
Kirana sedang mondar - mandir gelisah menunggu kepulangan revan , yg tak biasanya pulang selambat ini ,
sudah hampir larut malam revan tak kunjung pulang , cuaca di luar begitu dingin karna sedang turun hujan , di tambah petir yg menggelegar menyambar - nyambar di langit ,
" mas revan kenapa belum pulang juga , " gumam kirana yg terus melihat pintu utama , mau menelfonpun tak bisa , karna kirana nggak punya nomor telfon revan ,
....
di kantor , revan benar - benar tidak fokus , kedatangan melda pagi tadi membuat moodnya hancur , hingga tak menyadari waktu yg terus berjalan ,
tok , tok , tok ,
" masuk , " ucap revan dari dalam ,
" maaf pak , mengganggu kerjanya , saya mau pamit puang , karna waktu kerja saya sudah selesai " ucap sekuriti menghampiri revan ,
sekuriti di kantor revan memang mempunyai shif masing - masing , kebetulan ada revan di kantor , tak enak hati juga jika pulang , tak pamit pada pemilik tempat mereka bekerja , jarang - jarang kan revan selama itu di kantor seperti sekarang ini ,
" iya hati - hati , " ucap revan ,
" iya pak , pak bos juga hati - hati , jalanan licin karna hujan begitu deras , " ucap sekuriti ,
revan hanya mengangguk dan sekuriti itu langsung pergi meninggalkan revan yg terkejut mendengar ucapan sekuriti tadi ,
" jadi di luar dari tadi hujan , astaga aku benar - benar tak menyadarinya sedari tadi , " ucap revan yg melihat keluar yg memang sedang hujan deras di tambah suara petir yg menyambar - nyambar ,
seketika revan teringat kirana di dalam rumah sendiri , walaupun ada pak deden dan sekuriti di rumah , tapi kirana tetaplah sendiri berada di dalam ,
" pasti kirana sedang kawatir menungguku , mana hujan deras , " ucap revan yg terus memikirkan kirana ,
revan bergegas keluar dari kantornya dan masuk ke dalam mobil , yg memang mobil sengaja di simpan di kantor untuknya , karna dia tak mau terlalu merepotkan pak deden , walaupun pak deden mengatakan tak keberatan , mengantarnya kemana saja ,
.........
sedangkan di rumah kirana tertidur karna menunggu revan terlalu lama , dan terbangun saat merasa ingin ke kamar mandi , tapi betapa terkejutnya saat bangun lampunya mati , keadaan gelap gulita , hanya cahaya petir yg menyambar di luar ,
" hikss , lampu mati , ayah ibu , " tangis kirana , memeluk lututnya ,
__ADS_1
kirana memang takut gelap , tiba - tiba suara petir terdengar membuat kirana tambah takut , tangisnya bertambah , rasa ingin kekamar mandi seketika hilang , mendengar bunyi petir yg menyambar - nyambar ,
" hikss , mas revan , " tangis kirana memanggil nama revan ,
di mobil , revan melajukan mobilnya dengan kencang , pikirannya sekarang hanya tertuju pada kirana ,
tak berapa lama sampailah dia di kediamannya , tapi saat memasuki pintu utama , revan begitu terkejut karna lampu mati , dan di rumahnya tak ada generation ,
revan masuk ke dalam rumah dan terus memanggil nama kirana , tapi tak ada sahutan , suara hujan dan petir membuat suara revan tak di dengar oleh kirana di dalam kamar ,
revan berjalan menuju kamar kirana , seketika dia terhenti saat mendengar tangisan dari dalam ,
" hikss , mas revan , mas cepat pulang , kirana takut , hikss , " tangis kirana yg terus memanggil nama revan ,
krekk ,
suara pintu terbuka membuat kirana terkèjut ,
" si , siapa itu , " ucap kirana dengan nada takut ,
" ma , mas revan , " panggil kirana , sambil membalas pelukan revan ,
" iya sayang ini mas , maaf membuatmu menunggu , " ucap revan yg masih memeluk kirana ,
suara petir di luar sana tak juga berhenti , kirana semakin mempererat pelukannya , revan mencoba menenangkan agar Kirana tak merasa takut ,
" hikss , mas , aku takut , " ucap kirana ,
" jangan takut , kan ada mas , ayo kita ke kamar mas , malam ini kamu tidur di kamar mas saja , " ucap revan membawa kirana ke kamarnya dengan tidak melepaskan pelukan ,
sampai di kamar , revan membawa kirana di tempat tidur , sementara dirinya ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,
" rana , mas ke kamar mandi dulu , kamu istrahat saja , mas nggak akan lama ko , " ucap revan , kirana hanya mengiyakan saja , walaupun sebenarnya dia merasa takut di tinggalkan sendiri dalam keadaan gelap , tiba - tiba ,
jedar , rrrrr ,
" mas , " panggil kirana keras ,
__ADS_1
suara petir semakin keras , membuat kirana berlari ke kamar mandi dan pada saat itu revan baru keluar dari kamar mandi , dengan handuk di pinggangnya , kirana tak dapat melihatnya , karna keadaan dikamar revan juga gelap , tadinya revan ingin menyalakan ponselnya , tapi sayang batrei ponselnya low , jadi ya gelap - gelapan deh ,
kirana langsung memeluk revan , membuat revan kaget , untung saja handuknya nggak lepas ,
kirana merasakan dingin , dan aroma yg harum saat memeluk revan , sedangkan revan hanya diam saja , mencoba menetralisir suasana hatinya yg deg_ degan karna berdekatan seperti ini ,
kirana semakin mempererat pelukannya , karna mendengar bunyi petir yg semakin keras , dan tak kunjung berhenti ,
" tenang sayang , ada mas di sini , jangan takut lagi , mas tidak akan meninggalkanmu , " ucap revan, berharap Kirana bisa tenang ,
revan membawa kirana ke tempat tidur , sementara dirinya akan memakai pakaian biar tidak kedinginan akibat hujan dan cuaca malam ini ,
" mas , " panggil kirana , rasanya dia tak ingin jauh dari revan ,
Revan berbalik menatap dalam mata Kirana di tengah gelap gulita ini , entah sejak kapan rasa nyaman di hatinya mulai tumbuh kala berdekatan dengan Kirana , rasanya tak ingin jauh darinya , semakin hari rasa nyaman itu semakin kuat , hingga mampu merobohkan kebencian yg tertanam sejak pertama kali Kirana menginjakan kaki di kediamannya ,
" Kirana , " panggil revan parau ,
kirana hanya diam , entah kenapa panggilan Revan kali ini terdengar berbeda ,
" Kirana bolehkah aku _ " ucap Revan tapi langsung di potong oleh Kirana , dia mengerti arah pembicaraan Revan ,
" mas kita ini suami istri , walaupun awalnya mas menganggap aku ISTRI YANG TAK DI INGINKAN tapi itu tidak bisa merubah apapun kita tetaplah suami istri , dan apapun yg mas minta dan katakan , itu mutlak dan tak bisa di tolak , mas adalah suami halalku dunia dan akhirat , " ucap kirana panjang lebar , membuat revan tak mampu berkata lagi , dia begitu bahagia bisa memiliki istri sebaik Kirana ,
suara petir seakan menjadi saksi bersatunya pasangan suami istri ini , pelan tapi pasti , revan dan kirana memulai malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri yg halal .
" aku mencintaimu Kirana Larasati " ucap Revan setelah mengakhiri malam pertamanya ,
" aku juga mencintaimu mas Revan " balas Kirana ,
malam ini Kirana begitu bahagia akhirnya dia menjadi istri seutuhnya , menjadi istri dari seorang lelaki yg dulu begitu membencinya , bahkan tak menginginkan dirinya , tapi malam ini cinta itu terbalaskan ,
" semoga cinta kita takkan terpisahkan " batin Kirana "
💮....💮
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1