
Jika bisa , dina pun ingin hidup bersama dengan lelaki yang dia cintai . tapi seperti nya rintangan dan cobaannya sangat besar , jika meneruskan hubungan nya . dina pun sampai menghela napas panjang , jika memikirkan hubungan nya dengan arfan , kedepan nya . “ berikan jalan yang terbaik untuk hubungan ku dengannya ya Allah . “ doa dina dalam hatinya .
Tapi saat dina sedang memikirkan jalan terbaik yang dia pilih untuk kedepannya , tiba-tiba tangan arfan mengelus pipi dina yang terlihat melamun . “ Mungkin saat ini aku belum bisa menjanjikan kehidupan yang layak buat kalian berdua , tapi percayalah aku akan terus berusaha untuk membuat hidup kalian layak dan lebih berwarna karena kehadiran ku di antara . dan kamu pun , tidak akan menyesal dengan hubungan kita ini . “ ujar arfan dengan terus memainkan jarinya untuk mengelus pipi sang kekasih .
Melihat arfan terus menyakinkan nya , dina pun mulai memikirkan nya untuk bersama terus dengan papa dari anaknya . “ ya baiklah , jika kamu terus memaksaku untuk meneruskan hubungan kita . “ jawab dina dengan menundukkan wajahnya , untuk menutupi rasa malunya karena awalnya dina terus menolak .
Arfan mengangkat wajah ayu dina yang sedang menunduk . “ kalo gak dengan cara memaksa , kamu pasti bakalan nangis kejer karena telah menyia - nyia kan cowok setampan diriku . “ arfan malah bersikap jumawa di depan dina .
Dina mencebikkan bibirnya mendengar kesombongan arfan . “ hadeh kumat narsis nya , padahal yang nangis kejer - kejer itu kan sebaliknya , da aku mah masih keuneh geulis , kalo untuk mendapatkan pengganti kamu mah gampang dan banyak banget yang ngantri .“ dina malah ikut - ikutan membanggakan diri , hanya untuk menggoda arfan .
“ Berani mencari pengganti ku , aku buat adik azkal tumbuh lagi di perut kamu . “ ancam arfan , karena takut dina benar - benar akan mencari pengganti nya .
Dina menelan ludah nya , mendengar ancaman arfan , tapi dina mencoba bersikap biasa agar tak terlihat rasa takut nya dengan ancaman arfan . “ makannya kalo gak mau aku nyari pengganti yang lebih bonafit dari kamu , gak usah sok ke gantengan deh . “ cibirnya . “ udah ah aku mau mandi dulu , geraahhh . “ ujar dina dan langsung mendapatkan cekalan tangan dari arfan .
__ADS_1
“ Mau kemana hem ? kamu tidak bisa berpamitan yang benar pada calon imam mu ? “ ujar nya , dengan mendekatkan tubuh nya pada dina .
“ Aku hanya mau masuk ke kamar , bukan mau pergi jauh , kenapa juga harus berpamitan dulu sama kamu aneh . “ jawab nya dengan sedikit mendorong dada arfan , tapi bukan nya menjauh arfan malah semakin merapat kan badan nya seperti tak berjarak .
“ Masih belum mengerti cara berpamitan yang benar , atau masih mau macam - macam dengan ku ? “ ujarnya yang malah merengkuh pinggang dina .
Dina menutup mata nya , dengan menggelengkan kepalanya tanda tidak berani untuk macam - macam dengan arfan , apalagi melihat tatapan matanya , dina sampai bergidik nyeri membayangkan nya jika arfan benar-benar membuktikan ucapan nya .
Melihat dina menutup matanya , terbesit di pikiran arfan untuk melakukan hal lebih padanya . tapi arfan langsung tersadar , jika dia tidak boleh melakukan hal di luar batas kembali pada dina , sebelum di persatukan dalam ikatan yang halal . “ aku hanya ingin membuat stempel kepemilikan ku saja . buka matamu dan masuk kamar ! aku juga mau kembali ke kamarku “ arfan terus mengembangkan senyum nya , saat menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar kontrakan dina . berbeda dengan arfan , dina malah terlihat cemberut bercampur kesal saat masuk ke dalam kamarnya . pasalnya , arfan membuat stempel di leher depan nya dan yang membuat dina kesal , stempel itu pasti bisa di lihat siapa saja .
“ Nyebelin pisan bapak nya si azkal teh , masa dia bikin cu**** an di depan , udah gitu kentara banget lagi . kenapa gak ngium bibir ku aja sih ? yang tidak berbekas . gimana kalo seandainya rina lihat coba , pasti dia bakalan ngeledek aku habis - habisan . mana aku gak punya foundation untuk nutupin nya lagi . “ sungutnya , saat bercermin .
*****
__ADS_1
Keesokan harinya .
“ Mamah kenapa gak belajar masak sama enin sih mah ? “ tanya azkal , saat dina sedang menyuapi nya sarapan nasi uduk yang dina beli .
“ Mamah takut rasanya gak enak , udah gitu komentar nya pasti pedas - pedas kaya cengek , kalo masakan mamah gak enak . “ alibi dina , bukan dina tidak mau belajar memasak . dina pun beberapa kali belajar memasak pada ibunya , tapi malah ibunya yang menyerah duluan mengajari dina memasak . pasalnya hasil masakan dina itu , kalo gak berwarna hitam ya rasa air laut . semenjak kejadian itu , dina tak lagi berkutat dengan panci dan wajan .
“ Tapi azkal , pasti akan memakan hasil masakan mamah apa pun itu . azkal juga mau kaya temen - temen azkal mah , yang di bawakan bekel hasil masakan ibunya di sekolah . azkal juga selalu di ledekin temen- temen azkal di sekolah , gara-gara azkal selalu membawa bekal roti dan susu kotak saja saat di sekolah . “ cerita azkal , dengan terus mengunyah sarapan nya .
’ Maafin mamah , jika selama ini sudah lalai menjadi orang tua mu . mama juga terlalu egois , karena terlalu asyik dengan perasaan mamah sendiri , hingga azkal terabaikan . ' batin dina , saat mendengar kan cerita anak nya .
Dina berhenti menyuapi azkal dan membawanya ke dalam pelukan nya . “ mamah janji , akan belajar memasak dengan keras , agar bisa membuat kan anak mama bekal buatan mama sendiri . “ ujarnya dengan mencium pucuk kepala anaknya .
“ Kenapa pagi - pagi kalian berpelukan kaya teletubies . “ ujar seseorang yang nyelonong masuk sendiri .
__ADS_1
Bersambung