Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
57 . Hilangnya dina


__ADS_3

saat keadaan dina sudah mulai tenang , kini giliran shela yang tidak tenang memikirkan keadaan suaminya . karena barusan rey menelpon Shela , kalo pabriknya terancam ditutup dan buntut nya rey dituntut pihak keluarga , yang menjadi korban kebakaran dipabrik nya untuk mengganti rugi . " kasian sekali abang , pasti abang sedang pusing memikirkan ganti rugi yang lumayan cukup besar nominalnya . " gumam Shela .


karena gelisah memikirkan nasib suaminya , Shela terus membolak-balikan badannya , saat berbaring di sofa bed ruang rawat dina .


" Shela diem ih ! di bolak - balik aja tuh badannya gak capek apa . kenapa gelisah gitu? setelah mendapat telepon dari pak reymon , bukan bahagia juga ? apa pak reymon, menyuruh mu pulang ? ujar rina , karena shela tidak bisa diam saat di tiduran di samping nya.


" rina , kira - kira dina diperbolehkan pulang nya kapan ? " shela tak mengindahkan omongan rina , karena yang dia pikirkan saat ini segera menyusul suaminya yang sedang tertimpa masalah , mengingat kondisi dina sudah lumayan membaik.


" emang kenapa tanya kaya gitu ? kamu gak bisa tidur , karena gak ada abangmu , sini ? mau aku peluk ! " rina malah merentang kan tangan, kemudian memeluk sahabat nya dengan kencang saat berbaring di sampingnya .


" rina lepasin ! ngap. " shela berucap dengan sedikit menjerit , kemudian melepaskan tangan rina yang memeluk nya dengan kencang.


" syutttt ! jangan keras - keras pea ngomong nya . nanti tuh anak bangun , nangis - nangis lagi nanti aku yang repot . lagian kamu tuh aneh , tempat kaya hotel gini malah grusa - grusu gak jelas tinggal tidur juga . " rina malah kesal melihat shela yang tidak bisa diam saat tiduran.


arfan menempatkan dina , diruang VIP agar dina bisa nyaman.


" hotel apaan , bau obat . enakan kamarku , kamu belum tahu kan rumah ku yang sekarang lebih gede dan mewah ? " shela malah jumawa akan tempat tinggal nya sekarang . Shela diam saat teringat kamar suaminya , karena dikamar itu tempat shela dan suami menghabiskan waktu berdua . meskipun pasangan suami istri itu hanya mengobrol dan tidur , ketika berada di dalam kamar.


" dih malah bengong , perasaan tadi sombong amat . " rina malah mencibir shela , ketika shela langsung terdiam setelah menyombongkan rumah suaminya.


" apa sih ? tidur sana ! makin pusing aku dengerin ocehan kamu . " Shela langsung memejamkan matanya , setelah mengomel .


" beutz ,,,, sabar atuh ! hamil ? sensi banget . " rina malah mencibir .


" hamil dari hongkong . baru juga dicium sekali , masa udah hamil aja . " batin Shela yang menjawab.

__ADS_1


" shell , kamu beneran sudah tidur ? " rina bangun, untuk melihat sahabat nya tertidur atau belum. " bener tidur ternyata dia . " rina pun ikut memejamkan matanya, setelah melihat Shela memejamkan matanya.


disaat Shela dan rina tertidur , kini giliran dina yang terbangun karena bermimpi tentang anaknya " tolong jangan bawa anakku, aku mohon. " ucap dina dalam mimpi nya.


dina membuka mata setelah bermimpi , arfan membawa pergi azkal darinya.


" azkal , mama kangen sama kamu nak . azkal dimana sekarang ? apa azkal baik - baik saja disana nak ? " dina berucap dengan menangis , sambil menutupi mulut nya, agar tidak mengganggu dan membangun kan kedua sahabat nya yang tertidur di sofa bed kamar rawat dina.


dina duduk dan menghapus air matanya , setelah menangisi anaknya , karena rindu.


" sebaiknya aku cari keberadaan anakku sekarang , aku takut terjadi sesuatu dengan anakku . " dina mencabut selang infusnya, kemudian turun dari ranjangnya. dina melangkah dengan tertatih-tatih kearah sofa bed, dimana kedua sahabat nya tertidur .


" Shela , rina maafin aku . karena aku harus pergi mencari keberadaan anakku dimana? Terima kasih karena kalian sudah merawat ku. " ucap dina, dengan memegang kedua tangan sahabat nya satu - satu , kemudian melangkah ke arah pintu . tapi dina berhenti didepan pintu, karena teringat dirinya tidak tahu alamat maupun nomor telepon arfan. dina membalikkan badan nya, kemudian melangkah kembali kearah sofa bed untuk mengambil ponsel Shela . setelah mendapat kan apa yang di ingin kan, dina menaruh kembali ponsel Shela kemudian langsung keluar sebelum kedua sahabat nya terbangun.


Shela terbangun , setelah beberapa saat dina pergi . Shela kemudian langsung menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil , tanpa memperhatikan ke ranjang dina yang hanya berisikan bantal . " perasaan dingin banget rumah sakitnya , sampe beser banget . " ujar Shela, setelah membuang air kecilnya .


**


keesokan harinya shela terbangun , karena belum menunaikan kewajiban nya untuk sholat subuh . Shela masih belum menyadari karena dina , mengganti bantal untuk mengelabui kedua sahabat nya. " rina bangun ! udah subuh . kita sholat bareng yu ke mushola . " Shela menggoyang - goyang badan rina , agar terbangun .


" kamu duluan aja sih shell , kalo bareng siapa yang jaga dina kalo bangun terus nangis lagi . " ucap rina , dengan masih menutup matanya.


" yah udah aku dulu yang sholat , tapi kamu bangun jangan tidur lagi . " melihat rina masih menutup matanya , Shela menjahili rina dengan memercikkan air diwajah rina agar membuka matanya.


" Shela rese banget sih " rina hanya merespon sebentar kemudian menutup matanya kembali.

__ADS_1


" ampun nih orang , malah merem lagi " Shela menggeleng kan kepala melihat rina , menutup matanya kembali.


" mendingan aku siram aja rina sekalian , biar melong sekalian tuh mata . " Shela akhirnya menyiram wajah rina, dengan air yang cukup banyak ke wajah rina sampai mengenai baju rina.


byurrr


" bocor, bocor . " karena kaget , rina reflek langsung duduk , setelah Shela menyiram air yang cukup banyak ke wajahnya , hingga mengenai pakaian nya.


" hahaha " Shela tertawa melihat ekspresi rina , saat bangun . kemudian Shela berlari keluar , agar tidak kena amukan rina .


" shelaaaaaa kurang ajar kamu . awas aja kalo balik kamu , aku bejek - bejek tah beunget " kesal rina, kemudian bangun menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti bajunya yang basah karena ulah sahabat nya.


setelah mencuci muka dan mengganti bajunya, rina keluar dan melihat ranjang dina . " kenapa posisi tidur dina tidak berubah sejak tadi , lagian gak engap apa tidur ditutupin semua tuh . " rina mendekati ranjang dina , kemudian membetulkan selimut dina yang menutupi wajahnya.


rina kaget saat membetulkan selimut dina , yang terlihat hanya bantal . " loh ko isinya bantal , dina kemana ? " rina langsung berlari keluar , untuk mencari keberadaan dina.


" suster lihat pasien , keluar dari kamar ini ? " rina bertanya saat melihat suster yang melintasi kamar rawat dina .


" maaf mba , aku tidak lihat pasien keluar dari tadi . apa mba sudah mencari kesemua ruangan? mungkin ke kamar mandi ? " suster malah menyarankan rina , agar mencari ke kamar mandi.


" suster aku dari tadi ada di dalam , dan aku juga habis dari kamar mandi . coba suster sendiri di dalam ! " jawab rina.


Shela yang dari arah mushola , menghentikan langkah nya saat melihat wajah rina yang panik , saat berbicara dengan suster di depan ruangan dina. " rina kenapa ? ko keliatan nya panik gitu . " ujar Shela , kemudian mendekati rina yang sedang berbicara dengan suster nya.


" rina ada apaan ? ko kamu panik gitu sih . " tanya Shela saat sudah dekat.

__ADS_1


rina menengok kearah Shela , saat sedang berdebat dengan suster nya . " Shela , dina gak ada di kamarnya . "


Bersambung....


__ADS_2