
Karena kisah shela dan rey sudah happy ending , kita beralih ke cerita dina dan arfan dulu yang lebih banyak konflik nya . nanti aku selang lagi kisah rey yang ke repotan menghadapi ngidamnya sang istri .
*****
Karena pertemuan tak terduga nya dengan oma dari azkal , rencana pulang ke garut pun jadi gagal total alias Gatot . arfan sampai menggantinya dengan mengajak keluarga kecilnya , yang belum di katakan sah itu ke pusat perbelanjaan . arfan sengaja membawa dina serta anaknya berkeliling moll , agar dina melupakan kejadian yang disebabkan maminya sendiri . tapi seperti nya usaha arfan untuk menghibur sang kekasih hanya sia - sia , karena dina masih terlihat murung dan tak banyak bicara seperti biasa nya .
Azkal yang mulai lelah sendiri , karena terus mengikuti kedua orang tua nya , meminta pulang . karena keadaan mama nya masih terlihat murungnya . “ pah , kita pulang aja yu ! kaki azkal pada pegel - pegel , gara-gara ngintilin kalian terus . “ keluh azkal .
Mendengar azkal mengeluh pegal-pegal karena dirinya , dina langsung menggendong azkal . “ pulang “ tanpa banyak bicara lagi dina langsung membawa azkal keluar dari pusat perbelanjaan , tanpa menenteng belanjaan sama sekali .
“ Ya sudah kita pulang saja sekarang , sini biar aku yang menggendong azkal . “ tawar arfan tapi dina menepis bantuan arfan .
__ADS_1
“ Tidak perlu , aku masih sanggup menggendong anakku sendiri . “ ucapnya dengan ketus .
“ Azkal turun aja mah , kasian mama pasti berat . “ pintanya , saat melihat kedua orang tua nya malah saling berebut ingin menggendong nya .
Dalam perjalanan arfan terus memikirkan bagaimana cara nya , agar dina kembali ceria dan mau berbicara kepada nya seperti sedia kala . “ Maafin aku ina , aku tidak bisa mencegah rasa trauma mu kembali . apa kamu mengubah sikap mu padaku karena permintaan mami ? pikir arfan dalam benaknya .
Setelah sampai kontrakan pun , dina masih bersikap acuh pada arfan , agar arfan mau berpikir untuk kembali pulang ke rumah nya , setelah dina mengasingkan nya . “ sebaiknya kamu pulang ! karena di sini bukan tempat yang pantas untuk kamu tinggali fan . “ dina berbicara dengan sangat dingin , dina pun memanggil arfan tidak ada embel-embel seperti biasa . “ hayu masuk , biar mama yang bawakan ranselnya . “ dina mengambil ransel yang ada ditangan azkal , kemudian masuk begitu saja , meninggalkan arfan yang masih terlihat bingung .
Tapi seperti nya, usaha dina mengusir arfan tak di hiraukan nya , karena arfan malah mengikuti dina masuk kedalam , meski dina telah mengusirnya . “ kenapa kamu malah ikut masuk ? apa masih belum jelas perkataan ku barusan ? “ geram dina , saat arfan malah mengikuti nya masuk .
Melihat azkal yang masih berada di dekatnya , dina pun menyuruh anaknya masuk kedalam kamar terlebih dulu , sebelum melanjutkan perdebatan nya dengan laki-laki keras kepala ini . “ Azkal masuk kamar gih ! nanti mama nyusul , mama mau bicara dulu sama om arfan sebentar . “ dina menyuruh anaknya masuk ke kamar , karena azkal masih terlalu kecil untuk mengerti permasalahan orang dewasa .
__ADS_1
“ Om arfan . “ ucap arfan dengan menganggukkan - anggukan kepalanya , karena secara tidak langsung dina menyuruh azkal kembali menyebut arfan om .
Azkal yang tidak mengerti pun , memilih masuk kedalam kamar seperti yang di perintah kan ibunya . “ Ya udah azkal masuk aja mah , pah eh om . “ azkal sampai bingung harus memanggil arfan apa , karena mamanya kembali menyebut arfan om .
“ Apa kamu mau menghabiskan waktumu untuk perempuan yang mempunyai gangguan jiwa seperti ku ? dina mulai mengeluarkan suara nya , setelah azkal benar-benar masuk kedalam kamar .
“ Mungkin aku pun sebentar lagi akan mengalami gangguan jiwa , jika kamu pun ingin menjauh dari hidup ku . “ kekeh arfan yang tidak akan pernah melepaskan dina sampai kapan pun .
“ Mungkin jika kamu tahu , kenyataan kehidupan ku di masa lalu , kamu akan berfikir seribu kali untuk hidup bersama ku lagi . “ dina masih mencoba , agar arfan kembali pada orang tuanya .
“ Kamu tahu fan , saat usia azkal 5 bulan aku mengalami gangguan depresi seperti psikosis ? “ dina mulai bercerita masa lalunya pada arfan , agar arfan mau memikirkan nya kembali , jika ingin hidup dengan nya . “ hampir setiap kali melihat wajah azkal yang sangat mirip dengan mu , aku malah berusaha ingin melenyapkan kannya dengan mencekik lehernya yang kecil , setelah kejadian itu ayah dan ibu menjauhkan ku dengan azkal , mereka khawatir aku kembali melukai anaknya sendiri . tapi Allah memulihkan ku lewat tangan anakku . “ ungkap dina dengan terisak dan menutupi wajahnya dengan telapak tangan nya , untuk menutupi tangisan nya . dina sungguh tak kuat menahan rasa bersalah nya pada azkal jika teringat dirinya pernah ingin melenyapkan kan nya . dina pun sungguh tidak perduli , jika dengan kejujuran nya , nanti nya arfan akan meninggalkannya .
__ADS_1
Arfan kaget dengan penuturan dina , tentang dirinya yang pernah mengalami depresi . arfan pikir dina hanya mengalami trauma biasa , tidak sampai ingin melenyapkan azkal , seperti yang dikatakan maminya . tapi sebisa mungkin , arfan tak menunjukkan gelagat rasa tak percaya nya , jika dina bisa melakukan semua itu pada anaknya . “ jika saja aku mau mempertanggung jawab kan kesalahan ku , mungkin semua kejadian buruk itu tidak akan kamu alami . “
Bersambung