
beberapa hari setelah kembali dari garut .
shela kembali disibukkan dengan kerjaan dipabrik sampai dia sedikit lupa dengan masalah pribadinya . hari ini adalah jadwal pemantauan pemilik pabrik, shela bener- bener disibukkan dengan laporan produksi yang harus selesai sebelum pemilik pabrik datang dan memeriksanya.
" shela sudah beres belum laporan produksi bulan ini? " tanya pak indra setelah shela kembali keruangan kerja . " kalo belum cepat segera selesai kan, karena jam 2 siang ini pak reyhan akan keruang produksi untuk memantau. " ucap pak indra dari meja kerja nya setelah melihat shela sudah kembali dari kantin.
" bentar lagi ko pak ,paling sebelum jam 2 siang nanti aku taruh dimeja pak indra. " shela berucap dengan santai.
akhirnya shela selesai dengan laporan produksi tinggal menunggu pak reyhan dan jajaran datang . " tapi kalo pak reyhan datang dengan jajarannya, berarti ada kak tantri dan pak rey dong. gimana kabar pak rey sekarang? tumben beberapa hari ini dia tidak datang untuk menggangguku . tapi ada untungnya juga aku belum menerima perasaan pak rey , coba kalo ku terima pasti dia akan buat aku galau terus karena dia seenaknya datang dan pergi tanpa kabar. " benak shela.
pak indra melangkah kearah meja shela saat shela sedang memikirkan pak rey . pak indra memberitahu kalo kita harus segera berkumpul diruang produksi, karena pak reyhan sedang menuju kesini.
shela dan Ririn pun keluar dari ruangan setelah pak indra menyuruh untuk berkumpul keruangan produksi . shela berjalan beriringan dengan Ririn dan pak indra menuju keruangan produksi , setelah sampai shela melihat kedua sahabat nya rina dan dina tengah sibuk mengoperasikan mesin produksi karena mereka tidak dihentikan . dina sudah kembali bekerja setelah dia diberi ijin satu minggu oleh pak rey .setelah berkumpul terlihat pak reyhan memasuki ruang produksi bersama dengan jajarannya termasuk kak tantri dan pak rey. shela melihat pak rey berjalan beriringan didepan dengan pak reyhan dan mereka terlihat sangat akrab. shela melambaikan tangan pada tantri saat kakaknya ikut kejajaran pak reyhan .
" selamat siang semua staff. bagaimana kerja hari ini cukup melelahkan bukan? " sapa pak reyhan .
pak rey terus melihat kearah nya shela , saat pak reyhan sedang memeriksa laporan - laporan dari para staf. " kenapa pak rey terus melihat kearah ku? apa dia tidak takut ketahuan sama pak reyhan yang berada disampingnya. " ucap shela dengan lirih.
shela dan rey saling pandang dengan pemikiran masing- masing.
akukan belum memberikan hukuman pada shela karena aku harus menyelesaikan masalah pabrik yang di Cirebon . aapa sekarang aza ! mumpung ada papah juga sih ucap rey dalam hatinya.
rey mengambil laporan yang dibuat shela untuk memulai aksinya. " siapa yang mengerjakan laporan ini " tanya rey saat dia membuka laporan yang dikerjakan shela tanpa dibaca terlebih dulu . l
" emang kenapa dengan laporan itu? bukan nya yang papa lihat kamu belum memeriksa nya " tanya reyhan dengan suara kecil nya.
rey hanya tersenyum mendengar ucapan papanya , sedang kan reyhan menggeleng kan kepalanya melihat ke aksi sang anak pada perempuan yang dia sukai sejak dulu. reyhan sudah mengetahui kalo rey anaknya menyukai adik dari tantri karyawan nya, reyhan juga mengetahui kalo anaknya rela menjadi bawahan nya disini hanya karena adik dari tantri, padahal dia mempunyai pabrik sendiri di Cirebon.
__ADS_1
" yang membuat laporan ini ? ikut dengan ku sekarang. " ucap rey dengan menunjukkan berkasnya .
bukannya yang dipegang itu laporan ku. apa aku membuat kesalahan? padahal aku sudah memeriksanya sebelum aku serahin sama pak indra. " itu laporan punya ku pak " shela memberanikan diri maju.
" bagus kalo kamu berani mengakuinya, kalo gitu ikut dengan ku sekarang " rey tersenyum saat shela mengakuinya.
" tapi pak , tadi aku sudah memeriksanya sebelum aku serahkan " bela pak indra.
" pak indra meragukan kinerjaku? tanya rey dengan lantang.
" tidak pak " jawab pak indra setelah mendengar suara lantang rey atasannya.
" bagus kalo begitu shela ikut dengan ku sekarang ! titah rey sekali lagi.
akhirnya shela mengikuti rey keluar dari ruang produksi .
setelah kepergian rey dan shela dari ruang produksi. tantri merasa kawatir kalo sang adik melakukan kesalahan fatal sampai pak rey membawa shela pergi dari ruangan produksi.
" tidak ada " rey menjawab dengan enteng nya seperti tidak melakukan kesalahan apapun.
" kalo tidak ada, lalu kenapa pak rey membawaku keluar dan seolah aku membuat kesalahan dalam membuat laporan? " tanya shela dengan ulah atasan.
..." udah tenang- tenang gak ketemu nih orang beberapa hari. sekalinya ketemu malah bikin kesel aja untung dia atasan ku coba kalo bukan. " grutu shela dengan suara kecilnya....
rey melihat shela terus menggrutu tidak jelas saat berjalan disampingnya dengan terus menghentakkan kakinya." jangan manyun gitu ! apa kamu tidak rindu gitu sama orang ganteng ini? padahal aku sangat rindu loh kaya si dilan karena sudah beberapa hari gak ketemu kamu. " jawab rey dengan bercanda.
" rindu? ? apa yang pak rey bicarakan? aku serius pak tolong pak rey jawab sekarang, kenapa pak rey membawaku keluar kalo aku tidak membuat kesalahan dalam laporan. " geram shela pada sang atasan.
__ADS_1
" bawel ih . " ucap rey dengan menarik tangan shela.
" pak rey gimana kalo aku dipecat pak ? di sana kan ada pak reyhan pemilik pabrik pak . " shela berbicara dengan lemas sampai tidak sadar shela berjalan dengan digenggam tangannya oleh rey.
rey terus tersenyum ketika shela belum menyadari kalo rey memegang tangannya .
coba kalo shela mau menerima ku, akan aku genggam tangan ini sampai maut memisahkan kita. ucap rey dalam hatinya.
" pak rey kenapa senyum - senyum ? pasti pak rey seneng kan kalo aku dipecat pak reyhan ? " shela mengira kalo rey tersenyum karena senang kalo sampai shela dipecat , padahal rey tersenyum karena shela masih belum menyadari kalo tangan nya digenggam rey.
" tenang saja shell pap,,,, maksudku pak reyhan tidak akan memecat mu ko, nanti aku jelasin sama pap,,,,, maksudnya pak reyhan. " ucap rey hampir saja kelepasan menyebut papa didepan shela yang belum mengetahui kalo rey anak pak reyhan.
" bener ya pak nanti dijelasin, aku gak mau yah gara - gara pak rey aku sampai dipecat. " ucap shela sekali lagi
" iyah bawell . kita keruangan ku bentar ada sesuatu yang mau aku kasih buat kamu . " rey mengajak shela keruangan nya.
shela menghentikan langkah nya karena dia baru menyadari kalo tangannya terus digandeng pak rey.
" kenapa berhenti? hayu jalan lagi ! " ucap rey karena shela menghentikan langkah nya.
" pak rey , bisa tolong lepasin tangan pak rey ? " pinta shela.
yahh shela sudah menyadari nya kalo dari tadi aku menggenggam nya. dengan terpaksa rey melepaskan nya.
bersambung,,,,,
terus like dan komentar nya,,,,,
__ADS_1
Terima kasih
# Milea