
" oma siapa maksud kamu ? kamu itu tidak punya nenek lain selain enin azkal , jadi jangan sembarangan memanggil orang oma . " disya menggertak azkal dengan meninggikan suaranya , saat azkal mengenalkan nyonya fanny oma nya .
melihat disya memarahi azkal , rina pun angkat bicara " kamu itu kenapa memarahi azkal ? emang apa salahnya azkal memanggil nyonya fanny oma , dia kan emang oo..... " rina yang ingin memberi tahu nyonya fanny oma nya, langsung menghentikan ucapannya , melihat nyonya fanny menaruh telunjuk di mulutnya , agar rina tidak berbicara tentang dirinya . " maksudku nyonya fanny kan orang tua , pantas lah kalo azkal menyebutnya oma . "
' seperti nya adik dari mamahnya azkal pun tidak menyukai arfan , sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa semua keluarga mamahnya azkal membenci arfan , masa cuma gara-gara arfan lari dari tanggung jawab , semua keluarganya sampai membenci arfan . " keluh nyonya fanny dalam hatinya .
" azkal katanya mau ketemu mamah , hayu ! " nyonya fanny mengalihkan pembicaraan , dengan menggandeng tangan azkal pergi , tanpa menunggu tantenya yang akan mengantarkan azkal menemui mamahnya.
melihat nyonya fanny pergi , rina menghentikan perdebatan nya dengan disya, kemudian rina mengikuti nyonya fanny dengan menyeret tangan disya agar mengikuti nya juga.
" teteh sakit tangan ku . " disya pun melepaskan tangannya , karena rina terlalu kencang memegang nya tanpa menghentikan langkah mereka mengikuti nyonya fanny.
" kamu ini apa - apaan sih ? kenapa memarahi azkal di depan nyonya fanny , masa cuma gara-gara azkal menyebut nyonya fanny oma , kamu marah . kamu tahu tidak nyonya fanny itu bos teteh kamu sama aku dulu , dia juga tante dari suami shela . " rina yang gemas dengan disya pun mengomeli adik dari sahabat nya , tanpa menghentikan langkah nya .
" teh rina ko jadi marahin aku , kan aku gak tahu kalo nyonya itu mantan bos teteh sama teh rina , aku juga gak tahu kalo nyonya itu juga tante dari suami teh shela, aku pikir nyonya itu ibu dari laki-laki brengsek itu . tapi emang teh shela sudah nikah ? kapan nikah nya teh rina ? " melihat rina marah karena ke salah fahamannya , disya pun mengalihkan pembicaraan.
" teteh aja gak tahu kapan nikah nya , tau - tau sudah nikah aja . kenapa kamu mengalihkan pembicaraan ? bukan nya kita sedang membicarakan nyonya fanny ? seperti nya ada yang kalian sembunyikan dariku , aku tahu hanya orang luar , tapi aku menganggap dina saudaraku dan aku tidak mau terjadi sesuatu apa pun pada dina . "
" teh rina kan gak tahu perjuangan keluarga ku menyembuhkan teteh . " disya yang terpancing omongan rina pun menjawab nya .
" emang dina pernah sakit parah disya ? " rina salah mengira ucapan disya .
" bukan sakit parah tapi...... " disya belum menyelesaikan ucapan nya , terdengar suara melengking azkal memanggil mamah nya .
" mamah " azkal langsung berlari saat melihat mamahnya yang sedang duduk di kursi roda , dengan arfan berdiri di samping mamah nya .
" azkal sayang " dina hendak berdiri tapi tangan arfan memegang punggung dina , agar dina tidak berdiri . " kenapa kamu mencegah ku berdiri ? aku kan ingin memeluk anakku . " dina berbicara ketus dan melepaskan tangan arfan yang memegang bahunya untuk mencegah nya berdiri .
" duduk dan diam lah ! apa kamu mau , biaya operasi ayahmu aku batalkan ? " bisik arfan dengan mengancam dina , agar dina mau menuruti segala ucapan nya .
__ADS_1
padahal arfan tidak benar-benar mengancam dina . tapi hanya dengan cara itu , arfan bisa dekat dengan dina dan mengendalikan nya .
" mamah kenapa pakai kursi roda ? apa kaki mamah sakit ? kenapa mamah gak bilang , kalo mamah sakit . katanya kalo mamah sakit , obat nya cuma di peluk azkal . " ujar azkal saat berada di pelukan dina.
" sekarang mamah sudah sembuh , setelah di peluk anak mamah. " ujar dina dengan suara parau karena menangis .
dina terlampau senang karena azkal menyusulnya kemari , meski dina masih sangat khawatir dengan kondisi kedua orang tuanya yang saat ini berada di rumah sakit.
dina mengangkat azkal duduk di pangkuan nya. " maafin mamah , karena mamah lebih dulu pulang ke rumah enin tanpa menjemput azkal terlebih dulu . " dina yang senang azkal menyusul nya pun , terus menciumi wajah anaknya saat berada di pangkuan nya .
" biar ku gendong azkal . " arfan mengambil alih azkal , dengan mengangkat azkal yang berada di pangkuan dina , karena kondisi kaki dina belum sembuh . " azkal sama om dulu yah , kan kaki mamah masih sakit . " arfan menunjukkan perban yang masih menempel di kaki dina pada azkal .
" mamah kenapa kakinya om ? " azkal bertanya pada arfan , saat melihat kaki mamahnya dibaluti perban .
" mamah ga apa - apa ko sayang . " saut dina , dengan mengelus kaki azkal yang berada di gendongan arfan .
" dina ko kamu tega ninggalin kita . kamu tahu tidak ? aku dan shela mencarimu kemana - mana , sampai - sampai kita berkeliling rumah sakit dan jakarta, hanya untuk menemukan sahabat laknat yang tega ninggalin sahabat nya yang sedang menunggu nya . " rina melebih - lebihkan ucapan, padahal rina dan shela hanya berkeliling rumah sakit saja .
nyonya fanny pun menganggukkan kepala , saat anaknya memberi isyarat padanya .
" maafin aku rina , aku hanya tidak mau mengganggu tidur kalian . kamu tahu kan , aku sangat mengkhawatirkan keberadaan anakku . " dina memegang tangan rina yang berada di pundaknya .
" awas kalo kamu kabur lagi . " ujar rina dengan menjewer telinga dina .
" rina sakit " ucap dina dengan mengusap telinganya .
" tante rinn , jangan sakiti mamah ! mamah kan lagi sakit . " bela azkal saat rina menjewer telinga mamahnya.
*****
__ADS_1
di tempat yang berbeda .
shela baru saja sampai di pabrik suaminya , shela sengaja tidak memberi kabar terlebih dulu pada rey , karena shela ingin memberi kejutan pada suaminya .
" mulai sekarang , aku ingin menjadi istri yang seutuhnya buat abang . " shela bergumam saat menuju keruangan rey , dengan di antar sule supir pribadi rey .
" ini non ruangan den reymon , non masuk aja ! saya akan kembali ke mobil . " ujar sule kemudian beranjak pergi .
" makasih mang "
ceklek.....
shela membuka pintu , tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu . saat masuk keruangan suaminya , rey sama sekali belum menyadari kehadiran shela .
" apa kamu tidak bisa bekerja ? kenapa sampai terjadi kelalaian seperti ini . kamu tahu apa yang kamu lakukan bisa merugikan pabrik " ujar rey dengan menggebrag mejanya.
melihat suaminya memarahi karyawan nya dengan sangat arogan , shela mendekati rey.
" abang kenapa marah - marah ? " ujar shela , kemudian melihat tangan rey .
" sayang , kenapa gak bilang kalo mau menyusul . " dalam seketika raut wajah rey berubah senang melihat istri nya berada di sini . " keluarlah dari ruangan ku ! " rey menyuruh karyawan nya keluar .
karyawan itu pun mengelus dadanya dengan tenang setelah kedatangan shela , karena merasa terselamatkan dari amukan rey .
" minum dulu bang ! " shela menyodorkan air minum pada suaminya . " lain kali jangan kaya gitu sama karyawan . coba kalo aku yang berada di posisi karyawan itu , apa abang rela istri nya di marahin seperti itu ? " ujar shela dengan meniup tangan rey , yang rey gunakan untuk menggebrak mejanya .
melihat perubahan pada istri nya , rey pun terus menatap istrinya . " ini benar shela istriku bukan sih ? ko beda banget sih . "
" abang gak suka yah melihat perubahanku ? "
__ADS_1
Bersambung