Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR 13


__ADS_3

“ Shell , bukan nya itu mertua kamu ? seperti nya , bu diana sedang memarahi supir nya deh . “ ujar rina , saat keluar dari aula masjid untuk menjemput dina .


“ Eta teh mi toha teh shela , wah masih geulis pisan . tapi sayang , orang nya galak kelihatan nya . “ disya ikut berkomentar tentang mama diana yang terlihat sedang memarahi laki-laki yang lebih tua darinya .


Padahal mama diana masuk kedalam hanya untuk menyapa anak dan menantu nya sebentar , setelah itu mama diana pun kembali keluar , untuk menemani dina . tapi saat kembali , mama diana tidak melihat keberadaan dina di dalam mobilnya dan supirnya pun tidak ada di dalam mobil . tapi , mama diana melihat supirnya baru kembali dari toilet sendirian . “ loh , kenapa pak leh kembali kesini hanya seorang diri ? dina nya kemana ? “ ujar mama diana yang mulai terlihat panik , karena supir nya kembali tanpa dina .


“ Maaf nyonya , tadi aku udah ijin sama nona dina untuk mencari toilet . “ jawab pak leh dengan menunduk hormat .


“ kenapa pak leh ceroboh sekali ninggalin dina di dalam mobil sendiri , padahal pak leh kan bisa menunggu ku sebentar , jika ingin ke toilet . bukannya aku sudah berpesan sama pak leh , kalo aku hanya sebentar masuk ke dalam . aku hanya ingin menemui menantuku sebentar di dalam . “ kekeh mama diana yang tetap menyalahkan sang supir , atas hilang nya dina .


Pak leh meninggal kan dina sendiri , karena dirinya tak kuat menahan kantung kemihnya yang sudah penuh , sampai pak leh terpaksa harus meminta ijin pada dina untuk pergi toilet . tapi pak leh tak mengira , jika dina malah mengambil kesempatan untuk kabur saat dirinya pergi toilet . “ maaf atas kelalaian saya nyonya . “ ujar nya dengan terus menundukkan kepalanya dengan hormat . meski masalah kaburnya dina , tak sepenuhnya kesalahan pak leh , tetap saja pak leh meminta maaf pada sang majikan .


“ Mamah , mama kenapa ? “ tanya shela , saat mama diana terlihat sedang marah - marah pada lelaki yang dia kerjakan sebagai supir pribadi nya .


Mama diana menoleh saat shela memanggilnya kemudian menghela napas panjang “ dina pergi sayang , saat pak leh sedang toilet . kenapa dina nekat pergi , apa dina mengira mamah tidak menyetujui hubungan mereka sama seperti fanny dan Arya . “ ucapnya dengan lirih .

__ADS_1


“ Dina kabur maksud ibu ? “ tanya rina hanya untuk memastikan , jika dirinya tidak salah mendengar ucapan. .


“ Teteh kabur ? “ disya pun ikut bertanya , karena disya tak menyangka jika kakaknya nekat pergi di hari pernikahan nya . “ bukannya mereka berdua sama- sama saling cinta , sampai mereka pun memutuskan untuk nikah dadakan ? sebenarnya ada masalah apa teh rina , teh shela ? “ tanya disya , karena disya tidak tahu masalah apa yang menimpa kakaknya .


“ Sebaiknya kita cari dina di sekitar sini dulu , mungkin dina pergi belum terlalu jauh . bukan nya dina memakai kebaya pengantin , pasti dina akan susah untuk berjalan cepat . “ usul shela .


“ Tapi kamu tidak usah ikut mencari dina shell , biar aku sama disya yang mencari nya . “ rina menyarankan shela , tidak ikut mencari dina karena takut ada apa-apa dengan kandungan shela .


“ Loh , kalo kamu melarang ku mencari dina , bagaimana dina bisa cepat ketemu coba . “ jawab shela seperti gak terima , saat rina melarang nya untuk mencari dina .


Karena mama diana ikut melarang nya , shela pun akhirnya tidak ikut mencari keberadaan sahabat nya , meski shela mengkhawatirkan keadaan sahabat nya yang kabur disaat sudah sah menjadi seorang istri dari arfan . “ baiklah , aku tunggu di sini ! jangan lupa terus kasih kabar . “ jawab shela .


****


Sementara di dalam , arfan terlihat bergabung dengan kakak sepupunya dan sahabat dari kakak nya . arfan pun terlihat sangat bahagia setelah sah menjadi suami dari wanita yang sangat dia cintai nya . “ senyum terus , nanti gigi kamu kering . bilang makasih sama kakakmu yang paling ganteng ini . coba kalo bukan karena kakak mu yang ganteng ini , kamu belum jadi suaminya . “ ujar rey saat arfan ikut bergabung .

__ADS_1


“ Tadi nya sih mau bilang makasih , tapi gak jadi deh . kan kakak mah cuma nyariin penghulu doang , gak kaya mamah yang ngebantu aku ngurus semua nya . “ jawab arfan dengan songong nya .


“ Selamat yah fan , atas pernikahan kamu sama dina . “ dika malah memberikan selamat , di saat rey dan arfan sedang berdebat .


“ Heran deh , si dina kok bisa mau sama cowok songong model kamu , padahal __ “ rey menghentikan ucapan nya , karena notif panggilan dari ponsel nya bergetar saat berada di tangan nya .


Rey pun langsung melihat ponsel yang ada di genggaman nya . rey mengernyitkan dahinya , saat melihat ponselnya , karena yang menghubungi nomor istrinya . “ hallo sayang . “ ujar rey saat mengangkat telepon dari istri .


“ Bang , dina pergi gak tahu kemana , mama sama rina juga sekarang sedang mencari keberadaan dina di sekitaran masjid . abang bisa keluar tidak ? “ jawab shela dengan langsung to the point memberitahu suaminya .


Rey melihat kearah arfan saat istri nya mengatakan jika dina menghilang . “ abang keluar sekarang de . “ jawab rey, dengan langsung menutup panggilan telepon nya .


“ Siapa sih yang telpon kak ? kenapa kakak malah melihat ku terus , kakak baru sadar kali aku ganteng yah ? “ ujar arfan dengan nada bercanda , karena arfan tidak tahu jika istrinya pergi , sebelum mengetahui status nya sekarang .


“ Fan dina gak ada di dalam mobil mama . shela bilang dina pergi sebelum mereka sampai . “

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2