Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
55 . Hilangnya azkal


__ADS_3

saat ini shela masih menunggu dina selesai operasi . kedua jari kaki dina terpaksa dipotong , karena kondisi jari dina rusak tertimpa besi .


" rina , mending kamu pulang dulu ! temenin azkal di kontrakan . pasti saat ini , dia lagi nunggu mamahnya pulang kerja . " saran shela , karena jam pulang kerja sudah lewat .


" kalo aku pulang , yang nunggu dina siapa shell ? kamu kan punya suami , gak enak sama pak reymon . " rina pun sama , mengkhawatirkan azkal di kontrakan . tapi rina sendiri tidak mau meninggal kan rumah sakit , sebelum mengetahui kondisi sahabat nya.


" biar aku yang menunggu dina , nanti aku hubungi kamu , kalo dina udah siuman . pasti abang ngerti dan ngijinin aku jaga dina , karena aku tahu suamiku seperti apa baiknya. jadi sekarang kamu pulang dulu ! kasian azkal pasti nyari mamahnya . "


" baiklah aku pulang , tapi kamu terus kabari kondisi dina . " rina menuruti omongan shela untuk pulang , karena azkal pasti saat ini sedang menunggu mamahnya pulang kerja.


shela menelpon suaminya , untuk mengabari kalo dirinya berada dirumah sakit . tapi shela baru mau menelpon , malah suaminya terlebih dulu menelpon.


" assalamu'alaikum bang , baru aku menelpon abang . "


" Wa'alikumusalam , de abang mau ngabarin kalo saat ini , abang sedang dalam perjalanan ke cirebon. " rey langsung memberi tahu tujuan nya menelpon istrinya.


" ko mendadak sekali bang , emang ada masalah apa ? sampai abang mendadak harus ke sana ? " shela belum sempat memberitahu kalo diri nya berada dirumah sakit


" iya de , abang juga baru dapat telepon kalo pabrik di sana kebakaran hingga banyak korban . " ucap rey dengan panik.


" astagfirullah , terus keadaan disana gimana bang ? apa perlu aku menyusul kesana bang ? " shela bimbang , di satu sisi suaminya pasti sangat membutuhkan dukungan nya, di sisi lain keadaan sahabat nya tidak mungkin ditinggal sendirian .

__ADS_1


" maaf bang aku lupa ngasih tau abang , kalo aku berada di rumah sakit karena dina mengalami kecelakaan di pabrik . saat ini dina masih di ruangan operasi, untuk pemotongan 2 jarinya yang rusak .


" astagfirullah , dina kecelakaan dimana ? ko bisa jari dina sampai dipotong ? bukannya dina itu hanya mengawasi jalannya mesin " rey heran, karena pekerjaan dina hanya mengawasi mesin , ko bisa dina sampai kecelakaan di pabrik.


" nanti abang tanya arfan kronologi gimana . tapi bang aku mau minta ijin sama abang , untuk menemani dina , karena tidak ada orang yang menunggunya . nanti kalo dina sudah membaik, aku menyusul abang ke sana , gimana bang ? " shela sendiri pun merasa khawatir dengan keadaan suaminya yang saat ini tertimpa masalah.


" terserah dede saja , tapi kalo mau menyusul kabari abang dulu . " sebenarnya rey pun sangat membutuhkan istrinya untuk menemaninya , tapi rey tidak boleh egois karena sahabat nya lebih membutuhkan istrinya.


" maaf ya bang , aku gak ada disisi abang , saat abang lagi butuh support . abang terus kabarin keadaan di sana bang , aku gak mau terjadi sesuatu sama abang . abang hati - hati dijalan bang , jangan banyak melamun. aku tutup dulu bang telepon nya , seperti nya operasi dina sudah selesai . " pesan shela pada suaminya , kemudian shela menutup telepon suaminya dan mengikuti perawat yang membawa dina ke ruang rawat .


saat sudah di ruang rawat . shela sedang menunggu dina sadar kan diri , karena menurut dokter , seharusnya dina sudah sadar , tapi dina belum membuka matanya .


pikiran shela saat ini bercabang , di satu sisi memikirkan masalah yang dihadapi suaminya , di sisi lain memikirkan keadaan sahabat nya.


omongan shela berhasil merangsang otak dina untuk bangun , sehingga dina pun membuka mata matanya .


" azkal " ucapan pertama dina , saat sadar .


melihat dina membuka mata , karena omongan nya , shela pun merasa lega .karena menurut dokter , jika dina sampai malam tak membuka matanya , dina dinyatakan koma . " alhamdulillah , akhirnya kamu sadar juga . tadinya aku mau kasih azkal ke arfan , kalo kamu terus menutup mata nya. " shela lega melihat sahabat nya , mau membuka matanya .


" azkal sama rina , dikontrakan . " jawab shela .

__ADS_1


" beneran shell , azkal berada di kontrakan ? kamu gak lagi bohongin aku kan ? " dina takut mimpinya jadi kenyataan . karena dina sempat bermimpi , kalo arfan membawa azkal pergi jauh darinya .


" kalo kamu gak percaya , mending telepon rina gih ! " karena dina tak percaya dengan omongan nya, shela menyarankan untuk menelpon rina.


shela pun menelpon rina , tapi rina tak mengangkat telepon nya .


" gimana shell ? apa rina menjawab telepon nya ? "


shela menggeleng kan kepala , karena rina tak mengangkat telepon nya . kemudian shela menelpon kembali , tapi rina tetep tak menjawab nya.


" kenapa rina tak mengangkat telepon ku lagi . apa terjadi sesuatu ? " gumam shela . karena rina tak mengangkat telepon nya lagi, shela jadi mengkhawatirkan keadaan azkal .


" shell , apa terjadi sesuatu dengan azkal ? "


shela tak menjawab dina , karena shela pun tidak tahu keadaan di sana . shela mencoba menghubungi kembali rina , yang akhirnya rina mengangkat nya .


" alhamdulillah , akhirnya kamu mengangkat nya. " shela sedikit lega karena rina mengangkat telpon nya .


" rina , kalian disana baik - baik saja kan? ko lama sekali mengangkat telepon nya ? "


" shella , azkal gak ada di kontrakan . aku sudah cari azkal kemana-mana , tapi gak ada . " rina menjelaskan dengan menangis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2