
Revan sedang menikmati makanannya , pagi ini keadaannya sudah membaik ,
" tuan , " panggil bi murni menghampiri ,
bi murni semalam tak bisa tidur memikirkan kirana ,
" iya ada bi , " tanya revan , sambil mengunyah makanannya ,
" tuan , non kirana , "
" bi , berapa kali saya harus bilang , jangan membahas wanita itu lagi , " ucap revan menyela ucapan bi murni ,
" bikin selera makan saya hilang saja , " ucap revan lagi , berdiri menghentikan makananya ,
" tapi tuan , non kirana pergi dari rumah , " ucap bi murni , membuat revan terkejut ,
" a , apa , kirana pergi , " ucap revan , nggak menyangka kirana berani pergi dari kediamannya ,
" iya tuan , semalam non kirana pergi dari rumah , saya sudah menahannya tapi non kirana tetap ingin pergi , " ucap bi murni di iringi dengan tangisannya ,
" baguslah , setidaknya dia sadar diri , kalau kehadirannya tak di butuhkan lagi , " ucap revan dan langsung pergi meninggalkan bi murni yg tengah menangis ,
sebenarnya ada rasa sedih mendengar kepergian kirana , tapi lagi - lagi kebencian itu menguasai dirinya ,
" lo benar van , orang yg tak di butuhkan lagi memang pantas untuk pergi , " ucap farel , tiba - tiba muncul di balik pintu , membuat langkah revan terhenti ,
" ngapain lo ke sini , " tanya revan ,
" lo tenang saja , gue datang bukan untuk menasehati lo , " ucap farel menghampiri revan ,
" gue datang di sini hanya mau bilang , adrian hari ini akan pergi keluar negri , " ucal farel memberitau ,
" trus apa urusannya sama gue , lagian dia pergi atas keinginannya sendiri kan , " ucap revan , mencoba tak peduli , walaupun di hatinya ada rasa sedih mendengar sahabatnya akan pergi ,
farel benar - benar nggak mengerti dengan jalan pikiran revan , segitu gampangnya dia ucapkan kata itu ,
" gue nggak nyangka sebenci itu lo sama adrian , gue nggak tau lagi harus ngomong apa sama lo , tapi satu hal yg lo harus tau , gue akan melakukan apa saja demi adrian agar dia tak pergi keluar negri , " ucap adrian ,
" dan lo hidup saja dalam keegoisan , semoga lo nggak nyesal saat orang yg lo sayangi pergi meninggalkan lo untuk selamanya , karna penyesalan itu sangat sakit , dan lo pasti tau kan , gimana sakitnya saat kita mulai sayang , gue harap suatu saat lo nggak akan menyesal , " ucap farel panjang lebar dan berlalu pergi meninggalkan revan yg mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun ,
ucapan farel seperti tamparan bagi revan , keegoisan dan kebenciannya telah menyakiti orang - orang yg dia sayangi , tanpa bicara revan langsung pergi ,
" tuan , " panggil pak deden ,
" berikan kunci mobilnya , " ucap revan , dan langsung pergi meninggalkan kediamannya ,
sepanjang jalan revan hanya diam , kata - kata farel seakan mengganggu pikirannya ,
__ADS_1
.....
sedangkan di tempat lain , bandara ,
" iyan , lo yakin mau keluar negri , " tanya farel , merasa tak rela melihat adrian pergi ,
" iya rel , mungkin dengan kepergianku , revan akan senang , " ucap adrian , walaupun dalam hati berat meninggalkan kedua sahabatnya ,
" iyan , lo nggak usa pergi jauh - jauh keluar negri buat kerja , lo bisa kerja di perusahaan gue , dan masalah revan , lo nggak usa pikirkan dia , kalaupun dia nggak mau sahabatan sama lo , kan masih ada gue , kita berdua bisa bersahabat , walaupun tak ada revan, " ucap farel tetap menahan adrian agar tidak pergi ,
" sekali lagi gue minta maaf rel , gue nggak bisa , keputusan gue sudah bulat , gue akan memulai hidup baru di sana , jujur rel , gue bertahan di sini karna tante diana dan revan , tante diana uda gue anggap kayak ibu gue sendiri , dan revan sudah seperti saudara gue , hanya mereka keluarga yg gue punya , tapi sekarang gue sudah tak di butuhkan lagi , maafkan gue rel , gue nggak bisa tetap di sini , " ucap adrian , walaupun sebenarnya dia juga tak ingin pergi ,
" rel , gue minta satu hal sama lo , tolong jaga revan , dan sampai kapanpun kalian berdua akan tetap jadi sahabat terbaik buat gue , " ucap adrian lagi ,
" segitu kawatirnya lo sama revan , bahkan lo mau pergi saja lo masih ingat dia , sementara dia nggak mikirkan lo sama sekali , " sewot farel ,
adrian hanya tersenyum , kali ini farel sudah pasrah dengan keputusan adrian , mungkin ini berat tapi mungkin ini juga yg terbaik untuk semuanya terutama untuk revan ,
" iyan , gue akan selalu tunggu kedatangan lo , " ucap farel memeluk adrian , rasanya begitu berat melepas kepergian adrian ,
tanpa mereka sadari di sebrang sana , revan sedang menatap kedua sahabatnya yg berpelukan , revan tak dapat menahan air matanya yg langsung lolos begitu saja , mendengar ucapan adrian , dia tak menyangkan segitu besarnya perhatian adrian padanya ,
" gue pergi dulu , ingat , gue percayakan revan sama lo , " ucap adrian , farel hanya mengangguk mendengar ucapan adrian ,
saat akan masuk ke dalam pesawat tiba - tiba terdengar suara yg begitu familiar ,
farel langsung berbalik dan langkah adrian terhenti mendengar namanya di panggil ,
" adrian , jangan pergi , maafin gue , gue salah sama lo , seharusnya gue nggak menyalahkan lo , , " ucap revan menghampiri dan langsung memeluk adrian ,
" sebelum lo minta maaf , gue uda maafkan , tapi , " ucap adrian terhenti ,
" iyan , gue mohon lo jangan pergi , hanya lo yg gue punya , gue mohon jangan pergi , maafin gue , " ucap revan memohon agar adrian tak pergi ,
" iyan , gue butuh lo , rumah sakit butuh dokter seperti lo , gue mohon jangan pergi ," ucap revan kekeh menahan adrian ,
" masalah pekerjaan saja lo butuh dia , giliran salah lo usir dan maki - maki , " sewot farel menyela ucapan revan ,
adrian hanya menghela napas mendengar ucapan farel yg menyindir revan ,
" iyan gue mohon , tetaplah bersama gue , gue janji apapun yg lo minta gue bakal lakuin , asal lo jangan pergi " ucap revan , kali ini air matanya tak henti mengalir ,
" minta mobil yan , kan ada tuh mobil keluaran terbaru , harganya murah ko kalau bagi seorang Revan Aditia Wiguna , minta saja itu , " sela farel lagi ,
revan tak menanggapi ucapan farel , dia tetap memohon agar adrian tak pergi ,
" van , gue hanya butuh satu dari lo , " ucap adrian ,
__ADS_1
" apa itu , bilang saja gue pasti turuti , " ucap revan ,
" gue minta , apapun yg terjadi di antara kita , lo nggak boleh putuskan persahabatan , " ucap adrian , hanya itu yg dia minta ,
" iya gue janji , apapun yg terjadi gue nggak akan putuskan persahabatan kita , tapi lo nggak akan pergi kan , " tanya revan ,
" iya , " ucap adrian tersenyum ,
revan begitu senang mendengar ucapan adrian yg tak jadi pergi ,
" untung saja hati iyan lemah , kalau nggak , "
" maksud lo apa , " tanya revan menyela ucapan farel ,
" nggak maksud apa - apa , " jawab farel acuh ,
" oh , gue baru ingat , tadi gue sempat dengar lo bilang , mau sahabatan saja dengan adrian tanpa gue kan , " tanya revan penuh selidik ,
" eng , nggak , lo salah dengar kali , " ucap farel tak mengaku ,
" uda ngaku aja lo , " desak revan , karna tadi revan memang mendengar farel mengucapkan itu ,
" mau ngaku apa , kan gue nggak ngomong apa - apa , iya kan yan , " tanya farel , adrian hanya mengangkat bahunya ,
" uda deh lo ngaku saja , kalau nggak , "
" sudah kalau kalian terus bertengkar , gue akan pergi " ucap adrian menakuti ,
" jangan , " ucap revan dan farel serentak ,
" jangan yan , lo jangan pergi lagi , kita nggak bertengkar lagi ko , iya kan rel " ucap revan merangkul bahu farel , sedangkan farel hanya mengangguk membalas rangkulan revan ,
" ya sudah ayo kita pergi , gue jadi lapar dengar kalian bertengkar , " ucap adrian , mengajak pergi ,
" ya udah , biar gue yg traktir , " ucap revan ,
" nah ini yg gue suka dari lo , makan gratis , " sela farel senang ,
" dasar lo , ceo miskin , " ucap revan ,
" hahaha , yg penting ganteng , " ucap farel memuji diri sendiri ,
adrian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya , baru kali ini adrian melihat revan dan farel seperti itu , biasanya dia dan farel yg sering bertengkar tiap ketemu , tapi apapun itu melihat semuanya hati farel senang , akhirnya persahabatan mereka kembali lagi .
🌼.....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1