
Setelah bergelut dengan pagi yg cerah di kamar mandi , revan dan kirana akhirnya selesai juga dengan aktivitas mandinya , jangan lupakan wajah kirana yg benar - benar terlihat kesal , dan itu tak luput dari pandangan sang tuan muda revan , yg tersenyum senang ,
.......
sedangkan di tempat lain keduan insan yg belum sah dengan ikatan pernikahan dan bahkan sudah melakukan hubungan suami istri tengah bergelut dengan perasaan masing - masing ,
di bawah guyuran air , ayu terus menangis mengingat kehidupan yg di jalaninya , bahkan harus rela melepas kehormatannya , semua impian dan masa depannya benar - benar hancur dalam semalam ,
" hiks , hikss , hikss , aku wanita yg kotor , aku jijik dengan tubuh ini , aku , aku , hikss , " tangis ayu sambil menggosok kasar tubuhnya dengan spons ,
di luar farel begitu gelisah menunggu ayu yg tak kunjung keluar dari kamar mandi , entah apa yg di pikirkan wanita itu di dalam sana , hingga betah berlama - lama di kamar mandi ,
" kenapa dia lama sekali , bodohnya aku yg tak ikut mandi dengannya tadi , " ucap farel sambil memukul pelan kepalanya ,
tok , tok , tok
ketukan pintu dari luar membuat ayu menghentikan tangisannya ,
" ayu , apakah kamu baik - baik saja , " tanya ferel di balik pintu ,
" i , iya mas , " jawab ayu ,
" cepatlah keluar , aku ingin bicara denganmu , " ucap farel ,
ayu tak menjawab lagi , dan secepatnya mengakhiri ritual mandinya yg hampir memakan waktu satu jam itu ,
__ADS_1
ayu merutuki kebodohannya karna tak sempat membawa bajunya , dan mau tak mau dia harus keluar dengan handuk saja yg memang sudah tersedia di kamar mandi ,
ayu keluar dengan handuk yg terlihat pendek melilit di pinggangnya , membuat farel tak mengindahkan pandangannya ,
ayu merasa risih melihat pandangan farel yg tak berkedip sama sekali , dalam pikiran farel , benar kata reno , bodi ayu memang waw , kulit putih , bibir berwarna ceri , benar - benar membangkitkan hasrat farel ,
biasanya farel jika melihat wanita bayarnya menggunakan handuk setelah pergulatan mereka , hanya cuek dan menyuruhnya segra pergi , tapi berbeda dengan ayu , pagi ini melihat ayu dengan rambut basah dan handuk tipis untuk menutupi tubuh indahnya , tak mampu menahan hasrat farel yg mulai bangkit sedari tadi ,
" um ,, mas , " panggil ayu terbata ,
bukannya menjawab farel malah menghampiri ayu yg mulai gelisah melihat kedatangannya , tanpa bicara farel langsung membungkam bibir ayu yg sedari tadi seakan memanggilnya untuk di kecup ,
ayu hanya diam mematung merasakan bibir farel yg begitu lembut terasa di bibirnya , seakan terhipnotis , ayu menikmati pangutan itu , farel membawa ayu ke tempat di mana mereka menghabiskan malam yg panjang , dan ya pagi ini farel melakukannya lagi , mungkin saja semalam itu kurang baginya ,
💮......💮
" mas , ayo makan sarapannya sudah siap , " panggil kirana menghampiri revan yg sedang duduk tersenyum di ranjang ,
" kirana , " ucap revan , menatap lembut wajah kirana yg terlihat kelelahan , sambil memegang tangannya ,
" i , iya mas , " jawab kirana gugup , karna revan menatapnya begitu dalam ,
" maafkan aku , selama ini , aku sudah banyak salah sama kamu bahkan aku terus menyiksamu , tanpa bisa melihat ketulusan hatimu , " ucap revan merasa bersalah ,
kirana tak dapat menahan air mata yg langsung jatuh mendengar permintaan maaf dari revan ,
__ADS_1
" mas , aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu minta maaf , aku juga minta maaf , belum bisa menjadi istri yg baik buat kamu , " ucap kirana yg juga meminta maaf ,
" jangan minta maaf padaku sayang , kamu tidak pernah salah , dan bagiku kamu adalah istri terbaik di dunia ini , " ucap revan langsung memeluk kirana dengan erat , dan mencium pucuk kepalanya ,
setelah melepas pelukannya , revan menatap kirana dengan mata yg terlihat sayu , akibat pelukan mereka tadi , dan gesekan kedua benda kenyal itu , membuat revan ingin menuntut lagi ,
revan mencium bibir kirana , dan kirana tak menolak lagi , karna baginya revan adalah suaminya , dan berhak atas dirinya ,
revan membaringkan kirana sambil perdalam ciumannya , ciuman itu berubah menjadi panas karna kirana ikut membalasnya dan desahanpun lolos seketika saat revan mulai berpindah ke leher , yg sudah banyak di penuhi tanda bibirnya itu , jangan lupakan tangan revan yg mulai memegang kedua benda kenyal yg menjadi favoritnya ,
saat kedua insan yg sudah di selimuti kabut nafsu tiba - tiba
krukkkkkkkkk , ,
terdengar suara demo yg tentunya membuat mereka harus mengakhiri petualangan yg hampir akan di mulai , walaupun agak kesal , revan harus rela mengakhirinya ,
" ayo kita makan , cacing di perutku mulai demo , " ajak revan , membuat kirana merasa malu , karna sebenarnya perutnyalah yg berdemo ,
" maaaasssss , " pekik kirana terlihat malu , dan revan hanya tersenyum ,
mereka keluar dari kamar sambil bergandengan tangan , kebahagiaan terpampang jelas di wajah revan dan kirana , itu tak luput dari pandangan pak deden dan Art di kediaman wiguna ,
" semoga saja tuan revan dan nona selalu bahagia , " batin pak deden memandang kedua majikannya ,
🌼.....🌼
__ADS_1
Maaf kurang memuaskan , 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak .😊