
Kirana yg sedikit melirik ke arah revan , begitu kaget saat melihat revan yg menatapnya dengan tajam , aura wajahnya begitu menakutkan,
" dita , maaf ya , kayaknya aku harus pulang , aku baru ingat kalau masih ada pekerjaan rumah yg harus aku kerjakan , maaf ya nggak bisa temani lama ,, " ucap kirana beralasan , karna sudah merasa hawa panas di sekelilingnya ,
dita yg merasa kirana beralasan , hanya mengiyakan saja , karna dita tau , kirana pasti merasa takut , melihat tatapan tajam dari revan , bahkan dita juga tau , wanita yg bersama revan itu bukanlah kliennya ,
" ya , tapi kamu nggak boleh nolak , dan harus mau di antar ka vemas , gimana , " ucap dita menawari , seakan ingin membuat revan cemburu ,
" maaf kirana , aku ingin lihat sebarapa cemburunya suamimu itu , " batin dita tersenyum licik ,
kirana sebenarnya nggak mau , ingin rasanya menolak , apalagi revan yg terus memperhatikannya ,
"aku nggak butuh penolakan , kamu harus mau , , " ucap dita seakan tau pasti kirana akan menolak , ,
mau nggak mau , kirana terpaksa mengiyakan , walupun sebenarnya ada rasa kawatir di hatinya , dita tersenyum senang , karna kirana sudah mengiyakan,
vemas yg sepertinya tau maksud dita , mengikut saja , sebab dia juga sebenarnya merasa senang karna bisa berdua dengan kirana , walaupun dia tau kirana istri orang , dan memang kebetulan vemas ingin pergi juga , karna masih ada urusan yg harus di selesaikan ,
kalau dita ya jangan ditanya lagi , dia bahkan ingin terus bersama rio , sudah lama nggak bertemu membuat kedua insan itu di mabuk asmara , pengen nempel terus , apalagi dita hanya tinggal satu minggu saja , dan setelah itu akan ke luar negri lagi ,
💮 ....💮
Di dalam mobil , hanya ada keheningan , dan suara mesin serta mobil dan motor yg lewat memecah jalanan ,
__ADS_1
kirana masih diam melamun memikirkan revan dan melda , sementara vemas terus melihat kirana di kaca spion ,
" kirana , arah rumah kamu di mana , " tanya vemas , membuyarkan lamunan ,
kirana yg diam kaget , karna memang tidak memberitahukan alamat rumah revan , setelah memberitau , mobilpun melaju menuju kediaman revan ,
" terima kasih ya ka , " ucap kirana , saat keluar dari mobil ,
" iya , sama - sama " jawab vemas tersenyum ,
sebenarnya ada rasa di hati , ingin mengajak vemas masuk ke dalam rumah , tapi kirana sadar diri ,, walaupun statusnya istri , tetap saja dia hanya seorang pembantu bagi revan , dia juga nggak boleh seenaknya memasukan orang lain , apalagi seorang lelaki ,
saat hendak masuk vemas memanggil kirana ,
" kirana tunggu , " ucap vemas membuat langkah kaki kirana terhenti ,
" bisa minta nomor telfonnya , " ucap vemas sedikit gugup ,
kirana bukannya nggak mau memberikan , tapi dia tidak ingin membuat hubungannya dengan revan salah paham , walupun revan tak pernah menganggapnya istri ,
kirana sadar diri , kalau dirinya sudah jadi istri orang , jadi harus menjaga jarak pada lelaki lain ,
melihat kirana yg hanya diam saja , membuat revan merasa tak enak hati ,
__ADS_1
" kirana , maaf aku harus pergi , " ucap vemas , dan masuk ke dalam mobil ,
kirana hanya mengangguk saja tanpa menjawab , kali ini pikirannya hanya tertuju pada dua sosok yaitu revan dan melda , mengingat itu hati kirana benar - benar sakit ,
kirana sampai di pintu utama , di sana sudah ada pak deden yg menyambut kedatangannya ,
" nona , tuan revan sudah menunggu di dalam , " ucap pak deden tersenyum ,
kirana heran dan sedikit kaget mendengar nama revan , pasalnya tadi dia baru saja melihat revan bersama melda , dan juga kirana lebih duluan pergi dari kafe itu , benar - benar laki - laki misterius , pikirnya ,
kirana masuk ke dalam rumah , benar saja revan sedang menunggu kedatangannya , melihat revan saja , sudah membuat kirana menelan ludahnya dengan kasar ,
" tu , tuan , " ucap kirana sedikit gugup ,
revan yg mendengar kirana memanggilnya hanya diam tanpa melihat kirana , membuat kirana menjadi serba salah ,
" tu , tuan, " panggilnya lagi , dengan sedikit keras ,
kali ini revan menatapnya dengan tajam , kirana hanya menunduk menghindari tatapan revan , yg seakan mengintimidasinya ,
" oh jadi begini kelakuanmu saat saya tak ada di rumah , apa sekarang kamu ingin menunjukan sifat aslimu , ternyata benar semua keluargamu itu nggak ada yg benar , termaksud dirimu , benar - benar wanita pembawa sial , " hardik revan dengan senyum menyeringai , menatap kirana dengan tajam ,
kirana tak menyangka revan akan mengatakan kata kasar , apalagi revan membawa nama keluarganya , kirana tak dapat membendung air matanya lagi , kata - kata revan , begitu mengiris hatinya , sakit itulah yg di rasakan kirana saat ini , .
__ADS_1
🌼 ....🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak .😊