ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
92.


__ADS_3

" ini bos , " ucap alex memberikan foto ,


revan menatap foto itu dengan tatapan yg sulit di artikan ,


" kerja bagus , tetap pantau , jangan sampai kehilangan jejak , dan satu lagi , cari tau lelaki yg bersamanya , " ucap revan ,


" baik bos , " jawab alex dan berlalu pergi ,


entah mengapa melihat foto kirana bersama lelaki lain membuat hati revan begitu sakit , bahkan revan meremas foto yg di berikan alex , kini pikirannya benar - benar tak fokus lagi pada pekerjaan ,


" ada apa denganku , kenapa sesakit ini melihat kirana bersama lelaki lain , " gumam revan ,


" nggak , ini nggak benar , saya "


tok , tokk , tokk ,


terdengar ketukan dari luar , membuat revan menghentikan ucapannya ,


" ada apa " tanya revan dengan nada terkesan dingin ,


" kita ada miting dengan pt . diamond tuan , " jawab dian gugup ,


" kenapa mendadak , bukannya besok mitingnya , " tanya revan heran ,


" katanya pemilik pt. diamond ada urusan besok , jadi ingin mengadakan mitingnya hari ini , " jawab dian menjelaskan ,


sebenarnya revan tak ingin miting hari ini , apalagi dengan pikiran yg kacau , tapi mengingat pt.diamond perusahaan yg sangat terkenal juga , dan cabang di mana - mana , revan tak dapat menolak , kapan lagi bisa bekerja sama dengan perusahaan itu , apalagi revan begitu penasaran dengan pemilik perusahaan diamond itu ,


setelah menyiapkan semuanya , revan dan dian bergegas menuju kafe yg sudah di sepakati ,


seorang lelaki tampan sedang duduk sambil meminum jus faforitnya , dan di belakangnya berdiri seorang asisten yg selalu setia menemaninya di manapun dia berada ,


" maaf , membuat anda menunggu , " ucap revan menghampiri ,


sang lelaki mendongakan kepalanya , saat mendengar suara revan ,


" tidak apa - apa , " ucap sang lelaki ,


revan terkejut melihat lelaki yg ada di hadapannya itu , bagaiman tidak , lelaki di depannya ini baru tadi dia lihat , walaupun hanya sekedar foto , berbeda dengan sang lelaki , dia tampak biasa saja , karna sebelumnya dia sudah mencari tau tentang revan ,


" perkenalkan , saya vemas putra wirawan , anak dari alm.pak wirawan pemilik perusahaan diamond sebelumnya , " ucap vemas mengenalkan diri ,


" saya revan aditia wiguna pemilik perusahaan wiguna , " ucap revan ,


" senang sekali bertemu dengan anda tuan revan , saya sudah mendengar banyak tentang anda , bahkan semua perusahaan berlomba - lomba ingin menjadi bagian dari perusahaan anda , " ucap vemas memuji ,


" terima kasih saya juga senang bertemu langsung dengan pemilik perusahaan diamond yg cabangnya di mana - mana , " ucap revan ,


" oy , ini konsep perusahaan yg akan saya tawarkan untuk bekerja sama , " ucap vemas memberikan berkas pada revan ,


asisten vemas mulai menjelaskan konsep yg ada di perusahaannya , tapi entah mengapa pikiran revan tak fokus disitu , dan tiba- tiba terdengar bunyi telfon dari saku celana vemas ,


" maaf tuan revan , saya mau angkat telfon dulu , " ucap vemas ,


asisten vemas melanjutkan penjelasannya , tapi bukannya dengar , revan malah fokus mendengar percakapan vemas di telfon ,

__ADS_1


" iya hallo , iya , nanti saya ke sana , dan saya akan membawakan pesanannmu , " ucap vemas dan mematikan telfonnya ,


" wanita kalau lagi hamil , permintaannya aneh - aneh , " gumam vemas membesarkan suaranya , dan itu berhasil membuat revan menatap vemas , dengan tatapan sulit di artikan ,


sementara ditempat lain kirana bingung dengan ucapan vemas ,


" ada apa dengan kak vemas , aku kan minta dia jemput dita , ko malah bahas pesanan , " ucap kirana heran ,


" sudahlah , mungkin aku yg salah dengar , " gumam kirana ,


setelah mematikan telfon , vemas terlihat sangat bahagia , dan itu tak luput dari pandangan revan ,


" jadi bagaiman tuan revan , apakah anda setuju dengan konsep yg kami tawarkan , " tanya vemas ,


sepertinya revan tak fokus mendengarkan pertanyaan vemas ,


dian terlihat bingung melihat sikap revan , yg seakan pikirannya di tempat lain , walaupun raganya bersama mereka ,


" tuan , " panggil dian , membuyarkan lamunan revan ,


" a , iya , " ucap revan ,


" maaf tuan revan , sepertinya anda lagi banyak pikiran , " ucap vemas , padahal sebenarnya dia tau apa yg ada di pikiran revan saat ini ,


" ini konsepnya tuan revan , jika anda berkenan , kita bisa bertemu kembali , " ucap vemas memberikan berkas ,


" iya , maaf , nanti saya pelajari , miting hari ini kita tunda dulu , " ucap revan ,


" tidak apa - apa tuan revan , saya juga mengerti , " ucap vemas tersenyum ,


" siapa , apakah dia istri anda , " tanya revan penuh selidik ,


entah kenapa melihat vemas menelfon hatinya begitu sakit , apalagi mendengar dia akan pergi menjemput seseorang , pikiran revan langsung tertuju pada kirana ,


" ya , sebentar lagi , " ucap vemas tersenyum , dan meninggalkan revan yg diam tanpa mengucapkan sepatah katapun ,


" lihat saja revan , saya tidak akan membiarkan kamu menyakiti kirana lagi , " gumam vemas tersenyum miring ,


.💮.....💮


di dalam mobil revan benar - benar tak fokus menyetir , ucapan vemas , begitu mengganggu pikirannya , bahkan dia membawa mobil dengan begitu kencang , membuat dian jadi takut ,


dian tak bisa melarang , karna dia tau bagaiman sikap revan saat marah ,


sesampainya di kantor , revan langsung meluapkan semua amarahnya pada benda - benda yg berada di meja dan sekelilingnya ,


prangk ,


benda jatuh ke lantai berantakan , dan hancur semua ,


" aaghhh , " teriak revan ,


revan terus membanting benda yg ada , hingga ruangan itu terlihat seperti kapal pecah ,


semua karyawan yg mendengar cerita dian , sudah bisa memastikan apa yg terjadi dalam ruangan bos mereka ,

__ADS_1


hingga tengah malam tiba , revan tak kunjung pulang di kediamannya , bi murni terlihat gelisah menunggu kepulangan revan , yg entah di mana berada sekarang ,


" kemana tuan revan , " gumam bi murni gelisah ,


sementara di bar , revan melampiaskan amarahnya pada minuman , tak peduli entah sudah berapa botol sudah di habiskan ,


reno yg melihat revan yg terus minum tak bisa berbuat apa - apa , dia masih ingat ucapan revan , jika dia berani melarang revan , maka taruhannya barnya akan tutup , jadi reno hanya bisa membiarkan apapun yg akan di lakukan revan ,


saat minum , revan di hampiri seorang wanita cantik dan menawarkan minuman ,


" sayang , ini untukmu , " ucap sang wanita memberikan gelas di tangan revan ,


tanpa melihat siapa yg memberikan gelas , revan langsung meminumnya hingga tandas ,


" sayang aku merindukanmu , " bisik melda memeluk revan ,


revan menatap wanita yg ada di depannya , tiba - tiba hawa panas menjalar di tubuhnya ,


" sayang , apa kamu merindukanku , " ucap melda lagi dengan nada mendayu ,


" kirana , apakah ini kamu sayang , aku juga merindukanmu , " ucap revan , yg melihat melda seperti kirana di matanya ,


" dalam keadaan mabuk saja , dia masih mengingat wanita itu , " batin melda kesal ,


tanpa peduli dengan orang di sekitar mereka , revan langsung melahap habis bibir melda dengan rakusnya , tangannya mulai menjalar ke dalam pakaiannya melda ,


melda begitu menikmatinya , serangan revan membuatnya terlena ,


melda begitu senang , rencananya berhasil , walaupun tadinya dia terlihat kesal karna revan terus menyebut nama kirana , tapi kali ini tidak lagi , peluang mendapatkan revan ada di depan matanya ,


" biarkanlah saat ini dia menganggap aku sebagai kirana , dengan begitu dia akan menjadi milikku selamanya , " batin melda tersenyum senang ,


" sayang , ayo kita pulang ke rumah , dan melanjutkannya di sana , " ucap melda tersenyum licik ,


sesampainya di apartemen , melda membopong revan masuk ke dalam , tapi tiba - tiba langsung di tahan oleh seseorang ,


" farel , ngapain kamu ke sini , " tanya melda terkejut ,


" saya hanya ingin datang menjemput sahabat saya dari wanita ular seperti kamu , " jawab farel mengambil paksa revan dan langsung memasukannya ke dalam mobil ,


" farel , farel , " panggil melda ,


melda terus memanggil nama farel , tapi panggilannya tak menghiraukan , farel melajukan mobilnya meninggalkan apartemen melda ,


sebenarnya , farel datang ke bar reno , hanya ingin menanyakan nomor om ayu , tapi saat masuk , matanya menangkap sesosok lelaki dan wanita sedang berciuman , dan saat dia lihat lagi , ternyata revan dan melda , jadi farel berniat mengikutinya ,


" untung saja , gue datang tepat waktu , kalau nggak , lo sudah habis di makan ular betina itu , " ucap farel menatap revan yg gelisah ,


melda begitu geram melihat farel yg selalu menggagalkan recananya ,


" aghhh , dasar kamu farel , awas saja kamu , saya bersumpah akan membalasmu " teriak melda , dengan penuh kemarahan ,


🌼......🌼


Maaf kurang memuaskan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2