
" si siapa laki-laki itu teh ? " ayah berbicara dengan terbata - bata .
ayah langsung bertanya tentang arfan , saat arfan keluar untuk memanggil dokter . meski ayah dina belum tahu sama sekali tentang arfan , tetap saja ayah dina harus waspada pada lelaki mana pun yang mendekati anaknya.
" laki-laki itu , dia "
bibir dina terasa keluh disaat dina , akan berkata jujur tentang siapa arfan sebenarnya .
saking gugupnya dina , tanpa dina sadari tangan nya memukul luka yang ada di kepalanya sendiri . " awww " dina meringis kesakitan .
" teteh kenapa ? " bicara ayah mulai terdengar lancar .
mendengar dina meringis , ayah langsung memeriksa kepala dina yang terus dipegang nya . " lebih dekat teh ! ayah hanya ingin tahu . "
ayah melihat luka di kepala dina , di baluti kain kasa untuk menutupi lukanya . karena cukup besar , ayah membuka kain kasanya untuk melihat luka yang dialami dina .
" kenapa kepala teteh sampai di jahit seperti ini ? " ayah terlihat khawatir setelah melihat luka yang dialami dina .
melihat ayah nya lebih mengkhawatirkan luka nya , dan melupakan tentang siapa arfan . dina mulai merasa lega . " kecelakaan di pabrik yah , tapi udah mendingan ko yah . "
" jahitan aja masih basah ko , bilangnya udah mendingan . harus teteh istirahat di rumah , jangan malah jagain ayah di sini . " ayah mengomeli dina , karena ayah lebih mengkhawatirkan kondisi dina .
ceklek
__ADS_1
dokter yang arfan panggil masuk dan langsung memeriksa ayah dina . " apa ada keluhan pak ? " tanya sang dokter saat memeriksa keadaan ayah . " keadaan bapak sudah stabil semua , tinggal pemulihan nya saja yah pak . " ujar dokter setelah memeriksa kondisi ayah dina .
setelah memeriksa kondisi ayah , dokter pun langsung keluar .
ayah dina kembali menyorot arfan yang sedang berdiri di samping dina , setelah sesaat melupakan arfan . sebagai orang tua , tentu ayah tidak ingin dina kembali mengalami hal buruk seperti dulu . " siapa namamu ? dari mana asalmu ? sedekat apa kamu sama anak saya ? " ayah begitu detail bertanya pada arfan .
arfan dan dina saling melihat , mereka berdua terlihat sangat gugup , apalagi ayahnya dina langsung to the poin bertanya pada langsung pada arfan .
" teteh kemarilah ! " dina pun langsung mendekati ayah nya dengan sangat gugup . tatapan ayahnya terlihat sangat serius , jika ada laki-laki yang mendekati anaknya . " teteh harus ingat kata - kata ayah , teteh jangan terlalu mudah percaya pada laki-laki ! cukup satu kali teteh membuat kesalahan , jangan sampai kebodohan teteh yang dulu terulang kembali . "
bukan tanpa sebab ayah memperingati dina seperti itu , kejadian dulu yang pernah dina alami membuat semua keluarganya harus lebih ekstra menjaga dina .
arfan semakin terlihat tegang , setelah mendengar ucapan ayah untuk dina . untuk pertama kalinya arfan berhadapan langsung dengan ayahnya dina setelah sadar , meski beberapa hari ini arfan selalu menemani dina menjaga ayahnya , tapi saat dalam keadaan belum sadarkan diri .
baru dua langkah arfan langsung menghentikan langkah nya , kemudian arfan langsung mengenalkan diri . " namaku arfan , tempat tinggal ku di jakarta , aku dekat dengan dina karena aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya . " meski tegang , tapi arfan berniat mengatakan yang sebenarnya .
" jelaskan maksud dari kata - kata mu ? " ungkapan arfan membuat ayah semakin murka .
dina yang mengerti maksud ucapan arfan pun langsung memeluk ayah nya , agar ayah bisa tenang kembali . " sabar ayah , dia hanya ingin bertanggung jawab atas luka yang teteh alami yah . "
bukan dina tidak senang dengan kejujuran arfan , tapi bukan saat nya arfan mengatakan yang sebenarnya pada keluarga nya , terlebih pada ayah nya yang baru saja siuman . " ayah istirahat lah dulu , kan ayah baru saja pulih .
" sebaiknya teteh yang istirahat , karena ayah tidak akan bisa istirahat sebelum mengetahui maksud dari perkataan laki-laki ini " ayah menolak permintaan dina , karena ayah cukup penasaran dengan apa yang dimaksud arfan .
__ADS_1
" yah , kan teteh sudah jelasin maksud dari ucapan nya , masa ayah gak percaya sama teteh . " dina terus menyakinkan ayah nya.
ceklek
ibu dan disya masuk , saat suasana diruangan masih terlihat tegang .
" nak arfan ngapain berdiri di sini ? " ibu menyapa arfan terlebih dulu , karena arfan berdiri di dekat pintu masuk .
" iyah , kenapa aa berdiri di sini ? muka aa juga kenapa tegang sekali sih ? aa grogi yah berhadapan langsung dengan ayah . " disya mulai berani menggoda arfan , karena disya mulai menyukai dan mendukung arfan menjadi kaka ipar nya .
" disya " dina langsung memperingati adiknya , agar tidak berbicara yang aneh - aneh di hadapan ayah.
ehemm
ayah berdehem saat melihat kedekatan arfan dengan keluarga nya . " bu , kemarilah ! " ibu pun langsung mendekati suaminya . " ibu mengenal laki-laki itu ? "
" kenal , kan nak arfan ini atasan teteh . nak arfan juga yang menanggung semua biaya ayah selama di rawat . gimana keadaan ayah sekarang ? "
meski ibu mengalihkan omongan , tetap saja ayah terus mengatakan rasa tidak sukanya pada arfan . " apa ibu tidak merasa aneh ? mana ada seorang atasan mau membiayai keluarga bawahan nya , kalo tidak sedang mengincar anak kita bu . "
" ibu malah sangat senang kalo teteh sama nak arfan yah . nak arfan ini sangat baik , dia juga sangat sayang pada cucu kita , pasti nak arfan akan sangat bertanggung jawab dengan teteh . tidak seperti laki-laki pengecut itu yah , yang hanya memberi luka pada anak kita . " ibu terus memuji kebaikan arfan tanpa dia tahu , arfan juga lah yang memberi luka pada anaknya .
Bersambung
__ADS_1