Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
94 . Kemarahan Rey


__ADS_3

" Abang mindahin mba shela ke bagian gudang bang ? kenapa abang gak mindahin mba shela kesini aja bang , sekalian abang juga mindahin dina kekasihku kesini ! biar aku tambah semangat dan tidak pusing jika ada yang berani mendekati nya . " arfan mengira Rey yang memindahkan istrinya , karena setahu arfan masalah pemindahan pasti atas kuasa rey dan om reyhan . tapi arfan tidak yakin , jika om reyhan yang memindahkan mba shela . karena setahu arfan , om reyhan tidak pernah mau ikut campur urusan karyawan nya .


" Panggil kakak van ! jangan panggil abang lagi , karena panggilan abang hanya untuk istriku seorang . " Rey masih belum ngeh , dengan apa yang di katakan arfan .


" Mulai lagi nih orang ngeselin nya , sekarang kita departemen dulu , apa benar mba shela di pindahkan kebagian gudang . " karena kesal arfan langsung menarik tangan rey untuk melihat benar tidaknya shela di pindahkan ke bagian gudang .


" Siapa yang di pindahkan ke bagian gudang fan ? " Rey yang belum mengerti , langsung menghentikan langkah nya .


" Lebih baik kita ke departemen dulu , untuk melihat kebenaran dari omongan dina , yang mengatakan mba shela di pindahkan ke bagian gudang . "


" Kamu bilang istriku di pindahkan ke gudang ? " Rey kembali memastikan apa yang arfan ucapkan tentang istrinya .


" Dina bilang sih , mba shela di pindahkan ke bagian gudang tadi pagi . " Rey langsung menuju departemen produksi untuk melihat benar tidaknya shela di pindahkan ke bagian gudang , kalo sampai benar shela di pindahkan di bagian gudang , rey tidak akan mengampuni siapa pun yang memindahkan nya .


Setelah sampai departemen , rey langsung ke bagian gudang untuk membuktikan dan melihat apa yang diucapkan arfan .


Brak


Arfan menjatuhkan barang yang sedang di angkat shela , kemudian langsung melihat keadaan tangan shela . " siapa yang menyuruh mu membawa barang - barang itu sayang ? siapa yang telah tega , memindahkan istriku ke bagian gudang . " rey meniup - niupi tangan istrinya yang terlihat merah dan sedikit lecet , karena mengangkut barang - barang yang ada di gudang . " fan , kumpulkan semua jajaran sekarang . " Rey memerintah arfan , tanpa mengalihkan pandangan nya ke istrinya yang sedang meniupi tangan nya memerah .


" Baik kak " arfan langsung keluar , untuk mengumpulkan semua jajaran di kantor produksi .

__ADS_1


Rey benar-benar terlihat murka , setelah mengetahui shela di pindahkan ke bagian gudang , apa lagi melihat istrinya mengangkat barang yang lumayan berat .


" Sudah bang berhenti , tangan ku sudah tidak apa - apa ko . " shela melepaskan tangan nya , yang sedang Rey tiup - tiup . " kenapa abang meniup tangan ku , emang nya aku terkena luka bakar bang ? "


" Abang hanya ingin mengobati - merah di tanganmu sayang . seperti nya , tangan kamu juga sedikit lecet sayang . "


" Ini cuma lecet sedikit bang , gak usah berlebihan gitu . " shela mencoba menjelaskan , agar suaminya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya .


" Sekarang kita keluar ! " Rey membawa shela keluar dengan terus memegang tangan shela , tanpa melepas dan memperdulikan orang - orang yang memandang nya mereka berdua .


Shela mengikuti rey , dengan menundukkan kepalanya , karena rey terus menggandeng tangannya sampai masuk ke dalam kantor produksi . " pak indra , atas dasar apa anda memindahkan istri saya ke bagian gudang ? " Rey bertanya dengan nada membentak , saking kesalnya Rey .


Rey menoleh kearah meja yang biasa shela tempati pun sudah ada yang menggantikan nya . " atas perintah siapa , pak indra mengganti posisi istri saya di sini ? " Rey kembali menyebut Shela istrinya .


Shela memegang pundak Rey , agar Rey bisa tenang , karena Rey terlihat sangat marah . " bang tenang lah , aku sungguh tidak apa - apa jika harus di pindahkan ke bagian gudang . "


Ucapan shela , kembali membuat rey terlihat sangat marah . " apa maksud mu tidak apa - apa sayang ? kamu kira , aku akan diam setelah mereka seenaknya saja memindahkan mu . " ujar rey dengan memegang punggung tangan shela yang berada di pundaknya .


" Tapi bang " lidah Shela tercekat , saat akan memberitahu jika papa reyhan lah yang memindahkan nya .


Karena semua jajaran sudah kumpul , Rey pun langsung memberitahu kenapa mereka semua dikumpulkan. " karena semua sudah berkumpul , saya mau langsung bertanya pada kalian semua terutama pak indra dan bagian absensi . "

__ADS_1


Pak indra langsung berkeringat dingin , setelah menjadi orang yang paling di salahkan atas pindahnya shela di bagian gudang .


" Siapa diantara kalian , yang telah lancang memindahkan ISTRI KU di bagian gudang . " Rey menekankan kata istri .


Sebagian dari mereka yang baru berkumpul pun bingung dengan ucapan yang dilontarkan anak dari pemilik pabrik . Sebagian lagi mengerti , setelah melihat anak pemilik pabrik terus menautkan jari - jari nya pada shela .


Melihat kemurkaan Rey , semua jajaran menundukkan kepalanya . selain takut , mereka tidak tahu harus menjawab apa karena memang mereka tidak tahu siapa yang memindahkan shela kebagian gudang .


" Baik lah jika kalian tidak ada yang mau menjawab , fan rekrut karyawan untuk di tempat kan kebagian kantor produksi dan? bagian absensi . Dan untuk yang lainnya , beri surat peringatan dan potong gaji mereka . " usai memberi ultimatum Rey membawa shela keluar dari kantor produksi .


Semua jajaran cukup terperangah kaget mendengar ultimatum rey , terlebih bagian kantor dan bagian absensi karena bagian itu yang paling parah mendapatkan imbasnya . mereka cukup faham , apa yang di ucapkan Rey .


" Pak Indra , apa kita benar-benar akan di pecat ? ujar mba Ririn dengan lesu . " aku harus bicara dan meminta maaf pada shela maksudku nona Shela , agar pak reymon mau mempertimbangkan nya kembali . "


" Sebaiknya bukan hanya kamu , tapi kita semua yang harus minta maaf pada nona shela terlebih dulu , meski bukan kita yang melakukan nya , tapi aku yakin nona shela mau membantu kita . " ujar pak indra pada semua nya .


Rey membawa shela ke ruangannya , masih dalam keadaan marah . " harusnya kamu memberitahu pada semua orang , jika kamu itu istriku , agar mereka tidak seenaknya memindahkan kamu . " Rey yang marah pun menggebrak meja kerja yang ada di depan nya .


Melihat keadaan suaminya yang marah - marah karena dirinya , Shela menghampiri dan memeluk Rey dari belakang . " Bang tenanglah ! tidak seharusnya abang , mengeluarkan mereka dari pabrik . mereka tidak tahu apa pun , tentang kepindahan ku. " Shela terus mencoba menenangkan dan memberi pengertian dengan mengusap dada Rey yang berada di pelukan nya .


Mendapat sentuhan dari istrinya , Rey mulai sedikit lebih tenang . Rey balas

__ADS_1


memegang tangan shela , yang ada di dadanya . " harusnya , aku lebih awal memberitahu pada semua nya kalo kamu itu istriku , agar kejadian seperti ini tidak terjadi . "


Bersambung


__ADS_2