
" Iya Aa tahu , tapi kalo Aa bisa melakukan nya sendiri , kenapa harus kamu yang melakukan nya . " ujar arfan , saat menggantikan dina memanaskan makanan nya yang dina ambil dari kulkas .
Arfan terus menyebut dirinya Aa , karena dulu saat menjadi kekasih nya , dina memanggilnya dengan panggilan Aa . Arfan sangat menyukai panggilan itu , karena arfan berasa seperti anak Sunda asli .
Ehem
Shela berdeham , saat melihat dina yang terus tersenyum dengan memperhatikan arfan , yang sedang memanaskan makanan untuknya . " Kalian sedang apa , berduaan di dapur ku ? emang gak ada tempat lain untuk pacaran , selain dapurku apa . " sungut shela , saat melihat sahabat nya dan adik sepupu nya berduaan di dapurnya .
Dina langsung turun dari atas meja , saat shela tiba-tiba datang dan mengganggu kesenangan dina . Menurut dina , arfan terlihat sangat keren . apalagi arfan dengan lihainya , memainkan alat masak .
Shela langsung turun kebawah , begitu rey memberitahu jika dina mencari nya . Shela menemui dina , bahkan shela masih mengenakan handuk di kepalanya saking senang nya dina yang datang berkunjung ke rumah nya .
" Hai mba shela , sudah beres mandi besar nya ? " tanya arfan dengan menggoda shela , karena shela masih mengenakan handuk di kepala nya .
Pertanyaan arfan benar-benar membuat shela sangat malu , apalagi keadaan dirinya yang masih mengenakan handuknya , selain untuk menutupi rambut nya , shela mengenakan handuk untuk membungkus rambut shela yang masih terlihat basah .
Dina mencubit punggung arfan , yang berada di dekat nya . " mulut kamu lemes banget sih . kasian ih , sampai terlihat mati kutu sahabat ku . seharusnya kamu tanya dong , mba shela kenapa lehernya pada merah gitu ? " dina bukan nya membela shela dari rasa malunya , malah semakin menggoda shela , karena shela lupa menutup lehernya .
Shela reflek menutup lehernya , dengan handuk yang dia kenakan di kepalanya . " Dasar kalian berdua rese banget sih , udah numpang pacaran di dapurku , malah kompak menggoda ku . " sungut shela karena pasangan di depan nya malah menggoda nya . " dina masih mau mandengin Aa arfan masak atau ikut dengan ku ? " ajak shela , shela ingin mengajak dina ke ruang santai nya .
__ADS_1
Dina pun tampak gugup , karena ketahuan terus memperhatikan arfan saat memanaskan makanan oleh sahabat nya . " sialan kamu shell , siapa yang liatin arfan memasak sih , orang aku lagi liatin cara masak nya doang . " bisik dina langsung menampiknya , dengan mengikuti tuan rumah nya pergi .
" Emang ada yah , lihat orang masak sambil senyum - senyum sendiri ? " sindiran shela , dengan sengaja meninggikan suaranya agar arfan mendengar ucapan nya . Shela ingin balas menggoda dina , saat ketahuan memperhatikan arfan .
Shela membawa dina ke ruang santai nya , tepat nya berada di atap rumah nya . Rey menyulap atap rumah nya , menjadi ruang bersantai mereka yang sangat nyaman dan asri . tak hanya pemandangan luar yang terlihat , rey menambahkan atap kaca di atas nya , agar air hujan nya tak membasahi kasur dan sofa - sofa di ruangannya .
Dina langsung takjub melihat ruangan yang begitu indah dan sangat nyaman untuk menghabiskan waktu di tempat seperti ini . " shela , ini tempatnya sangat bagus dan nyaman . gila , sekarang kamu sangat kaya , sampai - sampai punya tempat sebagus ini di rumah sendiri . coba saja rina ikut , pasti dia akan lebih norak dari aku shell . " ujar dina , dengan langsung berkeliling ruangan .
" Suruh kesinih gih rinanya ! sekalian bawa azkal kemari , aku juga pengen ketemu anak kamu . tunggu bentar ya din ! aku mau ganti kerudung dulu , ga enak di lihat nya . nanti kita malah gagal fokus berceritanya , gara-gara kamu terus merhatiin tanda cinta dari suamiku tersayang . "
Dina menganggukkan kepalanya . pasalnya , apa yang di ucapkan shela emang ada benarnya . dina merasa risih dengan leher shela , yang terdapat banyak tanda - tanda cinta dari suaminya . Dina sampai bergidik ngeri melihat nya , karena rey memberi tanda hampir diseluruh leher shela . " gak disangka , pak reymon ganas juga kaya vampir , masa sampai merah semua tuh leher si shela . " gumam dina , dengan terus melihat pemandangan yang terlihat dari ruangan .
" Siapa yang ganasnya kaya vampir mah ? " arfan tiba-tiba berada di ruangan yang sama , dengan tangannya membawa makanan yang dia sudah panaskan tadi .
mengagetkan nya saat dirinya masih melamun kan shela . " kamu tuh A ngagetin aja sih , untung aku gak punya riwayat jantung . tahu dari mana , aku berada di ruangan ini ? kamu tuh gak sopan banget sih , makan sambil jalan . sana keruang makan ! abisin dulu makannya . " dina ingin mendorong arfan yang masih memegang piring makanan , tapi tenaga dina sama sekali tak cukup kuat untuk mendorong arfan .
" Makan dulu yang banyak , biar kuat dorong nya mama ina . " arfan menyuapkan makanan ke mulut dina .
Aaaaa
__ADS_1
Mau tidak mau , dina membuka mulut nya untuk menerima suapan dari arfan . " awas aja kalo si shela ngomel - ngomel , aku gak mau bantu kamu . " sungut dina dengan mulut mengunyah makanan dari suapan arfan .
" Sini duduk ! temani Aa makan. " arfan membawa dina untuk duduk disamping nya .
Arfan terus menyuapi dina dan dirinya , sampai makanan tandas tak tersisa di piringnya .
Saat dina ingin menghubungi rina , agar menyusul nya , dina lupa ponsel nya ada di dalam tasnya . " pinjem ponsel nya , aku mau menghubungi rina dulu . " ujar dina dengan menadahkan tangannya .
Arfan langsung memberikan ponsel nya pada dina " kode nya , tanggal jadian kita dulu . "
" Emang kamu ingat tanggal jadian kita , bukan nya dulu kamu itu selalu menyepelekan tanggal jadian kita ? dulu kan boro - boro ingat tanggal jadian kita , tanggal ulang tahun ku aja kamu tidak pernah mengingat nya . " dina langsung menyinggung sikap arfan dulu , saat masih berpacaran .
Arfan langsung mengingat saat dulu masih berpacaran dengan dina . " Aa ingat gak ? ini tanggal berapa dan ada apa di tanggal ini ? dina menanyakan hal itu , saat berada di kantin sekolah .
" ini tanggal 2 februari . emang ada apa sama tanggal ini ? " arfan sama sekali tak mengingat tanggal ulang dina .
" Kamu gak tahu ini hari apa ? " dina yang kecewa dengan jawaban arfan pun menitikan air matanya , kemudian pergi meninggalkan arfan . tapi arfan sama sekali tak mengejar dina , yang pergi karena kecewa dengan sikap nya . arfan lebih memilih bergabung dengan teman - temannya yang lain .
Arfan langsung memeluk dina setelah mengingat nya . Sementara dina tersentak kaget saat arfan tiba-tiba memeluknya dari belakang , saat dirinya sedang berbicara dengan rina di saluran ponselnya . " cepat lah ketempat shela , dengan azkal . " dina mematikan ponsel nya dan berbalik melihat arfan . " lepas ! kamu tuh apa - apaan sih main peluk aku dari belakang ? " ucap dina dengan menghempaskan tangan arfan .
__ADS_1
Arfan kembali memeluk dina . " maafin aku , karena dulu aku selalu menyepelekan hari - hari penting mu . maafin aku juga , karena telah merenggut kesucian mu di hari spesial mu sayang . " arfan menangis diperlukan dina , dengan penuh penyesalan .
Bersambung