
Dina mengerjapkan matanya karena terganggu dengan suara suami nya yang terdengar lantang , seperti nya sedang kesal dengan assisten nya . Entah kesalahan apa yang di perbuat bagus assisten nya , hingga suaminya seperti nya sangat murka padanya . “ Sejak kapan azkal berada di sini ? “ gumamnya , saat melihat anaknya sudah berada di sampingnya . karena seingat dina , dia ketiduran saking lelahnya setelah bergulat dengan suaminya yang begitu buas memangsanya , untung dina sudah membersihkan kan dirinya sebelum tertidur kembali .
Karena dina melakukan pergerakan , saat akan turun dari ranjangnya , azkal pun terbangun dari tidur nya dan melihat sang mamah hendak berdiri . “ mamah mau kemana ? “ tanya azkal dengan suara khas bangun tidur dengan mengucek matanya .
“ Mama ganggu tidur kamu ya sayang . “ ujar dina dengan mengurungkan niat nya untuk melihat keluar dan kembali duduk dan mendekati azkal yang sudah membuka matanya . “ Oh iya , sejak kapan azkal tidur di sini sayang ? kenapa gak bangunin mama aja ? “ tanya dina .
“ Azkal juga ketiduran di mobil , waktu di jemput sama om bagus mah , jadi azkal juga gak tahu sejak kapan berada di kamar ini . “ jawab nya karena azkal sendiri pun bingung kenapa bangun - bangun sudah berada di kamar ini dan melihat ibunya juga ada di kamar yang sama . “ Mama emang gak kerja mah ? “ tanya azkal , karena seingat nya , pagi tadi mamanya berpamitan untuk berangkat ke pabrik dan sekarang mamanya sudah ada di sini .
“ Kamu itu saya suruh cari pengasuhnya anakku , bukan buat jadi istrimu . “ suara lantang arfan , kembali terdengar di telinga dina dan azkal yang sudah terbangun .
“ Mah itu suara papa yah ? apa papa lagi marah yah mah sama om bagus lagi ? “ tanya azkal , saat mendengar suara papanya seperti biasa marah - marah dengan bagus .
Dina mengernyit kan dahinya , saat mendengar ucapan anaknya . “ emang papa sering seperti itu sama om bagus sayang ? “ tanya dina dengan heran , karena dina belum pernah melihat sebelum nya . “ Mama lihat dulu yah sayang , kamu tunggu di sini atau mau ikut keluar ? “ ujar dina dengan memberikan pilihan pada azkal .
“ Azkal ikut mah , azkal gak mau tunggu di sini . “ pinta azkal , saat dina akan keluar untuk melihat keadaan di luar.
“ Ya udah hayu keluar . “ ujar dina dengan menggandeng tangan azkal , karena azkal tidak ingin di tinggal di kamar sendiri . Mau tidak mau dina pun membawa serta azkal keluar , padahal dina sangat penasaran dengan maksud ucapan arfan barusan .
Cek lek
“ Papa lagi marah - marah sama om bagus pah ? “ azkal langsung bersuara , saat baru keluar kamar dengan ibunya dan langsung mendekati papanya untuk duduk di pangkuan arfan .
Dina pun mengikuti azkal dan mendekati suaminya dengan berdiri di samping nya . “ Ada apa a ? kenapa kamu seperti kesel banget sih ? “ Dina pun ikut penasaran , apa yang membuat suaminya kesal . Untung dina sudah menyelesaikan masalah nya dengan suaminya , meskipun tak semuanya dina ungkapkan . “ terus perempuan di sampingnya bagus itu staff kantor ini ? “ tanya dina , saat melihat seorang perempuan berparas cantik dan berpakaian rapi berdiri di samping bagus assisten suaminya .
“ Maaf atas ke salahanku nona muda . “ sahut bagus yang langsung meminta maaf , saat dina menanyakan pada arfan , siapa perempuan yang berdiri di samping nya .
__ADS_1
“ Kenapa kamu yang meminta maaf sih ? “ dina yang baru datang pun di buat bingung dengan permintaan maaf bagus padanya .
“ Sebenarnya tuan muda menyuruh ku , untuk mencari kan pengasuh buat tuan kecil nona muda . “ jawab bagus dengan menundukkan pandangan nya saat menjelaskan .
“ Nyari pengasuh buat azkal ? kenapa gak konfirmasi padaku dulu sih , kalo mau nyari pengasuh buat azkal ? terus perempuan itu buat pengasuh anakku atau gimana ? “ tanya dina dengan geram , karena dina mulai mengerti apa yang membuat suaminya begitu marah pada assisten nya .
“ Mama azkal laper . “ ujar azkal dengan mengelus perutnya , saat mamahnya sedang membahas pengasuh untuk dirinya .
Mendengar permintaan anaknya , dina juga baru menyadari jika dirinya pun belum menyentuh makan siang nya , karena pergulatan dengan suaminya pagi tadi .
“ Gus , pesankan makanan untuk istri dan anakku sekarang ! sekalian bawa keluar perempuan itu . “ arfan langsung memerintah kan assisten nya untuk segera memesan kan makanan dan menyuruh bagus untuk membawa kembali perempuan yang dia bawa , karena tidak ingin dina salah faham dengan nya .
“ Baik tuan . “ jawab bagus kemudian keluar dari ruangan artan dengan membawa serta perempuan yang dia bawa .
Arfan pun mengikuti istrinya dan duduk di samping nya . “ Aku nyari pengasuh biar kamu gak repot nemenin azkal tidur kalo malamnya . “ jawabnya .
Dina mencebikkan bibir nya , dina mengerti sekarang maksud suaminya mencari kan pengasuh untuk azkal . “ hem emang beneran omes banget suamiku . “ cibir dina pada suaminya .
“ Emang omes apaan mah ? “ azkal malah menyahuti ucapan ibunya , seperti nya dina melupakan keberadaan anaknya , sampai dina berbicara sembarangan di depan azkal .
“ Omes itu otak ____ “ belum selesai arfan menjawab , tapi dina membekap mulut arfan dengan tangan nya , karena takut arfan akan mengartikan ucapan nya pada anaknya . “ hemmmm “ ujar arfan , karena mulut nya di bekap dina .
“ Sayang gak usah di bahas lagi ucapan mama barusan , mama hanya sedang bercanda dengan papa saja ko . kamu cuci tangan dulu gih ! keburu om bagus datang bawa makan siang kita . “ ucap dina dengan mengalihkan perhatian azkal , tanpa melepaskan tangan nya di mulut suaminya .
“ Ya udah aku cuci tangan dulu deh , tapi itu papanya lepasin mah ! nanti papa kenapa - napa lagi . “ ujar azkal dengan masuk ke dalam kamar mandi .
__ADS_1
Dina melepaskan tangan nya di mulut arfan , tapi dina menggantinya dengan mengecup bibir arfan yang sudah dia bekap , dengan duduk di pangkuan sang suami . “ Maaf gak sopan , abisan aa tadi pasti mau jawab omes itu otak mesum . “ ujar dina setelah melepaskan kecupan nya .
“ Di bekap lagi dong ! tapi nanti ganti nya yang lamaan dikit , biar sensasi nya lebih berasa . “ ujar arfan yang malah kesenangan setelah dina mengecup bibir nya , meski hanya sekilas .
Tok
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pintu ruangan arfan . “ masuk ! “ ujar arfan tanpa menurunkan dina yang berada di pangkuan nya .
Cek lek
“ Maaf Pak arfan , saya kesini membawa laporan produksi seperti yang pak arfan minta . “ ujarnya saat masuk keruangan arfan , dengan terus menundukkan pandangan nya .
“ A turunin ih malu sama karyawan kamu tuh ! nanti di liatin “ pinta dina , tanpa melihat wajah karyawannya .
“ Kenapa aku seperti mengenal suara istri dari tuan arfan ? “ ucap dalam hati si karyawan perempuan yang baru masuk ke dalam ruangan arfan , tanpa berani mengangkat wajahnya untuk melihat perempuan yang bersama bosnya .
Cek lek
Azkal keluar dari kamar mandi dan melihat kedua orang tuanya kembali bermesraan , tidak seperti pagi tadi saat di meja makan . “ mama sama papa ngapain sih ? kaya anak kecil aja tahu . “ ucap azkal , saat melihat papanya sedang memangku mamanya .
Bersambung
__ADS_1