Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR


__ADS_3

“ Kamu sudah bicara sama arfan ? “ tanya fanny dengan nada bicara angkuh saat mobilnya sudah keluar dari area pabrik di mana dina bekerja .


Yang menjemput dina ke pabrik adalah fanny , fanny sengaja menyambangi pabrik kakak nya hanya ingin memastikan pada dina , jika dina tidak melupakan janjinya untuk membujuk arfan agar mau mengelola perusahaan nya sendiri .


“ Aku sudah bicara dengan arfan nyonya , dia bilang akan memikirkan nya . “ dina hanya asal saja menjawab nya , padahal arfan sama sekali tak menanggapi ucapan nya , saat dina memintanya untuk bekerja di perusahaan sendiri .


“ Kamu terus bujuk arfan , agar arfan segera mengelola perusahaan nya sendiri . aku juga akan mengembalikan semua fasilitas nya , jika arfan sudah kembali bekerja . “ ujar fanny . Sebenarnya fanny sangat memikirkan masa depan anak satu - satunya , hanya saja dia tidak bisa menerima jika arfan menikahi dina yang notabene nya pernah mengalami gangguan jiwa .


“ Mang sule hentikan mobilnya di depan alpa ! “ pinta fanny pada supir pribadi nya .


Mang sule menganggukkan kepalanya kemudian menghentikan mobilnya , tepat di parkiran depan alpa . “ sudah sampai nyonya . “ ujar mang sule , supir pribadi fanny .


“ Kamu pegang ini buat keperluan cucu ku . “ fanny memberikan kartu anjungan tunai mandiri pada dina untuk keperluan azkal , walaupun azkal terlahir dari rahim dina , fanny masih bisa menerima azkal sebagai cucunya , karena azkal keturunan asli dari arfan . “ sekarang turun ! belanjakan semua kebutuhan azkal , aku gak mau cucuku kekurangan dalam hal apa pun . “ ujar fanny .


Dina pun menerima kartu yang diberikan fanny , tanpa berani menolak nya . “ makasih nyonya . “ ucap dina , kemudian bersiap - siap untuk turun dari mobil mertua yang tak menganggap nya .


“ Jangan sampai arfan mengetahui ini . “ fanny kembali memperingati dina , di saat dina ingin membuka pintu mobilnya .

__ADS_1


Dina menganggukkan kepalanya saat sudah keluar dari mobil mertuanya , karena fanny memperingati nya , agar tidak membicarakan hal ini pada arfan . “ sekali lagi terimakasih nyonya . “ ujar dina dengan menutup mobil fanny .


Dina bernapas dengan lega , saat dina turun dari mobil fanny . “ akhirnya bisa keluar juga . “ dina sama sekali tidak merasa sedih , saat fanny menurunkan nya di jalan , dari pada harus berlama-lama berhadapan dengan fanny , mertua yang tak menginginkan nya . “ lah terus kartu nya , enaknya di pakai tidak yah ? “ ujar dina dengan terus melihat kartu nya .


Akhirnya dina memilih menggunakan kartu yang di berikan fanny , tapi dina menggunakan kartu itu hanya sebatas untuk membeli semua kebutuhan azkal . setelah selesai berbelanja , dina menggunakan gawainya untuk menghubungi rina , agar mau menjemput nya , karena dina menenteng banyak belanjaan di tangan nya .


“ Rina nuju naon salira ? “ tanya dina dengan nada bicara halus , karena dina ada maunya .


“ Ada apaan nanya - nanya ? “ jawab rina dengan ketus .


“ Terimakasih bestie durhaka , tapi maaf aku gak bisa jemput kamu , sungguh daku lagi sibuk gegoleran di kasur empuk ku , aku juga sangat merindukan kasur ku . “ rina menebak sendiri , pasti dina meminta bantuan untuk menjemput nya .


“ Ko kamu tahu ? aku mau minta jemput , padahal aku kan belum ngomong . gak nyangka banget , aku punya bestie yang pengertian dan peka pakai banget lagi . “ dina lagi - lagi merayu rina , agar rina mau menjemput nya .


“ Dih , siapa yang mau jemput . kenapa gak minta jemput suami kamu saja sih ? “ rina masih menolak untuk menjemput dina .


“ Suami aku kan kerja rina . mau yah jemput pliss ! soal nya barang bawaan ku banyak banget , aku kerepotan membawa nya . nanti aku traktir baso beranak dalam kubur yang lagi viral itu . “ dina terus merayu , agar rina mau menjemput nya . mungkin jika dina menelpon arfan dan menyuruh arfan menjemput nya , arfan akan langsung melesat untuk menjemput dina . tapi dina tak melakukan nya , karena arfan pasti akan banyak bertanya padanya , asal muasal belanjaan yang dina tenteng di tangan nya .

__ADS_1


“ Bensin motor ku di isi full yah , kalo mau aku jemput . “ syarat rina , jika ingin menjemput nya .


“ Is , malaknya gak kira - kira kamu rin . “ sungut dina , saat rina meminta syarat seperti itu. “ ya udah cepetan jemput ! awas aja kalo lama . “ jawab dina .


Saat dina menunggu jemputan rina , dengan memainkan gawainya . tiba-tiba seseorang mendekati nya dan duduk di samping dina .


“ oh , sekarang kamu kerja PT . Angkasa grup . “ ujar seseorang yang duduk di samping dina , karena dina masih mengenakan seragam pabrik . “ udah lama gak ketemu , kamu makin cantik aja . pantesan dari dulu , aku gak pernah bisa lupain kamu . “ ujarnya tanpa tau malu .


Karena dina masih mengenali suaranya , dina langsung berdiri , tapi tangan dina di cekal oleh nya . “ lepas brengsek “ ujar dina dengan menghempaskan secara kasar tangan nya .


“ Ternyata masih sama galaknya , tapi kenapa aku semakin cinta dan tidak pernah bisa moveon sama kamu . “ ujar nya dengan tatapan menyeringai .


Karena dina tidak ingin meladeni nya , dina pun meninggal kan nya tanpa membalas ucapan nya . tapi , lagi - lagi tangan dina di cekal oleh nya . “ kenapa kamu tidak pernah membuka hatimu untuk ku dina , padahal aku menerima cinta rina juga karena kamu yang menginginkan nya . “ ujar nya .


“ Syiam stop , apa kamu tidak malu mengatakan seperti itu pada ku . “ dina geram dengan ucapan yang dilontarkan syiam untuknya . Dina akui , syiam menerima rina karena dina yang meminta nya . tapi dina sama sekali tidak menyangka syiam berani menduakan rina dengan Vina .


“ Dina , ternyata kamu ___ “

__ADS_1


__ADS_2