
" ini bener shela istriku kan ? ko beda banget . " ujar rey dengan tangan nya mengusap pipi istrinya .
" abang gak suka aku berubah ? " shela menundukkan kepalanya , karena suaminya seperti tidak menyukai perubahannya.
" kata siapa abang tidak suka , justru abang seneng banget dede mau inisiatif sendiri . " rey mengangkat wajah istrinya yang menunduk. " kamu tahu apa yang membuat abang senang de ? ujar rey dengan memegang dagu shela saat berada dihadapannya.
" emang apa yang membuat abang senang ? " shela masih belum mengerti maksud suaminya .
" abang senang karena entar malam abang buka segel kamu , yang kamu kunci rapat - rapat . " ujar rey dengan berbisik ditelinga shela .
shela yang mengerti maksud suaminya pun, langsung tersipu malu.
" duh seneng banget melihat istri ku yang tersipu malu gitu , jadi semakin tak tahan abang . " tanpa aba -aba rey pun langsung menyergap bibir shela .
" mpphh " shela yang mendapat serangan mendadak pun mencoba mendorong dada suami nya , agar rey melepaskan sergapannya .
" heh " shela mengambil napas saat rey melepaskan sergapannya . " abang main matok bibir ku aja sih , aku sampai gak bisa napas. " ujar shela dengan napas tersenggal - senggal.
" makannya bibirnya dibuka sayang biar bisa napas , jangan mingkem terus . "
rey hanya menyuruh shela membuka mulutnya , kemudian rey melanjutkan kembali sergapannya .
awalnya shela masih menutup bibirnya , karena shela tidak tahu caranya . tapi saat rey meremas area pegunungan milik istrinya nya , shela pun membuka mulutnya . alhasil rey pun masuk dengan mudahnya dan langsung ******* lembut bibir shela , rey pun membawa kedua tangan istrinya agar mengalungkan tangan nya pada lehernya . cukup lama rey memagut bibir shela , sampai shela merasa kehabisan oksigennya , rey baru melepaskan pagutannya .
" abang mau ngebunuh aku ? " ujar shela setelah rey melepas pagutannya .
rey tersenyum saat menyadari , kalo istrinya masih sangat polos , rey juga merasa shela belum pernah melakukan dengan mantan kekasih nya. " kamu baru pertama kali merasakan ini sayang ? " tangan rey mengelap bekas perbuatan di wajah istrinya .
shela langsung merona malu saat suaminya bertanya seperti itu. " menurut abang ? "
__ADS_1
" abang pikir kamu sudah berpengalaman , kamu kan jam terbangnya sudah 5 tahun . tapi abang senang kamu benar - benar bisa jaga diri , apalagi seperti nya ini bbaru pertama kalinya buat kamu . " tangan rey terus mengusap wajah istrinya yang merona .
" bang aku pacaran juga masih bisa jaga batasanku bang , apalagi saat itu masih ada ibu . " shela bercerita dengan sangat malu - malu , apa lagi tangan suaminya masih mengelus - elus pipinya .
" berarti kalo gak ada ibu , mau dong di apa - apain ? " rey malah mencoba menggoda shela .
" gak gitu juga lah bang . udah ah aku pulang aja , abang nyebelin . " shela langsung cemberut saat rey mulai menggoda nya , saat tadi merasakan malu .
" jangan pulang dong , gitu doang ngambek . abang percaya ko , istri abang ini pasti bisa jaga diri , apalagi cowoknya gantengan abang kemana-mana . "
shela mencebikan mulut nya , saat rey memuji dirinya sendiri .
" dih kenapa bibir nya kaya gitu ? mau abang comot bibirnya pakai bibir abang . " rey mulai berani menggoda istri dengan kata - kata vulgar saat Istrinya sudah mulai berubah .
shela langsung menutupi mulut nya dengan tangan nya saat rey berkata ingin mencomot bibirnya pakai bibirnya atau tidak lain rey ingin menciumnya lagi .
" ko ditutup mulutnya , baru ngomong sayang belum di coba . " rey malah semakin senang menggoda istrinya .
rey langsung menanggapi omongan istrinya , saat shela meminta ijin ingin bertemu sahabat nya .
" cewek apa cowok ? udah lepasin tangannya ! abang gak bakalan matuk kamu lagi ko . " rey berganti menciumi telapak tangan istrinya , saat shela melepas tangan yang satunya .
" is bo ' ong amat sih . ini tangan ku lagi diapain coba ? jadi gimana boleh tidak bang ? temanku cewek ko , bukan cowok , bukan juga banci . "
" boleh tapi ada satu syarat nya , dede harus dianterin sule kemanapun perginya , sama sun ini dulu ! " rey menunjuk pipi nya " satu lagi , entar malam buka segel "
shela mendengus mendengar persyaratan suaminya . " itu bukan satu tapi beranak bang , dasar aji mumpung banget sih . tapi mumpung persyaratan abang banyak , mau tidak bang ? entar malam tidurnya di rumah ku semalam aja . "
" hem " rey mengetuk dahinya, seolah mempertimbangkan keinginan istrinya . " boleh aja sih , tapi ini dulu . " kali ini rey menunjuk bibirnya untuk syarat nya .
__ADS_1
" abang tuh ikhlas tidak sih bang ngizinin nya ? " shela langsung membuang muka kearah lain , saat rey meminta untuk mencium bibir nya . bukan shela marah , tapi shela membuang muka ke arah lain , hanya ingin menutupi rasa malunya .
" mau tidak ? gak mau ya udah temenin abang aja disini , kalo perlu nanti buka segel kamunya di dalam kantor sini . " rey hanya sedang main - main saja menggoda istrinya .
" merem dulu abangnya ! akukan malu . "
rey pun menuruti istrinya , untuk memejamkan matanya " awas kalo bohongin abang ! "
shela pun memberanikan diri menerima persyaratan suaminya . selain shela ingin merubah sikapnya pada suaminya , shela pun tidak mau berlama-lama di dalam ruangan suaminya , karena bisa habis shela kalo berdua dengan suaminya .
" cup " shela mengecup pipi kiri suaminya .
" cup " shela mengecup pipi kanan suaminya .
" cup , cup " shela mengecup dahi dan hidung suaminya. " itu bonusnya " cup " terakhir shela mengecup sekilas bibir rey . " nanti ajarin aku cara mengeksplor mulut abang " shela berucap di telinga suaminya dengan suara menggoda , kemudian shela beranjak meninggalkan rey yang masih mematung saat shela berbisik dengan suara dibuat - buat .
" brug " shela keluar dari ruangan suaminya dengan berlari , saking malunya karena telah berani menciumi rey padahal suaminya sendiri .
****
Ditempat lain
dina masih menunggu ayahnya selesai operasi bersama arfan . sedang kan disya sudah kembali ke ruangan dimana ibu dirawat , rina menemani azkal di taman rumah sakit bersama nyonya fanny , karena anak - anak dilarang menunggu di dalam.
" ina makan lah ! dari tadi kamu belum makan apapun . " arfan menyodorkan makanan yang sudah arfan buka.
" berhenti memanggilku ina ! karena ina yang kamu maksud , sudah aku kubur di saat kamu mencampakkan ku. kamu ingat , saat kamu berkata padaku , kalo aku hanya gadis murahan yang hanya menginginkan popularitas disekolah . "
Bersambung
__ADS_1
1