
" mas danis " shela yang kaget karena danis menyentuh pundaknya , shela sampai menjatuhkan ponsel nya karena kaget melihat danis berada di sini .
" halo sayang , apa semua baik - baik saja ? sayang halo . " rey langsung panik , karena tidak ada jawaban lagi istrinya , sambungan telepon pun terputus begitu saja .
" apa jangan - jangan terjadi sesuatu pada dede . " rey bergegas pergi menyusul keberadaan istrinya .
shela masih terpaku , melihat kehadiran danis dihadapannya . tak di pungkiri , shela masih mencintai danis , karena bagi shela tidak mudah baginya untuk melupakan segala yang dia lalui bersama danis dulu . meski saat ini , hatinya terisi oleh rey suaminya .
danis langsung menghambur memeluk shela yang masih terpaku , shela belum menyadari , danis saat ini sedang memeluknya . shela tak langsung melepas pelukan sang mantan kekasih , shela pun tak membalas nya , masih terlihat diam , karena pada kenyataannya shela masih merindukan nya . cukup lama danis merengkuh mantan kekasih nya , shela baru tersadar akan statusnya , yang sudah menjadi seorang istri . " mas danis lepas " shela melepaskan pelukan danis , kemudian menjauh dari danis , dan mengajak sahabat nya pergi .
danis terus memperhatikan shela , saat shela menjauh darinya dan cara bicara shela pun cukup dingin , tak sehangat dulu .
" des , kita pulang aja ! " shela mengajak sahabat nya pergi , dengan wajah murung nya , karena shela sama sekali tak menyangka , bisa bertemu dengan danis .
" katanya mau ke tempat permainan shell ? " ujar desi , dengan mengikuti langkah shela .
" lain waktu aja des , cepat jalannya desi ! " shela menggandeng desi keluar dari restoran , dengan terburu - buru .
danis masih menatap kepergian shela . " ada apa dengan shela ? kenapa shela seperti menghindari ku . " gumam danis , dengan terus memandang ke arah pintu keluar , meski shela tak terlihat lagi .
danis merasa kalo shela masih kekasih nya , meski kedua nya tak ada komunikasi , setelah danis lebih memilih pergi bersama bella .
" Oke lah kita pulang saja . " desi cukup mengerti suasana hati sahabat nya . desi berpikir , shela mungkin belum siap bertemu danis , dengan status nya sekarang .
shela tak menyadari seseorang merekam semua yang shela lakukan di dalam restoran , termasuk saat danis memeluk shela dari belakang dan shela tak menolak nya .
desi merengkuh shela dari samping , setelah keluar dari restoran , raut wajah shela terlihat murung . " kenapa ? perlu kita kembali ke restoran tadi ? " ujar desi, saat melihat sahabat nya hanya diam dengan wajah murung .
shela menghela napas terlebih dulu, sebelum menjawabnya . " kenapa meski ketemu sama mas danis di dalam sih ? aku masih belum siap , apa lagi dengan status ku sekarang . "
__ADS_1
desi menghentikan langkah nya , dan menatap shela dengan memegang kedua punggung shela . " aku ngerti kamu belum bisa melupakan danis , tapi kamu harus belajar melupakan nya , mulailah belajar mencintai suamimu shell . " saran desi , agar shela berhenti memikirkan tentang danis .
shela menghela napas panjang nya , kemudian kembali meneruskan jalannya , setelah desi menghentikan nya . " sekarang pun , aku sedang berusaha mencintai suami ku , tapi tak segampang itu menghapus ingatanku tentang mas danis . "
desi merangkul shela dari samping , dan berusaha mengalihkan pembicaraan , agar shela tak lagi membicarakan tentang danis . " udah ah bosen dengerin tentang danis mulu , sekarang ceritain tentang suamimu seperti apa shell .
" yah lebih baik aku tak membicarakan tentang mas danis . karena aku sekarang sudah punya suami yang super baik dan pengertian , meski aku belum mencintai nya . " shela akhir nya lebih memilih membicarakan suami nya .
" jadi gimana suamimu shell ?
apa dia orang kaya ?
apa dia lebih ganteng ?
apa dia baik sama kamu ? " desi sangat antusias ketika membicarakan tentang suami dari sahabat nya .
" tinggal kamu nya jawab satu - satu , ribet amat sih kamu . aku kan penasaran banget sama suami kamu sekarang shell ? " ujar desi .
" kamu tadi bilang , suami ku sekarang ?
helloww . emang aku nikah , udah berapa kali dodol . " jawab shela dengan sedikit meninggikan suaranya .
entah sejak kapan danis berada di belakang shela , saat shela sudah dekat dengan mobilnya . " siapa yang menikah shell ? " tanya danis dengan meraih tangan shela .
" sejak kapan kamu mengikuti dan menguping omongan kami ? lalu apa urusan nya dengan kamu . " ujar shela dengan menghempaskan tangan danis .
" iyah , ko kamu tiba - tiba ada disini ? " sahut desi .
" shell , jawab dulu pertanyaan ku siapa yang sudah menikah ? " danis bertanya kembali , tanpa menghiraukan ucapan desi .
__ADS_1
karena danis terus mendesaknya , akhirnya shela menunjukkan cincin kawinnya di hadapan danis . " aku , aku yang menikah . "
danis melihat cincin kawin , di jari manis kekasih nya dengan kaget . " kamu lagi gak bohongin aku kan shell ? " danis masih belum percaya begitu saja .
" danis , emang benar shela telah menikah 2 bulan yang lalu . " desi menyahuti nya .
dania melangkah mundur . " kenapa kamu tega mengkhianati hubungan kita shell ? " ujar danis dengan nada bicara bergetar saking syok nya .
" hubungan apa yang kamu maksud ? bukan nya mas danis , sudah memilih perempuan pilihan mamamu ? " shela mencoba menahan tangisnya , di depan danis .
danis menarik tangan shela dengan kasar menuju mobilnya . " ikut dengan ku ! kamu akan tahu , apa yang terjadi dengan ku setelah kejadian itu . "
" danis kamu gak waras yah ? main narik tangan shela gitu aja . " ucap desi mengikuti danis .
" aku tidak pernah mengatakan kata putus pada kamu shell , aku hanya lebih memilih pergi dengan bella , bukan berarti aku memutuskan hubungan kita . " ucap danis dengan meneruskan langkah nya .
shela merintih ke sakitan , karena danis terluka kencang memegang tangan nya .
" lepas ! baik kalo kamu merasa kita belum berakhir , biar aku yang mengakhirinya . kamu tahukan ini apa yang melingkar di jari ku ? shela mengangkat jari yang sudah di pasangkan cincin oleh rey . " ini cincin pernikahan ku dengan suami ku . " shela mencoba menjelaskan kembali , meski shela tahu danis pun sudah mengerti .
danis meraih jari shela dengan kasar , saat shela kembali menunjukkan cincin nikahnya . danis mencoba melepaskan cincin pernikahan shela . " lepasin cincinnya ! aku tahu kamu melakukan ini , hanya ingin membalas rasa sakit hatimu pada keluarga ku .
" mas danis tolong lepasin tanganku ! aku tahu kamu marah , tapi tidak seperti ini caranya " ujar shela dengan memohon .
" segitu pentingnya cincin ini buat kamu sekarang ? " ujar danis setelah melepaskan cincin kawin shela.
" Daniss " teriak seseorang .
Bersambung......
__ADS_1