
" ini bos , " ucap alex memberikan foto ,
revan menatap foto itu dengan tatapan yg sulit di artikan ,
" kerja bagus , tetap pantau , jangan sampai kehilangan jejak , dan satu lagi , cari tau lelaki yg bersamanya , " ucap revan ,
" baik bos , " jawab alex dan berlalu pergi ,
entah mengapa melihat foto kirana bersama lelaki lain membuat hati revan begitu sakit , bahkan revan meremas foto yg di berikan alex , kini pikirannya benar - benar tak fokus lagi pada pekerjaan ,
" ada apa denganku , kenapa sesakit ini melihat kirana bersama lelaki lain , " gumam revan ,
" nggak , ini nggak benar , saya "
tok , tokk , tokk ,
terdengar ketukan dari luar , membuat revan menghentikan ucapannya ,
" ada apa " tanya revan dengan nada terkesan dingin ,
" kita ada miting dengan pt . diamond tuan , " jawab dian gugup ,
" kenapa mendadak , bukannya besok mitingnya , " tanya revan heran ,
" katanya pemilik pt. diamond ada urusan besok , jadi ingin mengadakan mitingnya hari ini , " jawab dian menjelaskan ,
sebenarnya revan tak ingin miting hari ini , apalagi dengan pikiran yg kacau , tapi mengingat pt.diamond perusahaan yg sangat terkenal juga , dan cabang di mana - mana , revan tak dapat menolak , kapan lagi bisa bekerja sama dengan perusahaan itu , apalagi revan begitu penasaran dengan pemilik perusahaan diamond itu ,
setelah menyiapkan semuanya , revan dan dian bergegas menuju kafe yg sudah di sepakati ,
seorang lelaki tampan sedang duduk sambil meminum jus faforitnya , dan di belakangnya berdiri seorang asisten yg selalu setia menemaninya di manapun dia berada ,
" maaf , membuat anda menunggu , " ucap revan menghampiri ,
sang lelaki mendongakan kepalanya , saat mendengar suara revan ,
" tidak apa - apa , " ucap sang lelaki ,
revan terkejut melihat lelaki yg ada di hadapannya itu , bagaiman tidak , lelaki di depannya ini baru tadi dia lihat , walaupun hanya sekedar foto , berbeda dengan sang lelaki , dia tampak biasa saja , karna sebelumnya dia sudah mencari tau tentang revan ,
" perkenalkan , saya vemas putra wirawan , anak dari alm.pak wirawan pemilik perusahaan diamond sebelumnya , " ucap vemas mengenalkan diri ,
" saya revan aditia wiguna pemilik perusahaan wiguna , " ucap revan ,
" senang sekali bertemu dengan anda tuan revan , saya sudah mendengar banyak tentang anda , bahkan semua perusahaan berlomba - lomba ingin menjadi bagian dari perusahaan anda , " ucap vemas memuji ,
" terima kasih saya juga senang bertemu langsung dengan pemilik perusahaan diamond yg cabangnya di mana - mana , " ucap revan ,
" oy , ini konsep perusahaan yg akan saya tawarkan untuk bekerja sama , " ucap vemas memberikan berkas pada revan ,
asisten vemas mulai menjelaskan konsep yg ada di perusahaannya , tapi entah mengapa pikiran revan tak fokus disitu , dan tiba- tiba terdengar bunyi telfon dari saku celana vemas ,
" maaf tuan revan , saya mau angkat telfon dulu , " ucap vemas ,
asisten vemas melanjutkan penjelasannya , tapi bukannya dengar , revan malah fokus mendengar percakapan vemas di telfon ,
__ADS_1
" iya hallo , iya , nanti saya ke sana , dan saya akan membawakan pesanannmu , " ucap vemas dan mematikan telfonnya ,
" wanita kalau lagi hamil , permintaannya aneh - aneh , " gumam vemas membesarkan suaranya , dan itu berhasil membuat revan menatap vemas , dengan tatapan sulit di artikan ,
sementara ditempat lain kirana bingung dengan ucapan vemas ,
" ada apa dengan kak vemas , aku kan minta dia jemput dita , ko malah bahas pesanan , " ucap kirana heran ,
" sudahlah , mungkin aku yg salah dengar , " gumam kirana ,
setelah mematikan telfon , vemas terlihat sangat bahagia , dan itu tak luput dari pandangan revan ,
" jadi bagaiman tuan revan , apakah anda setuju dengan konsep yg kami tawarkan , " tanya vemas ,
sepertinya revan tak fokus mendengarkan pertanyaan vemas ,
dian terlihat bingung melihat sikap revan , yg seakan pikirannya di tempat lain , walaupun raganya bersama mereka ,
" tuan , " panggil dian , membuyarkan lamunan revan ,
" a , iya , " ucap revan ,
" maaf tuan revan , sepertinya anda lagi banyak pikiran , " ucap vemas , padahal sebenarnya dia tau apa yg ada di pikiran revan saat ini ,
" ini konsepnya tuan revan , jika anda berkenan , kita bisa bertemu kembali , " ucap vemas memberikan berkas ,
" iya , maaf , nanti saya pelajari , miting hari ini kita tunda dulu , " ucap revan ,
" tidak apa - apa tuan revan , saya juga mengerti , " ucap vemas tersenyum ,
" siapa , apakah dia istri anda , " tanya revan penuh selidik ,
entah kenapa melihat vemas menelfon hatinya begitu sakit , apalagi mendengar dia akan pergi menjemput seseorang , pikiran revan langsung tertuju pada kirana ,
" ya , sebentar lagi , " ucap vemas tersenyum , dan meninggalkan revan yg diam tanpa mengucapkan sepatah katapun ,
" lihat saja revan , saya tidak akan membiarkan kamu menyakiti kirana lagi , " gumam vemas tersenyum miring ,
.💮.....💮
di dalam mobil revan benar - benar tak fokus menyetir , ucapan vemas , begitu mengganggu pikirannya , bahkan dia membawa mobil dengan begitu kencang , membuat dian jadi takut ,
dian tak bisa melarang , karna dia tau bagaiman sikap revan saat marah ,
sesampainya di kantor , revan langsung meluapkan semua amarahnya pada benda - benda yg berada di meja dan sekelilingnya ,
prangk ,
benda jatuh ke lantai berantakan , dan hancur semua ,
" aaghhh , " teriak revan ,
revan terus membanting benda yg ada , hingga ruangan itu terlihat seperti kapal pecah ,
semua karyawan yg mendengar cerita dian , sudah bisa memastikan apa yg terjadi dalam ruangan bos mereka ,
__ADS_1
hingga tengah malam tiba , revan tak kunjung pulang di kediamannya , bi murni terlihat gelisah menunggu kepulangan revan , yg entah di mana berada sekarang ,
" kemana tuan revan , " gumam bi murni gelisah ,
sementara di bar , revan melampiaskan amarahnya pada minuman , tak peduli entah sudah berapa botol sudah di habiskan ,
reno yg melihat revan yg terus minum tak bisa berbuat apa - apa , dia masih ingat ucapan revan , jika dia berani melarang revan , maka taruhannya barnya akan tutup , jadi reno hanya bisa membiarkan apapun yg akan di lakukan revan ,
saat minum , revan di hampiri seorang wanita cantik dan menawarkan minuman ,
" sayang , ini untukmu , " ucap sang wanita memberikan gelas di tangan revan ,
tanpa melihat siapa yg memberikan gelas , revan langsung meminumnya hingga tandas ,
" sayang aku merindukanmu , " bisik melda memeluk revan ,
revan menatap wanita yg ada di depannya , tiba - tiba hawa panas menjalar di tubuhnya ,
" sayang , apa kamu merindukanku , " ucap melda lagi dengan nada mendayu ,
" kirana , apakah ini kamu sayang , aku juga merindukanmu , " ucap revan , yg melihat melda seperti kirana di matanya ,
" dalam keadaan mabuk saja , dia masih mengingat wanita itu , " batin melda kesal ,
tanpa peduli dengan orang di sekitar mereka , revan langsung melahap habis bibir melda dengan rakusnya , tangannya mulai menjalar ke dalam pakaiannya melda ,
melda begitu menikmatinya , serangan revan membuatnya terlena ,
melda begitu senang , rencananya berhasil , walaupun tadinya dia terlihat kesal karna revan terus menyebut nama kirana , tapi kali ini tidak lagi , peluang mendapatkan revan ada di depan matanya ,
" biarkanlah saat ini dia menganggap aku sebagai kirana , dengan begitu dia akan menjadi milikku selamanya , " batin melda tersenyum senang ,
" sayang , ayo kita pulang ke rumah , dan melanjutkannya di sana , " ucap melda tersenyum licik ,
sesampainya di apartemen , melda membopong revan masuk ke dalam , tapi tiba - tiba langsung di tahan oleh seseorang ,
" farel , ngapain kamu ke sini , " tanya melda terkejut ,
" saya hanya ingin datang menjemput sahabat saya dari wanita ular seperti kamu , " jawab farel mengambil paksa revan dan langsung memasukannya ke dalam mobil ,
" farel , farel , " panggil melda ,
melda terus memanggil nama farel , tapi panggilannya tak menghiraukan , farel melajukan mobilnya meninggalkan apartemen melda ,
sebenarnya , farel datang ke bar reno , hanya ingin menanyakan nomor om ayu , tapi saat masuk , matanya menangkap sesosok lelaki dan wanita sedang berciuman , dan saat dia lihat lagi , ternyata revan dan melda , jadi farel berniat mengikutinya ,
" untung saja , gue datang tepat waktu , kalau nggak , lo sudah habis di makan ular betina itu , " ucap farel menatap revan yg gelisah ,
melda begitu geram melihat farel yg selalu menggagalkan recananya ,
" aghhh , dasar kamu farel , awas saja kamu , saya bersumpah akan membalasmu " teriak melda , dengan penuh kemarahan ,
🌼......🌼
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😊