
Revan menyadari kalau apa yg di katakan adrian memanglah benar , tapi dia begitu kesal , karna adrian merahasiakan tentang kesehatan ibu diana , apalagi adrian sempat membahas melda sosok wanita yg saat ini ingin di lupakannya ,
kirana menghampiri revan di dalam kamarnya dengan membawa teh dan cemilan yg tak sempat di suguhkannya tadi ,
tok ,tok , tok , ,
" permisi tuan , sa , saya bawakan teh untuk tuan , " ucap kirana di balik pintu ,
revan hanya diam , tanpa menghiraukan panggilan kirana , dia ingin menyendiri tanpa di ganggu siapapun ,
kirana yg tak mendapat respon sama sekali , hanya menghela nafas , niat ingin menghibur , malah dia sendiri yg merasa butuh di hibur , apalagi mendengar dari mulut adrian , betapa besar rasa cinta revan pada sosok melda , walaupun kirana tak mengerti apa sebenarnya yg terjadi antara revan dan melda saat ini , hingga revan sudah jarang menemui kekasihnya itu ,
sementara di sebrang sana , melda begitu gelisah dan merasa bersalah , sebab revan sudah tau dirinya berselingkuh ,
" aggh , revan , aku benar - benar tak bisa melupakanmu , bagaimanapun caranya aku harus mendapatkanmu kembali , " ucap melda tersenyum licik ,
💮....💮
Kirana sedang menyiapkan makan malam di dapur , bau masakannya meyeruak di dalam ruangan , hingga sampai pada indra penciuman revan , ,
" ah , akhirnya masakannya sudah siap , " ucap kirana melihat masakan yg tertata di atas meja ,
kirana hendak menemui revan untuk mengajaknya makan malam ,
" tu , tuan masakannya sudah siap , mari kita makan , " ucap kirana melihat revan yg turun dari tangga ,
__ADS_1
revan hanya menatap sekilas kirana , dan berlalu pergi begitu saja ,
kirana hanya menatap punggung revan hingga menghilang , ada rasa sakit di hatinya melihat revan yg berubah dingin seperti semula ,
" tuan , mengapa dirimu berubah begitu cepat , " batin kirana ,
revan melajukan mobilnya begitu cepat , hingga memecah keheningan malam , dan sampailah di sebuah tempat yg ramai di hiasi lampu kelap kelip , dan suara dentuman musik mengiringi para muda mudi , yg melenggak lenggokan tubuhnya ,
ya revan sampai di bar , tempat yg sudah lama tak pernah lagi di singgahinya , tapi malam ini , entah angin apa yg membawa langkah kakinya menuju tempat itu ,
revan masuk ke dalam bar , aroma alkohol begitu menyengat , bahkan revan melihat sepasang entah itu kekasih atau bukan sedang berciuman tanpa menghiraukan sekelilingnya , dan juga banyak pasang mata yg melihat dirinya terutama kaum hawa , tapi revan tak memperdulikan tatapan itu ,
" hay bro , lama nggak bertemu , " sapa lelaki yg menghampiri revan duduk , yg di ketahui namanya reno sekaligus pemilik bar ,
" ambilkan minuman terbaik yg lo punya , " ucap revan ,
" hey , ada apa denganmu biasanya hanya memesan bir atau anggur , atau selera lo sudah berubah , kalau ia katakan , karna gue punya barang bagus buat lo , " ucap reno sambil meminum minuman di tangannya ,
" katakan barang bagus apa yg lo punya , " tanya revan penasaran ,
" gue punya primadona di sini , baru kemarin dapatnya , dia daun muda , masih segar dan pastinya dia masih virgin , sudah banyak yg minat tapi gue tolak , penawarannya kurang menggiurkan , tapi kalau untuk seorang Revan aditia wiguna , gue bakalan kasi , dan lo tenang saja , gue kasi harga teman , gimana , apa lo minat , " ucap reno tersenyum menatap revan ,
" gue nggak minat barang gituan , " ucap revan , walaupun dia pernah datang di bar bersama farel , tapi untuk masalah wanita dia nggak pernah menidurinya , berbeda dengan farel , lelaki itu sangat berpengalaman , entah sudah berapa banyak wanita yg di tidurinya ,
" gue kira lo akan sama dengan farel , ternyata gue dalah , " ucap reno , dan membuat revan menoleh menatap tajam ke arahnya ,
__ADS_1
" lo jangan pernah samakan gue dengan anak brandalan itu , cepat lo siapkan minuman yg terbaik yg lo punya , " ucap revan dengan nada dingin , dan reno tak dapat berkutik , diapun pergi mengambilkan minuman yg terbaik yg dia punya ,
sepeninggal reno , seorang wanita yg sedari tadi melihat revan mulai menghampiri ,
" hay tampan , apa aku bisa duduk di sini , " tanya seorang wanita sambil menujuk kursi kosong di samping revan ,
revan tak menghiraukan ucapan wanita itu , dia terfokus dengan minuman ditangannya , tanpa menunggu jawaban lagi , wanita itu langsung saja duduk , membuat revan menatap tajam padanya ,
" siapa yg nyuruh lo duduk di sini , pergi , " bentak revan , dengan sorot mata tajam ,
wanita itu tak bergeming , dia melancarkan aksinya untuk merayu revan ,
" tampan jangan galak - galak dong , " ucapnya sambil menyentuh wajah tampan revan , membuat revan geram ,
revan memegang tangan si wanita sehingga wanita itu meringis menahan sakit ,
" kalau kamu masih sayang tanganmu , jangan coba - coba menyetuhku dengan tangan kotormu itu , " ucap revan menghempaskan tangan si wanita dengan kasar ,
wanita itu begitu takut , melihat tatapan revan , seakan siap membunuhnya , diapun berlalu pergi menahan sakit di pergelangan tangannya ,
dan itu tak luput dari mata wanita lain yg berada di situ , mereka tak ingin berdekatan dengan revan dan mencari lelaki lain untuk di jadikan mangsa ,
.🌼....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1