
Masa kini
“ Maafin aku , karena dulu aku selalu menyepelekan hari - hari penting mu . Maafin aku juga , karena telah merenggut kesucian mu dihari spesial mu sayang . “ arfan menangis di pelukan dina , dengan penuh penyesalan .
Dina mengangkat tangan nya , ingin membalas pelukan arfan yang menangis . tapi dina urungkan , karena melihat kedatangan shela yang bergandengan dengan suaminya , dina pun menjauh kan arfan agar tidak memeluknya .
“ Dina , kamu apa kan arfan sampai nangis gitu ? jangan - jangan kamu tolak lamaran nya yah , gara-gara si arfan sekarang sudah gak punya apa - apa ? “ shela langsung menuduh , saat melihat keadaan arfan .
Shela hanya bermaksud menggoda sahabatnya , bukan benar-benar menuduh dina . Rey sudah bercerita padanya , perihal cerita arfan yang pergi dari rumah nya dan memilih tinggal bersama di kontrakan kecil dina . Shela percaya , meski mereka tinggal di satu atap yang sama , tapi mereka tidak akan melakukan hal yang seperti dulu , mengingat bagaimana sikap dina pada arfan sekarang .
“ Sembarangan aja kalo ngomong kamu shell . Kalo aku nolak dia , sudah pasti aku usir dia dari kontrakan ku . " balas dina .
Seperti nya dina tidak sadar , jika shela hanya menjebaknya . “ Oh jadi cerita nya , kamu sekarang sudah menerima arfan lagi nih , alias CLBK atau cinta lama belum kembali pulang . Sepertinya nanti kita bakalan sering bertemu , karena dari kita bestie menjadi iparan . “
Haha “ shela tertawa puas setelah berhasil menjebak nya .
Arfan menghapus air matanya beralih dengan senyum yang mengembang , karena mendengar pengakuan dina yang mengatakan jika dirinya sudah di terima dina . “ Kamu beneran sudah menerima cinta ku sayang ? kamu juga sudah memaafkan ku sayang ? “ tanya arfan dengan mengguncang pundak dina saking eksaited nya .
Dina hanya tersenyum simpul saat arfan terus mengguncang kan badan nya . “ emang nya kamu pernah meminta ku untuk bersama dengan mu ? seperti nya tidak deh . kamu kan bersamaku , hanya untuk numpang tidur doang . jadi , jangan terlalu geeran deh kamu . “ dina berpura-pura menampiknya .
“ Ternyata kamu emang benar-benar payah dan tidak peka . Dulu saja saat kamu masih sakit , kamu selalu menyebut nama ina , sekarang orang nya sudah di depan mata , malah gak berani untuk mengatakan nya , dasar cemen . perempuan itu butuh kepastian bro , bukan untuk di gantungin kaya jemuran woy . Hayu sayang kita keluar aja ! kita lanjutin bercocok tanam aja , dari pada mantengin mereka berdua pacaran . " sahut rey , dengan membawa shela keluar dari ruang santai nya , untuk memberikan waktu pada adiknya untuk mengungkapkan perasaan nya .
Shela mencubit perut rey , saat sudah keluar dari ruang santainya , karena berbicara tanpa disaring terlebih dulu , rey benar-benar berubah menjadi omesh setelah menikah dengan nya . “ abang tadi bilang apa sama mereka , abang bilang akan mengulang ? patak mu mengulang , rambut aja masih basah udah mau mengulang . “ shela menjawab dengan kesal , karena suami nya berubah jadi omesh “
“ Ko perut abang malah dicubit , nanti perut abang ilan suspek nya . lagian abang cuma bercanda doang tadi , tapi kalo mau mengulang lagi juga abang siap lahir dan batin sayang . kita kan emang harus banyak - banyak memproduksi biar.... “
__ADS_1
Shela mencabikkan mulut nya , kemudian turun kebawah dengan meninggal kan rey yang masih berbicara . “ mending aku makan dulu , pusing ngadepin suami yang mesumnya minta ampun . “ gumamnya .
“ Sayang , abang kan lagi ngomong . Jahat banget sih , main tinggal aja . " rey merengek seperti anak yang ditinggal kan induk nya , saat shela malah meninggalkan nya .
*****
“ Jadi gimana sayang ? “ arfan seperti salah tingkah , saat di tinggal berdua lagi dengan dina .
“ Gimana apanya sih ? kalo ngomong yang jelas atuh ih . “ dina yang kesal pun malah balik bertanya lagi . ’ nih orang pak peka pisan , bukannya cepat nyatain perasaan atau cepat ngelamar kek , malah bertele-tele tidak pasti . ' gerutu dina dalam hatinya .
Mendapatkan peluang untuk memiliki dina selamanya , arfan pun bertekad menyatakan perasaan nya pada dina sekarang juga , meski masih takut dina belum bisa memaafkan nya . Arfan meraih kedua tangan dina dan untuk menghilangkan rasa takut nya , arfan berdeham terlebih dulu “ ehem , boleh aku berbicara serius dengan mu ? “ ujar arfan , dengan mengubah wajahnya menjadi sangat serius sekaligus gugup .
“ Bukan nya dari tadi kamu sedang berbicara , kenapa baru sekarang ijinnya ? “ jawab dina dengan perasaan yang dag dig dug ser , padahal arfan belum mengatakan perasaan nya .
“ Oke , pertama - tama aku ingin tanya serius dengan kamu ina , apa kamu sudah bisa memaafkan segala kesalahan ku dulu sama ina ? “
“ Yang kedua , saya ingin memastikan saja , apa kamu benar-benar sudah bisa menghilang kan rasa trauma mu , padaku saat ini ? “
Dina kembali menganggukkan kepalanya . “ seperti sudah , karena sekarang aku sudah menghilang kan rasa sakit ku kepadamu . “ dina menjawab sedikit ragu .
“ Ko seperti nya , apa kamu masih belum yakin dengan perasaan yang kamu rasa saat ini dengan aku ? “ arfan sedikit kecewa dengan jawaban berbelit - belut dina .
Dina yang kesal , karena arfan yang tak kunjung mengatakan perasaan nya pun beranjak dari duduk nya . “ aku mau pulang aja , capek juga di php in . “ sungut dina .
Arfan meraih tangan dina, untuk mencegah dia pergi . “ tunggu dina ! kamu mau kan jadi ke kasihku lagi ? “
__ADS_1
Dina tersenyum , karena arfan akhirnya mengungkapkan perasaan juga . “ tidak , karena yang aku butuhkan itu .....
“ Mamah “ panggil azkal .
“ Sayang , kamu kesini dengan siapa ? “ melihat kedatangan anaknya , dina pun lupa menjelaskan jawaban yang dia kasih pada arfan .
Arfan terlihat kecewa sekali , setelah dina menolak dirinya .
“ Aku sama tante rinn mah , dia lagi bicara sama tante shell di bawah . “ jelas azkal .
“ Kalo mereka di bawah , azkal tahu dari mana mama ada di atas ? “ tanya dina , saat anak - anaknya tiba-tiba sudah di hadapan nya .
“ Tadi mah dianterin sama om rey kesininya , terus om rey nya masuk kekamar nya . “ jelas azkal .
“ ya sudah kita turun ke bawah yu sayang ! “ ujar dina dengan membawa azkal turun je bawah , dina sampai melupakan arfan yang masih diam di tempat , karena dina menolak nya .
“ kalian berdua tega banget , gak ngajak aku juga untuk bergabung dengan kalian . “ dina merajuk , saat melihat kedua sahabat nya bercerita dan bercanda gurau tanpa mengajaknya .
“ Mama kaya anak kecil aja sih merajuk seperti itu . " saut azkal , saat melihat ibunya malah merajuk .
“ Kamu gak tahu kal , mama kamu kan emang seperti anak kecil . “ saut rina , dengan menambahkan candaan nya .
“ Bukan nya kamu lagi bicara dengan arfan ? “ tanya shela , saat melihat dina hanya turun dengan azkal .
Dina menepuk jidat nya , karena melupakan arfan di atas . “ sayang , kamu sama tante - tante mu dulu yah ! mama lupa mau bicara dengan om arfan , yang masih berada di atas . “ ujar dina , dengan berlari kembali ke atas .
__ADS_1
Bersambung