
" berhenti memanggilku ina ! karena ina yang kamu maksud , sudah aku kubur disaat kamu mencampakanku . kamu masih ingat kata yang kamu ucapkan dulu ? kamu bilang , aku hanya gadis murahan yang hanya memanfaatkan popularitas mu disekolah . aku hanya gadis murahan , tapi kenapa kamu sekarang malah mengejar gadis murahan itu . " dina mengingat kan perkataan yang arfan lontarkan dulu .
arfan pun mengingat perkataan yang dulu pernah dia lontarkan pada dina , saat dina meminta pertanggung jawaban nya .
" arfan kenapa kamu menghindari ku ? aku ini sedang mengandung darah daging mu , kenapa kamu tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu buat padaku ? " ujar dina dengan menangis .
" aku sudah bilang padamu agar menggugurkan kandungan mu , masa depan ku masih panjang , aku gak mau menyia - nyiakan hidupku hanya untuk menikahi gadis murahan seperti mu . sebenarnya kamu berpacaran dengan ku hanya untuk menaikkan popularitas mu kan ? " arfan menjawab nya dengan angkuh , tanpa melihat tangis dina .
mengingat perkataan yang dia lontarkan dulu pada dina , arfan menekuk kakinya bersujud dihadapan dina . " aku memang laki-laki brengsek , laki-laki bodoh ina , maafin aku ina , aku sangat menyesal ina maafin aku . "
" aku bilang stop memanggilku ina . sebaiknya kamu pergi dari hadapan ku sekarang ! biarkan hidup ku tenang , tanpa kehadiran mu . " dina mengeraskan suaranya karena terlampau kesal sekaligus marah.
arfan menggeleng kan kepala, dengan posisi masih bersujud , saat dina menyuruhnya pergi . " tidak dina , aku tidak akan pergi, sebelum menebus segala ke salahanku padamu. aku mohon , beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku. " arfan meraih kedua tangan dina .
sebelum dina membalas perkataan arfan , dokter yang mengoperasi ayahnya keluar. dina melepaskan tangannya kemudian bangun dari kursi rodanya , dan mendekati sang dokter. " Pak dokter gimana operasi ayah saya ? " tanya dina saat berada di hadapan dokter .
dokter tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan dina , tapi dokter tersebut malah melihat arfan dalam posisi bersujud di depan kursi roda . " arfan kamu tidak apa - apa ? " arfan menjawab dengan menggelengkan kepalanya tanpa menjawab apa pun .
" jadi gimana keadaan ayah saya ? " dina kembali bertanya pada sang dokter.
" ibu keluarga dari pasien ? silahkan ikut keruangan ku ! ada yang mau saya bicara kan . " ujar sang dokter , kemudian menuju keruangan nya .
arfan mencekal tangan dina , saat dina akan mengikuti sang dokter yang sudah lebih dulu melangkah . " tunggu ! biar aku saja yang pergi keruangan dokter . " arfan tidak mau melihat dina berjalan tanpa menggunakan kursi rodanya .
dina melepaskan tangan arfan yang memegang tangan nya dengan tangan satunya . " pergilah ! kamu tidak perlu lagi menebus kesalahanmu , aku sudah tidak membutuhkan nya . " ujar dina , tanpa melihat wajah arfan .
dina meneruskan jalannya kembali menuju ruangan dokter , dengan pelan dan berpegangan pada tembok . melihat dina seperti itu , arfan pun langsung mengangkat dina dengan menggendongnya ala bridal style .
__ADS_1
" apa yang kamu lakukan arfan ? turun kan aku ! " dina berontak saat arfan mengangkat nya seperti itu .
" aku sudah bilang , agar aku saja yang keruangan dokter , tapi kamu tidak mau mendengarkan omonganku . aku hanya sedang bertanggung jawab , atas apa yang telah menimpamu sekarang . " arfan masih tenang menggendong dina yang terus berontak.
ceklek
arfan masuk keruangan dokter tersebut , tanpa mengetuk pintu terlebih dulu .
" kamu ini apa - apaan main masuk aja keruangan dokter , tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu , emang ini ruangan om kamu . " sungut dina , masih berada di gendongan arfan .
melihat arfan yang masuk tanpa terlebih dulu mengetuk pintunya, dengan menggendong seorang wanita , dokter itu pun menggelengkan kepalanya . " silahkan duduk fan ! kamu gak keberatan kan ? "
' kenapa dokter nya , mengenal arfan ? ' batin dina kaget , dengan terus melihat arfan bergantian melihat sang dokter .
" kamu tidak mau mengenalkan istrimu dulu pada om ? seperti istrimu bingung kenapa om mengenal kamu . " ujar sang dokter saat melihat ekspresi dina .
dina memicingkan mata saat dokter itu menyebut dirinya istri arfan . " sepertinya dokter salah faham pada kami . aku bukan .." arfan memotong ucapan dina , kala dina ingin menjelaskan siapa dirinya .
dina menyipitkan matanya saat arfan menyatakan ayahnya sebagai mertuanya , mungkin kalo arfan mengenalkan dirinya sebagai ibu dari anaknya , dina bisa mengerti karena memang dirinya ibu dari anaknya .
" sepertinya istrimu agak pemalu fan , tidak seperti mu yang malu - maluin . " dokter itu pun malah menggoda dina .
" tapi pak dokter ..... " lagi - lagi arfan menyela ucapan dina .
dina mendengus sebal saat arfan menyela ucapan nya kembali .
" jadi gimana om , kondisi a yah ? " arfan berbicara dengan gugup saat menyebut ayah dan melirik dina saat arfan kembali menyebut pak endang , ayah .
__ADS_1
dina membalas lirikan arfan dengan tajam .
" kondisi pasien saat ini perlu penanganan khusus setelah menjalani operasi . kami tim dokter memutuskan akan merujuk pasien , karena keterbatasan alat-alat yang kurang memadai untuk penanganan pasien selanjutnya . " ujar sang dokter menjelaskan kondisi ayah dina.
" lalu ayah saya akan dipindahkan kemana pak dokter ? " dina langsung menanggapinya.
" mungkin kita akan merujuk pasien ke rumah sakit besar , seperti di bandung . karena di sana alat-alat nya cukup lengkap , dan memadai untuk pasien . " jawab sang dokter .
" om gimana kalo dipindahkan ke Jakarta ? seperti nya di jakarta juga banyak rumah sakit besar dan lengkap . " arfan mengusulkan untuk memindahkan ke Jakarta , kemungkinan kalo di bandung dirinya akan semakin jauh dengan dina , arfan pun tidak bisa setiap saat berada di samping dina .
" di jakarta juga bisa , karena di sana banyak rumah sakit besar dan lengkap . " dokter itupun menyetujui saran arfan .
" kalo ayah dipindahkan , lalu bagaimana dengan ibu yang dirawat di sini ? " dina semakin bingung saat dokter menyarankan ayahnya untuk di rujuk ke rumah sakit lain .
" sebenarnya kondisi ibu kurniasih baik - baik saja , dia pingsan karena mengalami syok , jadi ibu kurniasih tidak perlu rawat inap . " dokter menjawab kekhawatiran dina .
" kira - kira kapan ayah akan di pindahkan rumah sakit lain pak dokter ? "
" kalo pihak keluarga sudah menyetujui nya , sekarang pun bisa , tinggal pihak keluarga menentukan kemana pasien akan di rujuk . "
" bawa ke Jakarta aja om , biar aku yang mengurus semua nya . " arfan langsung memutuskan kemana ayah dina akan di rujuk , tanpa bertanya terlebih dulu pada dina .
dokter itu pun tersenyum saat arfan yang memutuskan . " sepertinya tanggung jawab sekali anak si Arya ini pada keluarga istrinya . " ujar sang dokter dengan menepuk pundak arfan .
" kira - kira biayanya berapa pak dokter ? " dina menanyakan biaya karena memang dina lah yang harus mengurus masalah biaya .
" kalo masalah biaya tanyakan langsung pada pihak administrasi . tenanglah ! kamu tidak perlu pusing memikirkan masalah biaya , kan anda punya suami seperti arfan , arfan tidak akan jatuh miskin . " lagi - lagi sang dokter memuji arfan di depan dina .
__ADS_1
' justru aku tidak mau lagi melibatkan laki-laki ini . kalo dia terus melibatkan diri , yang ada aku akan semakin terikat dengan nya dan aku gak mau semua itu terjadi . tapi dari mana aku bisa dapat kan uang sebanyak itu , kalo bukan dari dia yang membantu . ' batin dina .
Bersambung.....