
“ Kalo papa memarahi mama seperti yang oma lakukan pada mama , Azkal tidak akan diam saja pah , azkal akan langsung bawa mama ketempat tante rinn lagi . “ ancam azkal . “ sekali pun yang menyakiti mama itu papa atau pun oma , azkal akan tetap berusaha melindungi mama dari kalian semua yang mau menyakiti mama . “ Azkal terlihat tidak terima , saat mengetahui arfan berbicara keras atau memarahi ibunya .
Azkal tidak pernah lupa pesan kakek nya pada azkal atau biasa dengan sebutan ayah itu , ayah berpesan agar selalu melindungi dan menjaga ibunya selama ayah tidak berada di dekat nya . “ mama jangan takut , biar azkal yang menggantikan ayah melindungi mamah dari siapa pun termasuk papa. “ ujar bocah berusia 6 tahun itu dengan sungguh-sungguh .
“ Azkal , papa tidak sedang memarahi mama kamu , tapi mama sama papa hanya sedang berbicara ala orang dewasa saja . Mungkin papa sama mama sedikit ada perdebatan kecil , karena papa merasa kaget dengan ungkapan mama kamu . Lagian papa itu tidak bisa hidup tanpa mama kamu , jadi gak mungkin papa tega nyakitin mama kamu . “ arfan langsung menyangkal nya dan menjelaskan nya , karena memang arfan tidak sedang dalam kondisi memarahi dina saat ini .
“ Azkal nanti papa gak bisa anterin azkal ke sekolah seperti biasa . tapi papa sudah menyuruh Om bagus , untuk mengantarkan azkal ke sekolah . Soal nya papa mau nganterin mama ke pabrik , azkal gak usah khawatir papa akan macam - macam sama mama kamu . “ arfan menyakinkan azkal , agar tidak berpikiran yang tidak - tidak padanya . Arfan tahu , anaknya sedang menjalankan mandat dari kakeknya .
Setelah azkal mengerti dan percaya dengan penjelasannya , arfan beranjak dari tempat duduk nya dan menarik tangan dina yang masih duduk di meja makan agar segera beranjak , karena arfan ingin segera menuntaskan masalah nya dengan dina , tanpa di lihat Azkal .
( Bagus adalah sekertaris sekaligus assisten yang di tunjuk Arya untuk membantu arfan )
Dina pun tidak bisa membantah ucapan suaminya yang ingin mengantarnya , firasat dina mengatakan arfan tidak benar-benar ingin mengantarnya ke pabrik , melainkan membawanya entah kemana , hanya author yang tahu 😁 . “ Azkal mama berangkat ke pabrik dulu . “ pamit dina dengan beranjak mengikuti suaminya . “ azkal gak usah khawatir ! mama baik - baik saja ko , lagian papa tidak akan mungkin nyakitin mama lagi . “ dina langsung menjelaskan keadaan nya dengan santai , agar azkal tidak mencemaskan nya , karena dina melihat kekhawatiran di mata anaknya .
__ADS_1
*****
Selama perjalanan , arfan sama sekali tak bicara atau pun membahas perdebatan nya dengan dina saat di meja makan tadi , arfan ingin lihat , seberapa lama dina menyembunyikan sesuatu darinya . arfan ingin menyelidiki nya sendiri , jika dina tidak memberitahu nya “ Aa marah padaku yah ? “ Dina mencoba membuka suaranya , dina tahu suaminya mendiamkan nya karena ucapan kebablasan dina saat di meja makan tadi .
“ Ehem “ arfan hanya berdeham , tanpa mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjawab . Sebenarnya arfan marah di balut rasa kecewa , jika benar dina berencana meninggal kan nya lagi .
“ Loh ko aa malah membawaku kemari ? katanya mau nganter ke pabrik . “ dina kaget , saat arfan malah menghentikan mobilnya , dugaan dina ternyata benar , arfan tidak benar-benar ingin mengantarnya ke pabrik .
Arfan turun dari mobil tanpa menghiraukan pertanyaan dina padanya , arfan pun membuka kan pintu untuk dina , agar dina ikut masuk kekantor nya .
Dina sedikit bernapas lega , saat suasana kantor masih terlihat sepi , karena memang belum saat nya jam kantor masuk dan dina hanya bertemu dengan petugas keamanan yang baru , jadi tidak mengenali wajah dina . Mungkin kalo orang lama , pasti akan mengenalinya . Karena dina cukup terkenal dengan ke cantikan dan keangkuhan nya .
Saat tiba di ruang kerjanya , arfan langsung membawa dina ke kamar yang ada di ruangan suaminya .
__ADS_1
Bugg
Arfan melempar dina keranjang dengan kasar dan merebut tas dina tanpa berucap apa pun . “ kasar banget sih “ ujar dina tak terima , saat arfan menghempaskan nya ke ranjang , apa lagi arfan mengambil tas dan menggeledah nya seperti seorang pencuri .
“ Emang gak bisa bicara baik - baik , lagian apa yang aa cari dalam ?tas ku ? “ tanya dina , saat arfan mulai menggeledah isi tas dina .
Setelah mendapatkan apa yang di cari dari dalam tas istrinya , arfan membuang tas tersebut ke sembarang arah . “ pil apa ini ? “ tanya arfan dengan menunjukkan botol berisikan obat yang dia dapat dari tas istrinya .
Dina melebar kan matanya , saat arfan menunjukkan pil pencegah ke hamilan yang arfan cari di dalam tasnya . “ i_tu ob_at untuk pegal-pegal buat badan ku . “ jawab langsung gugup , saat arfan menunjukkan pil yang dia dapat dari dalam tasnya .
Arfan tersenyum menyeringai mendengar penjelasan dina , arfan sebenarnya sudah mencari tahu obat apa yang di konsumsi istrinya , saat pertama kali dia temukan waktu itu . “ bukankah dulu kamu bilang itu hanya vitamin , kenapa sekarang kamu bilang itu obat pegal-pegal ? “ arfan tak habis pikir , kenapa istrinya tidak bicara jujur saja . Arfan sungguh kecewa , karena dina tak mengatakan apa pun tentang pil kontrasepsi tersebut , apa lagi tadi dengan tidak sadar dina mengatakan ingin mengumpulkan uang , agar bisa pergi dari arfan .
“ Sekarang minum obat itu dan puaskan aku di sini , aku ingin tahu seberapa kuat kamu setelah meminum nya . “ seperti nya arfan akan melampiaskan rasa kecewa nya pada istrinya yang tidak pernah terbuka dengan nya .
__ADS_1
Bersambung