
shela saat ini sedang menunggu desi sahabat nya , setelah shela menelpon desi datang ke alun - alun kota . " desi , kangen banget . " shela langsung antusias, saat melihat desi , padahal desi baru turun dari motor nya .
desi langsung berlari mendekati shela , kemudian memeluk nya . " shela , aku juga banget , banget sama kamu . " ucap desi dengan menciumi pipi shela setelah melepaskan pelukan nya . " beda yah kalo udah punya uang sendiri mah , makin cantik dan modis gila . " desi memperhatikan sahabat nya yang sudah banyak perubahan , terutama dari segi penampilan .
" duduk yu des ! " shela dan desi pun duduk di bangku panjang . " gimana kabarnya des ? seperti nya baik - baik saja , terlihat sekali pipi kamu makin cabi banget . " shela yang gemas langsung mencubit kedua pipi desi .
" shela lepas ! kalo kamu cubit , nanti pipi aku jadi seperti bakpao tahu . " keluh desi dengan mengelus bekas cubitan shela .
" tumben banget , gak nyuruh aku jemput di terminal ? oh iya lupa , kamu kan sudah lupa sama aku , buktinya kamu sama sekali tak memberiku kabar apa pun . " desi sedikit menyindir shela , karena shela sama sekali tidak menghubungi nya disana . " alamat gak dapet jatah deh , udah kesini nya buru- buru , saking senengnya pengen dede besar ku yang cantik . " keluh desi , dengan wajah yang di buat - buat galau.
shela langsung
" modus banget sih , bilang aja mau ditraktir iya kan ? " shela bisa menebak akal bulus sahabat nya
" hehe " desi cengengesan saat shela mengerti maksud dari omongan nya. " emang hanya kamu sahabat satu - satunya yang mengerti aku . " ujar desi dengan mencubit kedua pipi shela dengan pelan .
" banyak ngomong banget sih , tinggal bilang minta di traktir gitu . ikut aku ! kalo mau aku traktir . " shela merangkul desi , menuju mobilnya .
" mau kemana shell ? itu motorku kan di depan , kenapa malah kesini . jangan - jangan kamu cuman mau beliin aku siomay lagi ? " tapi shela hanya melewatinya saja . " alhamdulillah gerobak siomay dilewati , gerobak gorengan juga lewat . mudah - mudahan sahabat ku yang paling baik ini , membawaku ke Moll , sekalian cuci mata . apa lagi kalo di sana dapet gebetan ganteng , aku masukin karung nanti . " desi terus mengoceh sendiri , tapi shela hanya menanggapinya dengan tersenyum , tanpa meladeni omongan sahabat nya .
" ini mobil siapa ? kamu gak balikan lagi sama mas danis mu tersayang kan ? " desi bertanya saat sudah sampai depan mobil .
" masuk dulu desi ! nanti aku ceritain . " shela berbicara dengan pelan, agar sule sang sopir tidak mendengar nya .
" nanti motorku gimana shell ? " ujar desi saat akan menaiki mobil .
" mang sule , bisa minta tolong bilangin sama tukang parkir ! nitip motor yang warna merah itu . " shela menyuruh supir nya , karena ingin berbicara dengan desi sahabat nya .
" baik nona " mang sule pun turun dari mobil .
__ADS_1
melihat supirnya turun desi langsung berbicara dengan serius . " ada yang mau kamu sampai kan shell ? seperti nya aku benar-benar tidak dianggap sahabat lagi , mentang - mentang kita berjauhan . kamu juga tidak pernah sekali pun menghubungi ku , padahal aku selalu menunggu penjelasan mu , setelah mendengar kamu putus dari mas danis mu . " desi yang kesal terus meluapkan nya.
disaat shela dan desi berbicara sedang berbicara serius , mang sule masuk kemudian langsung melajukan mobilnya .
" mang ke CSB ! " mang sule pun melajukan mobil nya ke arah CSB .
" baik nona " jawab mang sule dengan terus mengemudi .
" shell , pasti kamu sedih banget waktu putus sama mas danis mu , apa lagi kamu kan 5 tahun lebih pacaran sama danis , pasti nyesek banget . " shela langsung kikuk , saat desi membicarakan soal danis . pasal nya mang sule terus melirik kebelakang , saat desi membicarakan mantan pacar istri dari majikan nya .
" ehem , desi kuliah kamu gimana lancar ? " shela langsung mengalihkan pembicaraan .
" kuliah aku lancar ko . kenapa kamu tiba-tiba nanyain kuliah ku ? " shela berhasil mengalihkan pembicaraan tentang danis di depan mang sule.
" kali aja kamu masih suka bolos , kaya dulu . " ujar shela dengan tenang .
" aku kan bolos nganterin kamu ketemuan sama danis . untuk kamu punya otak cerdas , jadi ketutup kelakuan kamu. " shela langsung membekap mulut desi dengan tangan nya , karena desi kembali mengungkit tentang danis . " shela lepasin tangan kamu ! aku gak bisa napas " shela melepaskan tangan nya .
shela menghela napas karena desi masih saja membahas danis . " desi kepala ku pusing , kamu jangan ngoceh terus coba . " shela menyandarkan kepala nya di jok mobil nya .
desi langsung memegang kening shela , saat shela mengatakan pusing , padahal shela pusing karena desi terus membicarakan tentang danis , pada hal di dalam mobil ada orang lain , tidak lain supir pribadi suaminya .
" badan kamu gak panas , pasti kamu sakit gara-gara belum bisa move on dari danis . " shela menggelengkan kepalanya , saat desi terus mengaitkan danis .
" desi diem gak ! " ujar shela dengan memejamkan matanya .
desi pun tidak bicara lagi saat shela berbicara dengan sedikit meninggikan suaranya .
***
__ADS_1
Ditempat lain .
" kenapa teteh merasa jadi anak gak berguna bu . seharusnya yang merawat dan mengurus ayah dan ibu itu teteh , tapi yang teteh lakukan sekarang hanya menunggu di kursi roda , tanpa bisa membantu ibu merawat ayah. " ujar dina , saat ibu sedang membersihkan badan suaminya .
ibu dina pun menyelesaikan pekerjaan nya , kemudian mendekati anaknya . " teteh jangan bicara seperti itu , kalo keadaan teteh sedang sehat pasti yang mengurus ayah teteh kan , jadi teteh jangan berpikiran yang tidak - tidak . justru ibu sangat berterima kasih , kalo bukan teteh dan atasannya teteh yang membantu , ayah gak mungkin bisa di operasi . apa lagi harus pindah rumah sakit yang lebih besar , pasti biayanya sangat mahal . " ibu menjelaskan agar dina tidak terlalu memikirkannya , karena dina paling tidak bisa tertekan , apa lagi akhir - akhir ini ibu merasa penyakit dina mulai kambuh kembali .
" jangan terlalu dipikirin yah teh " ibu langsung memeluk dina , saat dina mulai diam dengan pandangan kosong .
" ibu tahu siapa laki-laki yang mengantarku kemari ? " dina mendongakkan kepalanya , melihat ibunya yang sedang memeluknya .
" bukan nya kata teteh , atasan teteh dipabrik . " ujar ibu dengan melepaskan pelukan nya .
" ibu laki-laki itu ..... " dina belum menyelesaikan kata - katanya, tapi terdengar suara pintu terbuka .
ceklek
" mama .....
enin..... " azkal langsung berlari mendekati mamahnya dan eninnya .
tidak hanya azkal yang masuk tapi rina dan nyonya fanny pun masuk kedalam mengikuti azkal .
" mamah tahu tidak ? azkal habis main maling - malingan sama tante rinn , sama oma juga di taman . " Azkal langsung bercerita pada dina dengan nada semangat .
" oma siapa sayang ? " dina belum sempat mengetahui tentang nyonya fanny , karena waktu di ruang tunggu operasi dina tidak terlalu memperhatikan nyonya fanny .
" mamah belum tahu oma ? itu oma sama tante rinn mah . " azkal menunjukkan nyonya fanny , yang berdiri di samping rina .
dina langsung mengalihkan pandangan nya pada nyonya fanny . " ini mamah nya azkal yah ? " nyonya fanny mendekati dina , kemudian mengulurkan tangannya pada dina . " aku fanny , maminya arfan . " dina melepaskan uluran tangan nyonya fanny , saat nyonya fanny menyebut dirinya mami dari arfan .
__ADS_1
Bersambung.....