
hari ini rencananya shela dan desi bernostalgia ketempat dimana mereka pernah datangi masa putih abu - abu . niat awalnya shela ingin menghabiskan waktu berdua dengan sahabat nya , tapi rencana nya ambyar karena rey datang , disaat mereka berdua ingin berangkat . " abang jam segini sudah pulang ? apa ada yang tertinggal bang ? " gumamnya dengan turun kembali dari motor desi .
rey turun dari mobil nya , kemudian mendekati shela . " untung abang tepat waktu datangnya . abang kepikiran dede terus di kantor , sampai abang gak konsen dalam mengerjakan pekerjaan abang . " alasan rey pulang cepat .
" lah , emang aku kenapa bang ? bukan nya semalam aku sudah izin, kalo siang ini mau pergi dengan desi . "
rey terdiam , memikirkan alasan yang pas agar dirinya bisa ikut pergi dengan shela . " abang kepikiran dede , berbahaya jika bepergian naik motor tanpa di dampingi seorang laki-laki untuk menjaga . " alasan rey pun cukup masuk akal .
" emang abang gak ada kerjaan lagi ? ini kan masih siang bang , gimana kalo tiba - tiba ada pekerjaan penting ? "
sepertinya alasan rey , tidak diterima shela begitu saja . karena shela mencecar beberapa pertanyaan lagi pada suaminya , yang tiba-tiba ingin mengantar .
" pokoknya , abang yang akan mengantar kalian pergi dengan mobil bukan dengan motor itu . " karena alasan rey tidak di tanggapi shela , rey pun akhirnya memaksa agar dirinya bisa ikut pergi dengan shela .
shela meminta persetujuan desi , agar rey bisa ikut dengan nya . " jadi gimana des ? suamiku minta ikut katanya . " ujar shela dengan tidak enak .
" ya sudah lah , kita naik mobil suami kamu aja . " desi melepas kembali helm yang dia pakai .
" maafin aku yah des . " ucap shela dengan melepas helm yang dia sudah pakai .
shela memasuki mobil yang sudah dibuka pintunya oleh rey , di samping kemudi . sementara desi masuk dari pintu belakang kemudi .
brug
__ADS_1
brug
rey langsung menjalankan mobilnya , begitu shela dan sahabat masuk kedalam mobilnya . rey melirik shela yang terlihat cemberut dengan arah mata , melihat ke jendela .
" jangan cemberut gitu dong , abang janji gak akan ganggu waktu kalian , saat sedang berdua nanti . "
rey mengubah kepala shela , agar shela melihat melihat diri nya .
" janji - janji apa , semalam aja abang udah janji kalo servis aku enak , abang bakalan izinin aku pergi dengan desi berdua aja . " karena kesal , tanpa sadar shela malah ngebahas yang dilakukan nya semalam dengan rey suaminya .
desi kaget mendengar ucapan shela yang mengatakan servis aku enak . desi mengerti maksud dari ucapan sahabat nya , karena desi sudah cukup dewasa untuk tahu tentang masalah seperti itu .
" tahu gini mah , ngapain juga semalam aku kasih servis sampai gak tidur semalaman . " shela terus protes masalah semalam , karena rey mengingkari janji nya untuk mengizinkan nya pergi dengan sahabatnya .
' bener - bener si shela , ngobrolin masalah ranjang di sini , kaya gak ada tempat lain saja . apa dia lupa , masih ada orang lain di dalam mobilnya . ' batin desi terus menggrutu saat mendengarkan obrolan sahabat nya dengan suaminya .
" abang , bukan gak ngizinin dede pergi dengan desi . tapi , abang hanya ingin mengantarkan kalian . karena abang sangat khawatir jika kalian bepergian dengan mengendarai motor . " mulut rey menjelaskan , sementara tangannya mengelus bibir shela dengan jarinya , karena shela terus berbicara dan protes padanya . " bukan nya kamu juga menikmati nya semalam , buktinya kamu sampai merem melek gitu loh . " rey mulai menggoda shela , agar shela tak lagi mempermasalahkan dirinya ikut .
desi menutup mulutnya karena kaget , setelah mendengar penuturan suami dari sahabatnya barusan . ' waw , seperti dia sudah sangat berpengalaman . ' batin desi tak menyangka , kalo sahabat nya sudah sangat mahir jika menyangkut tentang ranjang .
shela langsung merona malu mendengar ucapan suaminya barusan , karena yang di katakan rey memang benar adanya . meski semua badan nya terasa sangat capek , tapi shela sangat menikmati pertempuran semalam . " abang , malu ih . " shela berbicara dengan mencubit pundak rey yang kokoh .
desi sampai geleng-geleng kepala , melihat kelakuan sahabat pada suaminya . desi pun kemudian mulai membanding perbedaan shela saat bersama rey dan shela saat bersama danis . dulu saat bersama danis , shela lebih terlihat bahagia berinteraksi dengan desi dan yang lainnya . sementara dengan rey , shela lebih bahagia dan nyaman berinteraksi dengannya tanpa memperdulikan orang di sekitarnya .
__ADS_1
rey memeluk shela dari samping , karena satu tangannya dia gunakan untuk mengemudikan mobil . sepertinya badmood shela sudah berganti dengan rasa malu , karena ucapan rey , membuat shela malu . " abang , aku malu tahu . " shela menutupi wajahnya , saat berada di pelukan suaminya . shela benar-benar malu dengan apa yang dilakukan nya semalam pada rey . meski awalnya , hanya untuk mendapatkan izin agar bisa keluar berdua dengan desi , tapi lama - lama shela malah menikmati nya .
" abang mau tanya , semalam belajar dari mana ? ko pinter banget muasin abang ? apa lagi saat kamu berada di atas abang . "
' ternyata si shela ganas juga , loh ko mobilnya berhenti . mau apa mereka berdua ? ' lagi - lagi desi mengomentari ucapan orang di depan nya , meski hanya dalam hati nya saja .
" ehemm "
desi berdeham , saat tiba-tiba rey menghentikan mobilnya . " ingat , masih ada aku loh di belakang kalian . " desi mengeluarkan suara nya disaat , kedua orang di depan nya sudah saling menempel bibir mereka .
shela langsung menjauhkan badannya dari rey , setelah mendengar suara sahabat nya di belakang . dia benar-benar melupakan desi yang duduk anteng di belakang , Shela sampai tidak berani menengok kebelakang saking malunya.
ciiitt
KEDUBRAG ( anggap aja lah itu suara motor jatuh )
tiba-tiba dari arah belakang , motor yang melaju sangat kencang itu menabrak mobil rey yang sedang berhenti .
rey melihat dari spion , motor ninja hitam itu bertabrakan dengan mobil yang berada dibelakang mobilnya , hingga motor ninja itu mengenai mobilnya . " dede awas . " rey langsung meraih tubuh shela kedalam dekapannya , agar pecahan kaca jendela mobilnya tidak mengenai wajah shela . karena motor itu menghantam kaca jendela mobil rey , tepat di mana shela duduk .
" shell , kamu tidak apa - apa ? " desi pun ikut mengkhawatirkan keadaan shela , karena kecelakaan motor itu , hanya mengenai kaca jendela yang di dekat tempat duduk shela .
shela masih belum bisa berkata apa pun , meski kaca - kaca itu tak mengenai wajah nya . tapi , kejadian tersebut membuat nya sangat syok .
__ADS_1
mereka bertiga belum menyadari , pengemudi motor itu berada di kolong mobilnya .
Bersambung