Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
79 . Apa yang kita tanam , itulah yang kita tuai


__ADS_3

" si siapa laki-laki itu teh ? " ayah berbicara dengan terbata - bata .


ayah langsung bertanya tentang arfan , saat arfan keluar untuk memanggil dokter . meski ayah dina belum tahu sama sekali tentang arfan , tetap saja ayah dina harus waspada pada lelaki mana pun yang mendekati anaknya.


" laki-laki itu , dia "


bibir dina terasa keluh disaat dina , akan berkata jujur tentang siapa arfan sebenarnya .


saking gugupnya dina , tanpa dina sadari tangan nya memukul luka yang ada di kepalanya sendiri . " awww " dina meringis kesakitan .


" teteh kenapa ? " bicara ayah mulai terdengar lancar .


mendengar dina meringis , ayah langsung memeriksa kepala dina yang terus dipegang nya . " lebih dekat teh ! ayah hanya ingin tahu . "


ayah melihat luka di kepala dina , di baluti kain kasa untuk menutupi lukanya . karena cukup besar , ayah membuka kain kasanya untuk melihat luka yang dialami dina .


" kenapa kepala teteh sampai di jahit seperti ini ? " ayah terlihat khawatir setelah melihat luka yang dialami dina .


melihat ayah nya lebih mengkhawatirkan luka nya , dan melupakan tentang siapa arfan . dina mulai merasa lega . " kecelakaan di pabrik yah , tapi udah mendingan ko yah . "


" jahitan aja masih basah ko , bilangnya udah mendingan . harus teteh istirahat di rumah , jangan malah jagain ayah di sini . " ayah mengomeli dina , karena ayah lebih mengkhawatirkan kondisi dina .


ceklek

__ADS_1


dokter yang arfan panggil masuk dan langsung memeriksa ayah dina . " apa ada keluhan pak ? " tanya sang dokter saat memeriksa keadaan ayah . " keadaan bapak sudah stabil semua , tinggal pemulihan nya saja yah pak . " ujar dokter setelah memeriksa kondisi ayah dina .


setelah memeriksa kondisi ayah , dokter pun langsung keluar .


ayah dina kembali menyorot arfan yang sedang berdiri di samping dina , setelah sesaat melupakan arfan . sebagai orang tua , tentu ayah tidak ingin dina kembali mengalami hal buruk seperti dulu . " siapa namamu ? dari mana asalmu ? sedekat apa kamu sama anak saya ? " ayah begitu detail bertanya pada arfan .


arfan dan dina saling melihat , mereka berdua terlihat sangat gugup , apalagi ayahnya dina langsung to the poin bertanya pada langsung pada arfan .


" teteh kemarilah ! " dina pun langsung mendekati ayah nya dengan sangat gugup . tatapan ayahnya terlihat sangat serius , jika ada laki-laki yang mendekati anaknya . " teteh harus ingat kata - kata ayah , teteh jangan terlalu mudah percaya pada laki-laki ! cukup satu kali teteh membuat kesalahan , jangan sampai kebodohan teteh yang dulu terulang kembali . "


bukan tanpa sebab ayah memperingati dina seperti itu , kejadian dulu yang pernah dina alami membuat semua keluarganya harus lebih ekstra menjaga dina .


arfan semakin terlihat tegang , setelah mendengar ucapan ayah untuk dina . untuk pertama kalinya arfan berhadapan langsung dengan ayahnya dina setelah sadar , meski beberapa hari ini arfan selalu menemani dina menjaga ayahnya , tapi saat dalam keadaan belum sadarkan diri .


baru dua langkah arfan langsung menghentikan langkah nya , kemudian arfan langsung mengenalkan diri . " namaku arfan , tempat tinggal ku di jakarta , aku dekat dengan dina karena aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya . " meski tegang , tapi arfan berniat mengatakan yang sebenarnya .


" jelaskan maksud dari kata - kata mu ? " ungkapan arfan membuat ayah semakin murka .


dina yang mengerti maksud ucapan arfan pun langsung memeluk ayah nya , agar ayah bisa tenang kembali . " sabar ayah , dia hanya ingin bertanggung jawab atas luka yang teteh alami yah . "


bukan dina tidak senang dengan kejujuran arfan , tapi bukan saat nya arfan mengatakan yang sebenarnya pada keluarga nya , terlebih pada ayah nya yang baru saja siuman . " ayah istirahat lah dulu , kan ayah baru saja pulih .


" sebaiknya teteh yang istirahat , karena ayah tidak akan bisa istirahat sebelum mengetahui maksud dari perkataan laki-laki ini " ayah menolak permintaan dina , karena ayah cukup penasaran dengan apa yang dimaksud arfan .

__ADS_1


" yah , kan teteh sudah jelasin maksud dari ucapan nya , masa ayah gak percaya sama teteh . " dina terus menyakinkan ayah nya.


ceklek


ibu dan disya masuk , saat suasana diruangan masih terlihat tegang .


" nak arfan ngapain berdiri di sini ? " ibu menyapa arfan terlebih dulu , karena arfan berdiri di dekat pintu masuk .


" iyah , kenapa aa berdiri di sini ? muka aa juga kenapa tegang sekali sih ? aa grogi yah berhadapan langsung dengan ayah . " disya mulai berani menggoda arfan , karena disya mulai menyukai dan mendukung arfan menjadi kaka ipar nya .


" disya " dina langsung memperingati adiknya , agar tidak berbicara yang aneh - aneh di hadapan ayah.


ehemm


ayah berdehem saat melihat kedekatan arfan dengan keluarga nya . " bu , kemarilah ! " ibu pun langsung mendekati suaminya . " ibu mengenal laki-laki itu ? "


" kenal , kan nak arfan ini atasan teteh . nak arfan juga yang menanggung semua biaya ayah selama di rawat . gimana keadaan ayah sekarang ? "


meski ibu mengalihkan omongan , tetap saja ayah terus mengatakan rasa tidak sukanya pada arfan . " apa ibu tidak merasa aneh ? mana ada seorang atasan mau membiayai keluarga bawahan nya , kalo tidak sedang mengincar anak kita bu . "


" ibu malah sangat senang kalo teteh sama nak arfan yah . nak arfan ini sangat baik , dia juga sangat sayang pada cucu kita , pasti nak arfan akan sangat bertanggung jawab dengan teteh . tidak seperti laki-laki pengecut itu yah , yang hanya memberi luka pada anak kita . " ibu terus memuji kebaikan arfan tanpa dia tahu , arfan juga lah yang memberi luka pada anaknya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2