Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
99 . Hilang nya Kehormatan


__ADS_3

Cetak


“ Loh , kenapa pintunya di kunci A ? “ dina mulai sedikit was - was setelah arfan mengunci pintunya .


“ Aku hanya ingin bukti dari mu , seberapa besar kamu mencintai ku . “ ucap arfan dengan senyum menyeringai .


Dina berjalan dengan mundur , sampai mentok ditembok . “ aku mohon jangan berbuat yang aneh - aneh , yang bisa membuat kedua orang tua ku sedih . “ dina mulai panik karena arfan sama sekali tak mengindahkan permohonan nya dengan terus mendekat padanya .


Setelah di hadapannya , arfan mengangkat tangannya untuk meraba semua wajah dina dengan jarinya , mulai dari dahinya turun ke hidung mancung nya , sampai di bibir arfan sedikit lama memainkan dengan jarinya . “ aku hanya ingin tahu , seberapa besar kamu mencintai ku ? bukannya hal yang wajar sepasang kekasih berciuman . apalagi selama kita pacaran , belum pernah sekalipun kita berciuman . “ ucap arfan dengan wajah menyeringai .


Dina menggeleng kan kepalanya “ bukan seperti itu konsep berpacaran di umur kita yang sekarang Aa . Mungkin aku sangat mencintaimu , tapi akan ku buktikan dengan tindakan ku yang selalu menemani mu tanpa melakukan perbuatan yang akan merugikan kita . “ dina terus menjawab dengan memberi pengertian agar arfan tidak melakukan nya .


Setelah mendapat penolakan secara mentah - mentah , arfan semakin tak terkendali . Arfan pun menyeret paksa dina , masuk kedalam sebuah kamar . Awalnya arfan hanya ingin bersenang - senang , tapi seperti nya niat nya berubah setelah arfan benar-benar memperhatikan wajah cantik dari dina . Arfan baru menyadari jika selama ini , dia mempunyai kekasih yang begitu cantik . Arfan yang terlanjur kesal pun , menghempaskan dina keranjangnya .

__ADS_1


Arfan sama sekali tidak mengindahkan penolakan dina padanya , arfan meraih tengkuk leher dina dengan sedikit kasar . “ konsep seperti apa yang kamu maksud ? bukannya hal sangat wajar jika aku mencium mu . Apalagi aku baru menyadari , kalo aku telah menyia - nyiakan kekasih ku yang sangat cantik . “


mpphh


Arfan mengecupi bibir shela dengan kasar . “ manis “ arfan kembali menempelkan bibir nya , setelah melepaskan sebentar.


Awalnya arfan hanya ingin memberi pelajaran karena dina menolak nya , tapi setelah merasakan manisnya bibir dina , arfan kembali mengecup nya sedikit lama , meski arfan baru melakukan nya , tapi arfan cukup bisa menguasai nya .


Dina mendorong dada arfan , karena nafasnya sudah mulai habis . " Aa " nafas dina tersenggal - senggal karena perbuatan arfan . " apa yang Aa lakukan , Aa mau membuat ku tak bisa bernafas . Apa harus seperti ini cara membuktikan , kalo aku mencintaimu . “


Dina sedikit terperanjak , karena untuk pertama kalinya arfan meminta maaf padanya . “ apa harus dengan bukti seperti ini , Aa bisa menghargai ku sebagai kekasihmu ? “ ujarnya dengan lantang .


Dina salah mengartikan ucapan arfan , karena arfan kembali memagut bibir dina , meski arfan melakukannya tidak sekasar waktu awal tetap saja dina tak bisa terlepas , karena tangan kanannya dia gunakan untuk memegang tengkuk leher dina , tangan kiri nya dia gunakan untuk memegang kedua tangan dina agar lagi berontak . Arfan yang gelap mata pun langsung melakukan hubungan yang tidak seharusnya dia lakukan pada dina .

__ADS_1


****


Dina menangis dengan meringkuk di samping arfan yang tertidur pulas , setelah arfan dengan tega mengambil kehormatan dina . “ Ayah , ibu maafin dina , dina tidak bisa menjaga kehormatan dina sendiri . “ lirih dina dengan tangis .


Setelah puas menumpahkan segala yang dia rasakan dengan menangis , dina beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang kotor . Dina berjalan dengan terus berpegangan pada tembok , karena bagian inti dina terasa sangat perih dan sakit .


Dina masuk kekamar mandi , setelah terlebih dulu memunguti semua pakaiannya yang berserakan di lantai . Setelah membersihkan diri , dengan terpaksa dina menunggu arfan untuk bangun , selain dina tidak tahu jalan untuk pulang , arfan mengambil kontak motor miliknya . Dina terus menatap wajah arfan yang tertidur di ranjang nya dengan tatapan kecewa . “ kenapa kamu melakukan nya padaku fan ? apa seperti ini caramu membalas rasa yang kumiliki . “ dina terus menangis sampai arfan mengerjapkan matanya .


“ Berhenti lah menangis , anggap saja semua yang kulakukan padamu itu pembuktian rasa cintamu padaku . “ ujar arfan , tanpa memikirkan perasaan dina sama sekali .


“ kenapa kamu tega melakukan nya pada ku fan ? “ karena muak dengan sikap arfan , dina tak lagi memanggilnya dengan sebutan yang biasa dia sematkan pada arfan .


Arfan beranjak dari ranjang dengan kesal , karena dina terus menangis . “ sudah diam ! apa kamu tidak capek menangis terus , tenang saja tidak akan terjadi apa pun pada mu , aku jamin itu . “ ujar arfan dengan membanting pintu kamar mandi saat masuk .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2