh orang untuk memantau dirinya ,
" tuan , sebenarnya non Kirana ada di mana sekarang , " tanya bi Nunung penasaran ,
" Kirana ada di tempat aman , dan saya yakin Revan tak akan pernah menemukannya , " jawab vemas tersenyum miring ,
sementara di tempat lain ,
Kirana dan Dita sedang berada di kamar ,
" Dita , bagimana hubunganmu dengan Rio , " tanya Kirana , membuat Dita menghentikan aktivitasnya ,
" Dita , " panggil Kirana lagi ,
Kirana heran melihat Dita diam seketika , padahal jika menyangkut Rio , dita paling antusias untuk menceritakan hubungannya dengan Rio pada Kirana ,
" aku sudah putus dengannya , " Jawab Dita , terlihat setetes air mata jatuh membasahi pipinya ,
Kirana merasa tak enak hati , melihat Dita menangis atas pertanyaannya , Kirana tau bagaimana perasaan Dita yg begitu mencintai Rio ,
Kirana selama ini tak pernah tau lagi , bagaimana kelanjutan hubungan sahabatnya ini ,
" maafkan aku Dita , pertanyaanku membuatmu sedih , " ucap Kirana merasa tak enak hati ,
" tidak apa- apa , lagian itu sudah lama berlalu dan aku sudah melupakannya , " ucap Dita , walaupun kenyataannya saat ini , sosok Rio masih bersarang di hatinya ,
terdengar dari nada bicaranya , Dita begitu terluka , mengingat hubungannya yg begitu serius tapi berakhir dengan penghianatan ,
__ADS_1
" ummm , Dita apa kamu tidak lapar , sepertinya debayku mulai berdemo minta jatah makan pada auntie nya , " ucap Kirana mulai mencairkan suasana , dan itu berhasil membuat Dita tersenyum ,
Kirana punya cara tersendiri untuk menghibur sang sahabat , yg terlihat sedih akibat pertanyaannya ,
" iya , ayo , sepertinya cacing diperutku juga sudah kelaparan dan ingin makan sayur asam buatanmu , " ucap Dita tersenyum ,
mereka berdua bergegas ke dapur , dan di sana sudah terlihat ibu Sinta dan pak Rahman menunggu kedatangan mereka ,
" Kirana sayang , ayo di sini dekat Tante , " panggil ibu Sinta menepuk bangku di seblahnya ,
" mah , kalau aku di mana , masa ia dekat papa , " ucap Dita cemberut , biasanya dia akan makan di samping ibu Sinta ,
" emangny kalau kamu di dekat papa kenapa , lagian papa juga bisa ngurus kamu kayak mama , " sela pak Rahman , melihat putrinya jika makan selau ingin dekat dengan ibu sinta ,
" ihh , papa nggak usa ngurus aku lagian papa mana tau kesukaanku , yg tau tuh hanya mama , " ucap Dita menolak ,
" hey , siapa bilang papa nggak tau kesukaan putri papa , ini , ini , dan ini , semuanya kesukaanmu kan , " tunjuk pak Rahman pada makanan yg tertata di meja ,
" ya ialah papa tau , bibi masak kan ngikuti selera Dita , " ucap Dita mengiyakan ,
" sudah , kalian nggak usa berdebat lagi , ayo makan , kasian Kirana sudah kelaparan menunggu kalian yg entah kapan selesainya , " ucap ibu Sinta menghentikan perdebatan suami dan anaknya itu ,
kirana begitu bahagia melihat berdebatan kecil antara Dita dan pak Rahman , betapa bahagianya keluarga Dita , dan mereka begitu menyayangi Dita ,
" kirana , kamu kenapa " tanya ibu Sinta melihat Kirana sedari tadi diam ,
" nggak ko Tante , hanya melihat kelakuan Dita yg seperti anak kecil saja , " jawab Kirana tersenyum ,
" ya kamu benar Kirana dia masih kecil , dan masih menjadi putri kecilku , ''ucap pak Rahman menimpali ,
" papa , " ucap Dita cemberut ,
" sudah , sudah , ayo makan , " ucap ibu Sinta , dan mulai mengajak makan ,
makan malam terasa bahagia , apalagi melihat kelakuan Dita , yg tak hentinya berdebat dengan ayahnya ,
Kirana begitu bahagia , melihat keluarga Dita yg terlihat kompak dan bahagia ,
" andai saja , keluargaku sebahagia ini , saat berkumpul , " batin Kirana ,
__ADS_1
🌼.....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊