
dina dan arfan langsung menghampiri anak mereka begitu sampai . dina melihat azkal terlihat sangat bahagia , saat sedang bermain kuda - kudaan di punggung opanya di halaman rumah nya . " azkal turun sayang ! kasian opa pasti capek . " dina langsung menyuruh anaknya turun dari punggung tuan Arya begitu sampai . melihat kedua orang tua arfan sangat senang dengan kehadiran azkal , sampai rela menjadi kuda nya untuk cucunya .
" mamah " ujarnya , dengan langsung turun dari punggung opanya . menuruti omongan mamahnya begitu mendengar suara mamahnya . " mah lihat deh , semua mainannya di kasih sama opa loh . " azkal langsung menunjukkan semua mainnya . azkal sangat terlihat begitu senang , setelah mendapat banyak mainan dari opanya .
dina mensejajarkan tinggi nya dengan anaknya . " sudah bilang makasih , sama opa dan oma ? " ujar dina dengan lembut dan tangannya mengusap rambut anak nya .
" azkal sudah bilang makasih ko sama opa dan oma . azkal senang banget , akhirnya azkal bisa punya mainan pesawat impian azkal yang ini mah . " azkal dari dulu sangat menyukai mainan yang berhubungan dengan pesawat .
arfan membantu dina berdiri " emang azkal sangat suka dengan pesawat ? om tebak deh , pasti cita - cita azkal mau jadi pilot iyakan ? " arfan menyambung obrolan dina dan anaknya .
" om salah , cita - cita azkal itu kalo gede mau punya pesawat beneran . supaya azkal bisa ngajak mamah keliling dunia , biar mamah , gak di kurung di gudang terus sama enin . "
mendengar penuturan azkal , semua orang melihat ke arah dina yang menundukkan pandangan nya ke bawah .
" gimana keadaan ayah kamu ? " ucapan nyonya fanny , membuyarkan pikiran mereka tentang dina .
dina langsung canggung , karena mereka bertiga melihat ke arah nya . meski ini bukan kali pertama dina bertemu dengan kedua orang tua arfan . dina terus menundukkan kepalanya , karena malu berhadapan kembali dengan tuan Arya .
__ADS_1
" keadaan ayah alhamdulillah sudah mendingan nyonya , ayah juga sudah sadar dari komanya . terimakasih nyonya sudah repot - repot jagain azkal . " ujar dina dengan menundukkan pandangannya tanpa berani melihat nyonya fanny , terlebih jika dina melihat Arya .
arfan tersenyum melihat dina yang seperti malu - malu saat berbicara dengan maminya . " kalo bicara tuh , lihat orangnya sayang ! emang wajah mami serem banget apa ? sopan emang bagus , tapi jangan terlalu menunduk banget . kesannya kami seperti majikan dan pembantu kalo kamu , terus menunduk kan kepalanya . " ujar arfan dengan mengangkat wajah dina yang sedang menunduk . " satu lagi . jangan panggil nyonya ! tapi mami dan papi . boleh kan , kalo dina manggil kalian mami dan papi ? "
" boleh dong , kan sebentar lagi juga bakal jadi mantu mami . " ujar fanny dengan merangkul pundak dina .
sementara Arya , papi dari arfan sedang mengingat - ingat wajah dina . ' seperti nya wajah kekasih arfan , sering ku lihat . ' batin Arya dengan terus mengingat nya .
fanny menyenggol lengan suaminya , karena suaminya terus memperhatikan dina yang sedang berdiri di samping arfan . " papi kenapa ? ko liatin dina gitu banget amat sih . jangan sampai papi nanti saingan sama anaknya . " ujar fanny dengan suara pelan , sambil menggoda suaminya , karena fanny lihat suaminya terus memperhatikan calon mantunya .
" ya iya lah sering lihat , kan dina mantan karyawan kita di pabrik pih . " ujar fanny dengan mengiyakan ucapan nya.
Arya melupakan dina yang sering wara wiri masuk keruangan nya . padahal dina berkali-kali mendapat teguran langsung dari arya , tapi Arya sama sekali tak mengingatnya .
" mami bisa ikut papi sebentar ! " Arya membawa istrinya menjauh dari anaknya .
melihat wajah serius dari suaminya , fanny pun menuruti ucapan suaminya , dengan ikut bersama nya . " ada masalah apa sih pih ? " tanya fanny saat sudah menjauh dari mereka .
__ADS_1
" mami serius mau merestui hubungan mereka mih ? mami tahu , dia itu perempuan gak bener mih . " Arya langsung ngejudge dina , begitu mengingat nya .
" ko papi bisa menyimpulkan dina perempuan gak bener . emang ada apa pih ? " Arya langsung menunjukkan rasa tidak suka nya pads kekasih anaknya .
" mamih masih ingat perempuan yang sering papi ceritain ke mamih ? perempuan yang sering membuat onar di pabrik kita, gara-gara rebutan cowok . "
fanny menggeleng kan kepadanya , tanda dia melupakan .
" mamahnya azkal itu salah satu dari perempuan itu mih . " ujar nya .
" papi salah mengenali orang kali , masa dina kalem dan cantik gitu sering membuat onar , kayanya gak mungkin deh . " ujar fanny , dengan tidak mempercayai ucapan suaminya .
" papi aja heran , ko bisa mereka berebut si Syam sampai ribut berkali-kali . " Arya pun awal nya tidak percaya dengan dengan penjelasan Vina karyawan yang ribut dengan dina sewaktu masih bekerja dipabrik nya .
" nanti mami pastiin deh pi , kali aja papi yang salah mengenali orang . " ujarnya , dengan kembali mendekati dina dan anaknya .
Bersambung
__ADS_1