
" Kalo kamu ingin menenangkan diri , disini lah tempat nya ! karena sekarang rumah beserta aset yang abang punya itu sudah menjadi milikmu sayang , justru yang seharusnya pergi dari rumah itu , abang . Hidup abang sekarang , bergantung dengan mu sayang . Karena abang sudah tidak mempunyai harta , abang sekarang sudah miskin . " rey berbicara dengan menempelkan keningnya , di kening istrinya .
Shela menggeleng kan kepalanya karena tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran nya suami nya , saat melimpah kan semua harta nya padanya . " kenapa abang melakukan itu semua bang ? jangan mencintai ku sebesar itu bang , aku sungguh takut tidak bisa membalas rasa cintamu yang begitu besar padaku . "
Rey mengusap air mata shela dengan jemari nya . " kamu masih ingat , apa yang pernah abang dulu ucapkan sama kamu ? "
Shela langsung menggeleng kan kepala , karena tidak mengingat ucapan yang pernah suami nya ungkapkan padanya dulu . " emang abang pernah bilang apa pada ku bang ? "
Rey meraba bibir shela yang terlihat seperti buah cheri . " kalo kamu lupa , biar abang ingatkan lagi . "
Cup
Rey mengecup sekilas bibir istrinya , sebelum meneruskan berbicara . " abang pernah bilang , kamu tidak perlu repot - repot membalas rasa cinta abang padamu sayang , tapi cukup kamu selalu berada di samping abang , menemani abang sampai menua dan pernah berpikiran untuk meninggalkan abang , itu pun sudah cukup buat abang . biar abang yang akan memikul beban cinta abang yang besar padamu , dede hanya boleh menerima luapan cinta abang aja . "
Mendengar untaian manis dari suami nya , shela memajukan wajahnya untuk mengecup sekilas bibir rey , yang telah mengeluarkan kata - kata yang cukup buat hati shela meleleh .
Cup
Shela mengecup bibir rey , shela sekarang sudah tidak merasakan canggung , meski dirinya yang memulainya . " manis banget sih , kata - kata abang . " shela tersipu malu , karena telah mendapatkan untaian kata dari rey yang begitu dalam untuk nya .
" Kalo lagi malu - malu gitu , makin gak tahan abang lihatnya . pindah ke ranjang yu sayang ! " Rey menuntun shela ke ranjang nya .
Rey merebahkan kepalanya , di paha shela dengan tangan nya melingkar di pinggang istrinya , rey benar - benar menghabiskan waktu siangnya di dalam kamar dengan bermanja-manja .
" Perasaan abang bilang padaku , kalo abang ingin pergi dari rumah ini ? tapi kalo benar abang melakukan nya , abang benar -benar mau membuat ku , semakin tidak di sukai papa reyhan yah ? " ujar shela dengan berbicara lebih santai , meski sedikit menekan .
Tangan rey sudah mulai
__ADS_1
nakal masuk kedalam pakaian shela . " justru abang senang malah , papa tidak menyukai mu , karena yang boleh menyukai mu itu hanya abang seorang . " Rey menjawab dengan ambigu , karena rey sedang menikmati benda kenyal milik istrinya .
Rey tersenyum melihat istrinya , juga menikmati sentuhan tangan nakalnya . Karena gemas dengan istrinya , rey langsung melepaskan pakaiannya dan pakaian shela . setelah semua terlepas rey memagut bibir ranum istrinya dengan lembut .
Hmmmpphhh
Setelah puas memainkan bibir ranum shela , rey mulai turun ke leher nya dengan meninggalkan tanda cintanya . shela mulai melenguh , setelah rey mulai menurunkan bibirnya ke area dadanya . " let's Go sayang , kita mulai . " pasangan suami istri itu mulai menikmati surga dunia di tengah hari , setelah perdebatan panas mereka . Usai kegiatan panas , pasangan suami istri pun terlelap hingga sore hari .
ting tong
ting tong
ting tong
ting tong
Suara bel itu benar - benar mengganggu kedua pasangan yang masih terlelap . Shela membuka matanya dan menggoyang - goyang kan tubuh rey , karena mendengar bel rumah yang begitu mengganggu nya . " abang bangun ! itu bel nya berisik banget dari tadi . bukain dulu pintunya ! aku mau mandi bang . " shela terus menggoyang kan tubuh suaminya , agar rey membuka matanya dan bergegas membukakan pintu .
Shela yang melihat belalai suami nya belum ditutup pun teriak , saat rey ingin keluar . tapi belum mengenakan bajunya . " Abang STOP ! " shela menghentikan langkah rey , karena rey belum mengenakan pakaian sama sekali .
" Apa sih de ? katanya suruh bukain pintu , ini abang kan mau buka pintu . " rey masih belum menyadari , jika diri nya tak mengenakan pakaian .
Shela mengenakan selimut untuk menutupi dirinya , yang belum mengenakan pakaian . kemudian bangun dan memunguti kemeja dan boxer rey untuk di kenakan . " pakai dulu bajunya ! baru keluar bukain pintu . "
Rey pun baru menyadari , jika dirinya belum mengenakan pakaian . Rey langsung menerima pakaian yang diambilkan shela , kemudian buru - buru memakai nya . " lupa , abang belum mengenakan baju . tapi makasih sayang , kamu sudah menyelamatkan si atung . " rey keluar untuk membuka pintu setelah mengenakan bajunya , sementara shela masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri .
Cek lek
__ADS_1
Rey membukakan pintunya dengan kesal , karena tamu kurang ajar nya terus memencet bel rumahnya . " sialan kamu fan , kamu mau merusak bel rumah kakak . " sungut rey , karena arfan terus menerus memencet bel nya .
" Alah bel rusak tinggal ganti doang ribet amat sih bang . lagian abang abis ngapain sih , lama banget bukanya . Gak tahu apa istriku dari tadi nguwatirin mba shela , takut mba shela kenapa - napa . " arfan langsung masuk kedalam rumah dengan menggandeng dina .
" Makannya nikahin ! biar bisa disebut sebagai istri , jangan hanya ngaku - ngaku doang . " jawab rey , dengan menutup pintu kembali , setelah arfan masuk tanpa di persilahkan .
" Selamat sore pak rey , maaf ganggu bapak . tapi , apa yang diucapkan arfan benar , aku sangat mengkhawatirkan keadaan shela pak . " saut dina dengan sopan , meski rey suami dari sahabat nya , rey tetap atasan nya .
Arfan melangkah kan kakinya , kearah dapur , meninggal kan dina yang masih berdiri di ruang tamu . " ada makanan gak bang ? aku sangat lapar , karena belum sempat makan siang , kerjaan ku banyak sekali gara-gara abang kabur tadi . " teriak arfan saat sudah di dapur untuk mencari makanan .
' Tuh orang kenapa gak bilang kalo belum makan siang , malah kratak -krutuk di dapur orang . tapi , kasian juga sih lihat nya . ' keluh dina dalam benaknya .
" Panggil kakak fan , kakak . " jawab rey dengan keras . " kamu ke dapur gih ! panasin makanan yang ada di kulkas untuk si arfan , aku ke kamar mau manggil dede , mungkin mandinya sudah beres .
Dina menghampiri arfan ke dapur , untuk membantu memanaskan makanan . " kenapa gak bilang , kalo belum makan siang ? kita kan bisa beli makanan dulu , kalo kamu belum makan siang mah . " ujar dina dengan mengambil makanan yang ada di kulkas seperti yang rey katakan .
Cetak
Dina menjalankan kompor untuk memanaskan makanan .
Arfan menghampiri dina yang sedang memanaskan makanan untuk dirinya . " sini biar Aa aja yang manasin makanan nya . " arfan mengangkat dina untuk duduk di meja dekat kompor .
" Aku juga bisa kali , kali untuk memanaskan makanan mah . " sungut dina , saat arfan malah menyuruhnya duduk .
" Iya Aa tahu , tapi kalo Aa bisa melakukan nya sendiri , kenapa harus kamu yang melakukan nya .
Arfan terus menyebut dirinya Aa , karena dulu saat masih menjadi kekasih , dina memanggilnya dengan Aa .
__ADS_1
Ehemmm
Bersambung