Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
80 . Perasaan yang aneh , yang dina rasakan .


__ADS_3

" ibu malah sangat senang yah , kalo teteh dengan nak arfan . nak arfan ini orang nya sangat baik , dia juga sangat sayang dan dekat dengan cucu kita . ibu juga sangat yakin kalo nak ini orang nya sangat bertanggung jawab , jika teteh di takdir kan berjodoh dengan teteh . " ibu terus memuji kebaikan arfan yang sekarang di hadapan suami dan anak-anak nya . " tidak seperti laki-laki kurang ajar itu , yang hanya bisa membuat anak kita terluka dan mengalami hal buruk . ibu berdoa , supaya laki-laki itu tidak akan pernah bahagia , sebelum anak kita mendapatkan kebahagiaan . " setelah menyanjung nya , ibu langsung menghempaskan arfan dengan mengumpat arfan .


mendapat umpatan dari ibu , arfan pun mengarahkan pandangan nya pada dina yang sedang memainkan ponselnya . meskipun tatapan mata dina pada ponselnya , arfan yakin dina mendengar semua yang di ucap ibunya , termasuk saat ibu mengumpati dirinya . ' maafin aku yang telah menorehkan luka di hati mu , aku janji mulai saat ini kebahagiaan mu itu , prioritas hidupku yang harus ku berikan padamu . aku pun berjanji mulai saat ini setetes air mata mu , akan ku ganti dengan senyuman bahagia . ' batin arfan dengan terus menatap dina .


" emang apa yang ingin ibu lakukan , jika ibu bertemu dengan bapak nya azkal ? " disya pun ikut menyela ucapan ibu .


" disya jangan bicara sembarangan , laki - laki itu bukan siapa-siapa azkal , dia itu hanya numpang lewat di kehidupan teteh mu itu . " ayah pun ikut menyahut , karena tidak Terima dengan ucapan disya barusan .


dina sama sekali tidak ingin menimpali obrolan keluarga nya tentang arfan , yang dina lakukan hanya berpura-pura sibuk dengan ponselnya , pada hal dina mendengarkan semua obrolan mereka .


" sebenarnya ibu pernah sih melihat laki-laki itu . " Ujar nya dengan nada tercekat .


mendengar ucapan ibunya , dina menaruh ponselnya di pangkuan nya dan mendengarkan ucapan ibu selanjutnya .


arfan pun langsung mengarahkan pandangan nya pada ibu , karena dari cerita nya ibu pernah melihat nya .

__ADS_1


" tapi ibu melihatnya dari dalam rumah waktu itu , sementara laki-laki itu berada di teras luar , jadi wajahnya tidak terlalu jelas . " dina terlihat bernapas dengan lega setelah mendengar kelanjutan cerita ibunya .


dina pun kembali melihat gawangnya setelah ibu mengatakan kelanjutan cerita nya . dina pikir ibu melihat jelas wajah arfan waktu itu , ternyata dugaan nya salah .


entah mengapa dina mempunyai rasa takut , jika keluarga sampai mengetahui kebenaran tentang arfan di kehidupan masa lalu nya . ' s sebenarnya aku kenapa sih ? apa yang aku takuti sih , jika keluarga ku tahu kebenarannya . seharusnya aku membiarkan arfan berkata jujur , tapi yang kulakukan malah menutupi kebohongan arfan . ' batin dina dengan terus berpura-pura mengotak atik ponselnya .


sementara arfan masih setia berdiri ditempat semula , dengan mendengarkan obrolan keluarga dina tanpa ikut sertakan obrolan mereka , karena yang mereka bahas masih tentang dirinya di masa lalu dan sekarang . sebenarnya arfan pun ingin mengungkapkan kebenarannya , entah mengapa dina malah membuat alasan yang lain .


" udah lah bu , ngapain ngebahas orang tidak penting lagi di kehidupan si teteh . " ayah menimpali omongan istrinya dengan nada bicara sinis , karena istrinya terus membicarakan laki-laki kurang ajar yang telah tega meninggalkan dina di saat hamil .


disya sangat mendukung arfan jadi kakak iparnya . baginya , arfan itu calon kakak ipar yang mendekati sempurna . selain arfan mempunyai paras tampan , arfan pun sangat loyal dengan semua keluarga nya . disya pun sangat yakin , kalo arfan seperti nya sangat mencintai kakaknya .


" cicing disya ! kamu itu masih terlalu kecil , untuk ikut mencampuri kehidupan teteh mu . " ayah masih sangat terlihat , belum menyukai arfan , meski istri dan anaknya terus memujinya .


" ayah kenapa sih bu ? udah jelas - jelas aa arpan itu sangat baik dengan keluarga kita , malahan aa kan yang membiayai pengobatannya . " ujar disya dengan berbisik di telinga ibunya .

__ADS_1


disya paling dekat dengan ibunya , tidak dengan ayahnya , karena ayah nya selalu memprioritaskan dina . tapi disya sama sekali tidak cemburu karena disya pun mengerti kondisi dina yang dialaminya .


" cemburu kali , kamu kan tahu sendiri gimana ayah mu , jika menyangkut tentang tetehmu . " ibu menjawab nya dengan berbisik di telinga disya , seperti yang disya lakukan .


melihat ibu dan adiknya terus berbicara dengan berbisik , dina pun memasukkan ponselnya kedalam tas nya dan segera berpamitan , karena dina khawatir azkal berbuat nakal pada lusi , pengasuh azkal saat berada di rumah . " yah teteh pamit pulang dulu , teteh terus kepikiran azkal , dina takut azkal berulah yang tidak - tidak di rumah arfan .


" nak arfan , bisa kan anterin anak ibu pulang ? ibu takut terjadi sesuatu dengan anak ibu . " ujar ibu , dengan menyuruh arfan mengantar dibantu .


" ibu ko minta anterin nya sama laki-laki ini. " Ujar ayah jelas tidak menyukai ide istrinya .


" lah kenapa , kan mereka satu rumah . " seperti nya ibu salah berbicara pada suaminya .


" kenapa ibu mengijinkan teteh tinggal dengan laki-laki yang bukan suaminya . " ujar ayah dengan sangat marah , karena anaknya tinggal satu rumah dengan laki-laki .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2