
Flashback
" dina " dina langsung menengok begitu mendengar seseorang memanggilnya , saat dina sedang menunggu rina di depan pintu toilet.
" arfan " dina langsung bergegas pergi dari toilet begitu arfan yang telah memanggilnya.
" tunggu dina ! " karena langkah arfan 2× lipat lebih cepat dari dina , arfan pun bisa mengejar dan meraih tangan dina dengan cepat.
" arfan lepas ! tolong jangan pernah menggangguku . " dina berontak disaat arfan meraih tangannya dengan terus meronta , agar arfan melepaskan nya .
" ikutlah dengan ku , kita perlu bicara " arfan menarik dina , masuk kedalam gudang produksi .
" lepas ! brengsek . mau apa kamu membawaku kesini ? apa kamu masih belum puas juga menghancurkan hidup ku, demi popularitas mu dulu ? apa kamu mau menghancurkan hidup ku kembali , dengan merebut anakku yang tak pernah kamu akui sebelum nya ? kamu lupa dulu kamu bilang padaku , jangan pernah libatkanmu , atau membawa - bawa namamu dengan anak yang ku kandung . karena sampai kapan pun kamu tidak akan pernah mengakui dan bertanggung jawab atas anak yang kau kandung , karena kita melakukannya dengan suka sama suka . kamu ingat kata - kata itu fan ? " dina marah dengan meluapkan emosi nya , yang selama ini dia pendam.
" dina stop ! aku mohon " arfan merasa jadi manusia paling kejam , saat dina terus mengingat kan kesalahan nya dulu. arfan pun meraih tubuh dina untuk memeluk nya , agar dina berhenti berbicara tentang kesalahan nya .
" lepas brengsek ! jangan pernah menyentuh ku. " dina semakin marah, karena arfan malah memeluk nya.
" aku tidak akan melepaskanmu lagi . " arfan malah semakin erat memeluk dina.
" kenapa kamu hadir kembali, disaat aku mulai melupakan trauma yang kamu torehkan . kamu tahu fan , aku hampir membunuh anakku, karena wajah nya sangat mirip dengan mu . " dina sama sekali tak membalas pelukan arfan.
dina pernah mengalami psikosis pasca melahirkan , itu sebabnya dina pernah mencoba melukai azkal saat masih bayi . kondisi dina pasca melahirkan betul-betul memprihatinkan , karena dina berkali-kali ingin melukai azkal karena kemiripan wajah arfan.
arti dari psikosis sendiri adalah kondisi kejiwaan paling parah yang bisa dialami oleh ibu yang baru melahirkan. pasalnya, penderita psikosis memiliki kecenderungan untuk melukai diri sendiri , serta orang disekitarnya, termasuk anak .
" tidak din , maafin aku . " arfan meraih tangan dina dan menciumnya.
__ADS_1
" aku bilang jangan menyentuhku ! " dina melepaskan diri dari pelukan arfan dengan melangkah mundur, sampai mengenai rak yang usang dan penuh dengan barang - barang yang tak terpakai lagi .
" sekali lagi aku mohon sama kamu , jauhi aku dan anakku, karena kamu tidak berhak sama sekali atas anakku . " dina menangkup kedua tangan nya, agar arfan mau menurutinya .
" tidak din , aku pun berhak atas azkal , karena dia anakku . jadi aku mohon sama kamu , agar tidak menyuruh ku menjauhi azkal . "b
dina tersenyum sinis mendengar kata - kata yang di lontarkan arfan , kalo dirinya berhak atas azkal. " dulu , kamu menjauhiku saat aku dinyatakan hamil . sekarang kamu kembali , setelah aku berhasil menata hidupku tanpa kehadiran mu.
dina tidak menyadari bahaya yang akan menimpanya , jika dina terus melangkah mundur.
" dina aku mohon jangan mundur . " rey melihat rak yang berisikan penuh barang dan besi itu sudah goyang .
brakk
" aaahhhhhh " jerit dina saat kepalanya terkena besi yang berada di atas rak.
" aaahhhh " dina menjerit kembali saat besi itu menimpa jari kaki kirinya.
" darah , darah , tidak dina " arfan yang mempunyai phobia pada darah pun meraih tubuh dina dengan satu tangan nya , karena tangan arfan yang satunya memegang kepalanya sendiri yang tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya .
" ahhh , kepala ku sakit . " arfan menjerit , saat merasakan sakit di kepala nya .
arfan tak langsung mengangkat dina , karena arfan sedang memulihkan keadaan nya sendiri yang takut dengan darah . " tolong , tolong dinaku . " arfan meminta pertolongan dengan merintih kesakitan. " dina ku mohon bertahan lah din . Tuhan ku mohon hilang kan rasa sakit ku, dari trauma yang kualami untuk kali ini . "
ceklek
Dua orang penjaga gudang masuk , dan melihat atasannya sedang memangku dina yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
" ada apa dengan dina pak ? kenapa kalian berdua berada di gudang ? " salah satu petugas mengenali dina , karena dina salah satu primadona di departemen.
arfan sama sekali tidak menghiraukan nya , karena arfan sedang melawan rasa sakit di kepalanya , serta rasa takutnya pada darah .
" jo , seperti nya pak arfan sedang tidak baik - baik saja. sebaiknya kita panggil orang di luar untuk membawa pak arfan serta dina , untuk dibawa ke poliklinik. " penjaga gudang, melihat arfan terus memegang kepala nya dan wajah nya pun penuh dengan keringat dingin.
disaat penjaga gudang keluar meminta bantuan . keadaan arfan sedikit membaik, karena arfan berhasil melawan rasa takutnya.
ceklek.
penjaga gudang itu memanggil banyak orang, untuk membawa arfan serta dina ke poliklinik.
" bukan nya itu dina , primadona departemen ini ? cepat kita angkat dina dulu, kasian darah nya terus keluar . " disaat akan mengangkat dina , arfan tersadar kemudian mencegah nya untuk mengangkat dina.
" biar aku yang membawa dina , menjauhlah dari dina semuanya ! " arfan mencegah orang - orang yang akan mengangkat dina, karena arfan tidak mau dina disentuh lelaki lain.
" tapi pak arfan, keadaan pak arfan sedang tidak baik - baik saja . " salah satu orang yang akan menolong dina menjawab .
" aku bilang menjauh dari dina ! apa kalian tidak dengar . " arfan berdiri dengan gontai kemudian mengangkat dan membawa dina keluar dari gudang untuk dibawa ke poliklinik.
" pak arfan , apa anda yakin baik - baik saja " tanya penjaga gudang itu , karena melihat arfan berjalan dengan gontai sambil menggendong .
" kamu tidak lihat aku kuat menggendong nya . "
" tapi pak " penjaga itu terus membantah arfan.
" diam atau pecat ! gara-gara kelalaian kalian ke kasihku seperti ini. " arfan tanpa sadar menyebut dina kekasih, didepan banyak orang yang melihat arfan menggendong dina.
__ADS_1
flashback off
Bersambung.....