
Cek lek
Arfan melangkah kan kakinya dengan lesu , saat masuk kedalam kamar kontrakan nya , karena arfan tak berhasil menemukan keberadaan istrinya . arfan pun srdi jrtg dkembali ke kontrakannya , sekitar pukul 3 dini hari .
Karena tidak menemukan dina , dikediaman orang tuanya , arfan pun langsung meluncur ke kediaman orang tua dina yang berada di garut , tapi sayang nya arfan kembali tidak menemukan keberadaan dina , padahal arfan sudah bertanya - tanya .“ aku harus mencari mu kemana lagi . “ ujar arfan dengan mendudukkan tubuh nya di lantai ruang tamunya .
Karena lemas arfan kemudian membaringkan tubuh nya , dengan tangan yang menjadi bantalnya . “ besok pagi , aku harus jawab apa , kalo ayah sama ibu menanyakan kamu dina . kenapa kamu malah pergi ? ujar nya dengan lirih
Setelah cukup lama berdiam diri , arfan pun beranjak ke kamarnya untuk beristirahat setelah lelah mencari keberadaan istrinya , karena arfan baru saja kembali dari garut .
Cek lek
Arfan masuk ke dalam kamarnya , dengan kondisi lampu yang masih temaram , arfan sama sekali tak berniat untuk menyalakan saklar lampunya terlebih dulu . arfan malah menuju ke lemarinya , untuk menggantikan kemeja nya dengan kaos yang dia ambil dari lemari nya . setelah selesai memakai , arfan melangkah kakinya kearah nakas untuk menyala kan lampu saklar nya yang ada di atas nakas . karena sudah sangat lelah , arfan menghentikan pencarian istrinya untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar , setelah itu dia melanjutkan pencarian istrinya .
Cetak
Arfan menyalakan lampu saklar terlebih dulu , karena arfan terbiasa tidur dengan lampu menyala . tapi arfan mengerjapkan matanya , saat lampu menerangi seluruh kamar nya . “ dina “ ujar arfan dengan mengucek kedua matanya , saat melihat sosok yang dia cari malah tidur nyenyak di atas kasurnya .
Arfan pun langsung mendekati dan berjongkok untuk melihat keaslian perempuan yang sedang tertidur dengan nyenyak nya di atas kasurnya . “ apa aku sudah tidur yah ? atau sedang berhalusinasi sih ? “ ujarnya dengan menepuk wajahnya sendiri . “ aww , ternyata sakit . apa ini bukan mimpi yah ? “ ujar arfan . karena arfan masih belum percaya dengan apa yang dia lihat .
__ADS_1
Untuk membuktikan keaslian sosok perempuan yang masih memejamkan matanya , arfan pun mengulurkan tangan nya untuk mengelus pipi dina yang masih setia memejamkan matanya , dina tidak merasa terganggu dengan kegiatan arfan . tapi arfan masih belum begitu percaya , kalo dina itu nyata . arfan pun mendekatkan wajahnya untuk membuktikan kembali , kalo dina benar-benar nyata .
Cup
Arfan langsung berbinar , setelah dia mengecup bibir nya . arfan masih sangat mengingat rasa dari bibir perempuan yang sudah melahirkan anaknya .
“ terimakasih karena kamu mau kembali ke sisiku “ ujar nya dengan ikut berbaring di sisi istrinya . “ kamu tahu dina ? aku seperti orang tidak waras , saat kamu pergi . untungnya , aku sudah mengikatmu dalam ikatan pernikahan . apakah kamu tahu , status kamu sekarang apa ? istri , kamu itu sekarang istriku . jadi jangan harap aku akan melepas mu . “ cerita arfan saat ikut berbaring di samping istrinya .
Arfan kemudian merengkuh dina kedalam pelukan nya . “ jangan pernah tinggal aku lagi . aku sungguh tidak bisa hidup tanpa mu , jika kamu terus berusaha lari dari ku dina . “ ucap arfan dengan mengecup kepala dina .
Dina mengeratkan pelukannya pada arfan , seolah dina merasakan kenyamanan saat berada di pelukan arfan yang baru menyandang status suami dari dina .
Meski lelah dan mengantuk , arfan sama sekali tidak ingin memejamkan matanya , karena takut dina kembali pergi . “ bukain gih pintunya ! berisik tahu . “ ucap arfan dengan santai .
Dina langsung menengok kearah asal suara . “ kamu ngapain ada di kamar ku ? “ tanya dina dengan kaget , karena tiba-tiba arfan berada di di dalam kamar yang sama . tak lama dina pun langsung memeriksa keadaannya , karena takut arfan berbuat sesuatu saat dirinya terlelap .
“ Gayanya udah kaya anak perawan aja . “ ujar arfan meledek dina dengan tersenyum , saat dina memeriksa keadaan dirinya .
“ Kamu gak melakukan hal yang aneh - aneh pada ku kan ? “ tanyanya dengan menyilangkan tangan nya , untuk menutupi bukit kembarnya .
__ADS_1
“ Bahkan melakukan hal yang lebih aneh juga tak masalah sekarang mah . “ arfan menjawab ucapan dina tepat di belakang telinga dina .
“ Sana jauhan ih ! “ ucap dina dengan mendorong arfan , agar menjauh dari nya .
Arfan menangkap tangan dina , yang dia gunakan untuk mendorong nya . “ jangan pergi lagi . “ ujarnya dengan mengecup tangan dina .
“ Siapa yang mau pergi sih , orang cuma mau .... - “ dina tidak menerus kan ucapan nya , karena arfan malah menyuruh nya untuk diam.
“ Huss , suara ketukan pintunya sudah hilang , jadi tetap lah di sini . “ ujar nya dengan malah menarik dina ke dalam pelukan nya .
Dina melepas kan pelukan paksa arfan . “ siapa yang mau bukain pintu coba , orang aku mau sholat subuh , keburu waktu nya habis . “ sungut dina .
“ Kita sholat bareng . tapi bisakah kamu kembali memanggilku Aa ! kenapa setelah menjadi istri , kamu sekarang malah memanggilku hanya fan , fan saja . " ujar arfan dengan mengingat kan dina
“ Iyah aku mau ambil mukenah ku dulu di kamar . “ jawab nya dengan beranjak keluar kamar .
Arfan merasakan perubahan sikap dina.
...Bersambung...
__ADS_1