
Setelah kepergian farel , revan bergegas menemui kirana yg sedang di dapur membereskan meja dan membersihkan sisa makan mereka ,
" kirana , " panggil revan ,
" i , iya tuan , " jawab kirana yg terkejut melihat kedatangan revan di dapur , yg tak biasanya ,
revan menatap kirana dengan tatapan yg sulit di artikan , sementara kirana bingung dengan tatapan revan padanya ,
" tu , tuan , apa tuan butuh sesuatu , " panggil kirana , karna melihat revan hanya diam saja ,
" kirana , bisakah mulai sekarang kamu tidak memanggilku tuan , aku merasa panggilanmu itu seperti aku sudah terlihat tua saja " ucap revan dengan raut wajah tak suka dengan panggilan kirana ,
" bukannya selama ini , dia tak masalah aku panggil tuan , kenapa sekarang dia merasa tak suka , ada apa dengannya , dia benar - benar berubah dari kemarin , " batin kirana menatap revan dengan tatapan bingung ,
revan melihat kirana diam , yg terus menatapnya , entah kenapa akhir - akhir ini kirana jika berhadapan dengan revan terlihat banyak diam ,
" kirana , " ucap revan lembut ,
kirana yg diam langsung kaget , mendengar panggilan revan yg begitu lembut di telinganya ,
" i , iya tu , eh umm , ummmmm, " ucap kirana terbata - bata sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal , mencoba memikirkan panggilan apa yg cocok untuk tuan revan nya,
revan tersenyum menatap kirana yg masih kebingungan memikirkan panggilan baru untuknya , sementara kirana melihat revan tersenyum jadi tambah bingung memikirkan apa yg akan membuat revan senang di panggil , mau kembali panggil tuanpun juga nggak mungkin lagi , revan benar - benar membuatnya harus ekstra berpikir ,
" mmmmm ka revan , mmmm , a , apa mau sesuatu , " ucap kirana tersenyum , entah kenapa panggilan kakak yg terlintas tiba - tiba di otaknya , dan ya seketika membuat raut wajah revan menampakan wajah cemberut , lagi - lagi panggilan itu menurutnya sangat tak cocok untuknya ,
" apa aku terlihat seperti kakakmu , kamu benar - benar payah kirana memanggil suami dengan panggilan kakak , " kesal revan , yg membuat kirana serba salah ,
" jadi aku harus memanggilmu apa , di panggil tuan nggak mau , di panggil kakakpun juga nggak mau , jadi harus di panggil apa , " ucap kirana yg memang masih bingung , otaknya benar - benar buntu kala berhadapan dengan revan ,
revan sudah pasrah , mungkin kali ini , dia harus memberi waktu untuk kirana memikirkan panggilan yg pas untuknya ,
" sudahlah , buatkan aku teh saja , dan antarkan ke ruanganku , sepertinya otakku butuh kehangatan , " ucap revan cemberut dan berlalu pergi ,
" seharusnya dia memanggilku dengan panggilan yg romantis seperti sayang atau my love , tapi dia malah manggil kakak , apa wajah gantengku ini terlihat seperti kakaknya , benar - benar menyebalkan " gerutu revan sepanjang jalan menuju ruangannya untuk menjernihkan pikiran dan jantungnya yg mulai berdebar kencang saat berdekatan dengan kirana ,
sementara kirana mematung masih dengan wajah bingung melihat revan yg pergi , dia benar - benar nggak ngerti apa yg terjadi pada revan , dan kali ini kirana memang harus memikirkan panggilan yg pas untuk revan agar revan tak menampakan wajah kesalnya lagi di hadapannya ,
" jadi aku harus manggil dia apa , aku benar - benar nggak ngerti dengan jalan pikirannya , " gumam kirana , melihat revan berjalan dan diapun segra ke dapur untuk membuatkan teh ,
" apa aku harus panggil dia mas , atau aghh , otakku benar - benar buntu sekarang , kenapa juga tuan revan ingin di panggil dengan sebutan yg lain , padahal selama ini dia begitu nyaman di panggil tuan , kenapa sekarang dia malah berubah , " gumam kirana yg terus berbicara tanpa henti ,
" kalau sayang , " ucap kirana tersenyum , seketika dia mulai sadar kembali ,
__ADS_1
" aghhh , kirana sadar , masa ia kamu harus panggil dia sayang , malu tau , " ucap kirana tersenyum memikirkan kata sayang , yg seandainya dia pakai , untuk mamanggil revan ,
di dalam ruangan revan begitu menikmati wajah kirana yg terus berbicara sendiri , wajahnya terlihat lucu di mata revan ,
" mas , sayang , panggilan yg bagus , apalagi kalau dia memanggil aku sayang , aku sangat - sangat menyukainya " ucap revan tersenyum yg terus menatap kirana di dalam cctv ,
sementara di dapur kirana masih bergelut dengan pikirannya , memikirkan panggilan yg pas untuk tuan revannya ,
kirana sudah selesai membuat teh dan saatnya mengantar teh tersebut untuk revan , dengan perasaan deg - degan kirana mencoba untuk bersikap setenang mungkin ,
" hufft , " kirana membuang napas sambil mencoba tenang ,
tok , tok , tok ,
" masuk saja rana , " ucap revan yg langsung membuat kirana gugup mendengar panggilan revan ,
deg , deg , deg ,
kirana berjalan mendekati meja untuk menyimpan teh , sementara revan pura - pura sibuk mengotak atik handphonenya ,
" i , ini tehnya , m , mas , " ucap kirana terbata menyimpan teh di atas meja , seketika revan berhenti mengotak atik hpnya ,
kirana sudah memutuskan untuk memanggil mas , seperti di sinetron biasa dia tonton , yg di mana seorang istri memanggil suaminya dengan mas ,
revan diam saja mendengar panggilan kirana untuknya , sementara kirana menatap revan yg terlihat diam dengan ekspresi yg berbeda ,
" apa kali ini aku salah manggil dia dengan sebutan mas , " batin kirana yg terus bertanya - tanya ,
" m , mas revan saya permisi , " pamit kirana yg tak ingin berlama - lama di ruangan revan ,
tanpa menunggu jawaban revan lagi , kirana langsung saja bergegas keluar , tapi belum beberapa langkah , revan sudah memanggilnya lagi membuat kirana terhenti dengan perasaan tak karuan ,
" jadi apa panggilan barumu untukku , " tanya revan yg seakan - akan tak mendengar panggilan kirana tadi ,
" jadi dia tidak mendengar aku panggil tadi , oh astaga , apa dia segitu fokusnya di depan hpnya sampai tak mendengar aku memanggilnya , " batin kirana yg mulai kesal karna revan tak mendengar panggilannya ,
kirana diam dengan wajah kesal , sementara revan tak sabar menunggu kirana memanggilnya lagi ,
" a , iya , mas , mas revan , " ucap kirana , sambil meremas tangannya , mengulang lagi kata - katanya ,
" mas apa maksudnya hmmm , " tanya revan berdiri mendekati kirana , membuat kirana mundur ,
" a , maksudnya , m , mas , ya , mas revan panggilan baru untukmu , mas revan , " jawab kirana , terus mundur , sementara revan melangkah maju dan terdengar bunyi " tok " , badan kirana tak dapat mundur lagi karna mentok di dinding membuatnya jadi merasa gugup , sementara revan tersenyum menikmati wajah kirana sudah merah bagai kepiting rebus ,
__ADS_1
kini mata revan menatap lekat mata kirana yg seakan memancarkan cahaya gelisah dan gugup ,
" panggil aku mas sekali lagi , " ucap revan membisikan di telinga kirana , membuat kirana jadi merinding akibat napas revan yg menerpa telinganya ,
kirana hanya diam , menelan ludahnya dengan susah payah , kala revan tepat di hadapannya , revan tak hentinya menatap , seakan siap menuntutnya untuk mengulangi sekali lagi kata - katanya , sementara kirana hanya bisa menunduk menghindari tatapan revan ,
revan tersenyum melihat kirana menunduk , seketika
revan mengangkat dagu kirana agar bisa menatapnya ,
" panggil aku , m , " ucap revan yg langsung di potong kirana ,
" mas revan , " ucap kirana lantang dengan cepat , berharap setelah mengucapkan itu , revan secepatnya melepaskannya agar dia bisa pergi ,
lagi - lagi revan hanya tersenyum menatap kirana , apalagi melihat bibir yg baru saja memanggilnya mas revan itu , rasanya ingin segra mencicipinya lagi ,
sedangkan kirana jangan di tanya lagi rasanya ingin menenggelamkan seluruh tubuhnya di dalam laut yg paling dalam , karna sudah tak bisa menahan jantungnya yg seakan ingin keluar , dia ingin cepet pergi dari hadapan revan tapi sepertinya harapannya sirna , karna revan tak semudah itu melepaskannya , revan menekankan kedua tangannya antara sisi kanan dan kiri badan kirana ,
kirana jadi panik , tak bisa kemana - mana , apalagi revan semakin mendekatkan wajahnya , membuat kirana bertambah panik , entah apa yg akan di lakukan revan padanya ,
kirana hanya bisa pasrah dan jalan satu - satunya kirana diam , saat aroma maskulin itu dekat di indra penciumannya , seketika bibir kirana seakan terkunci tak dapat mengeluarkan sepatah katapun dan alhasil kirana hanya bisa menutup mata , saat revan mulai hampir sampai di depan wajahnya dan ya ,
cup ,
deg ,
jantung kirana berpacu , saat revan menciumnya , kirana yg menutup mata seketika membuka matanya , dan saat membuka mata revan sudah tak ada di hadapannya , napasnya tiba - tiba keluar dengan perasaan lega ,
tak ingin menyiakan kesempatan kirana langsung pergi secepat mungkin , tapi belum sampai di depan pintu kirana sempat terhenti karna mendengar ucapan revan ,
" rana terima kasih , ciuman itu hadiah untukmu karna sudah memanggilku dengan panggilan mas , " ucap revan tersenyum tanpa melihat kirana , sedangkan kirana secepatnya pergi seperti orang di kejar ,
" dia benar - benar aneh , apa sebuah panggilan harus di kasi hadiah kecupan , oh astaga jantungku , rasanya ingin copot saja , " gumam kirana berjalan sambil memegang dadanya , menenangkan jantungnya yg berdegub kencang , seakan ingin melompat dari tempatnya ,
sementara di dalam ruangan revan memperhatikan ekspresi wajah kirana di dalam cctv ,
" mas , panggilan yg bagus , tapi lebih bagus lagi kalau dia panggil aku sayang , " gumam revan tersenyum , sambil memegang bibirnya ,
revan benar - benar membuat kirana tak berkutik , entah kenapa akhir - akhir ini bibir kirana sudah menjadi candu untuknya , .
🌼....🌼
Maaf kurang memuaskan 🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊