
shela masuk begitu saja ke ruang poliklinik , tanpa mengetuk pintu terlebih dulu . salah satu perawat yang melihat shela masuk pun langsung mengusirnya keluar, karena sudah ada rina yang menunggunya.
" maaf anda siapa ? bisa tunggu diluar saja mba ! karena pasien sedang di tangani sebelum dibawa ke rumah sakit. " ujar perawat.
shela malah mendekati rina , tanpa mengindahkan perkataan perawat yang menyuruh nya keluar dari ruang poliklinik. " rina , bagaimana keadaan dina "
" maaf mba - mba , sebaiknya kalian berdua tunggu diluar . " perawat itu kembali menyuruh keluar . kali ini bukan hanya shela , tapi rina pun disuruh keluar oleh perawat tersebut.
shela dan rina pun keluar dari ruang priksa poliklinik , menuruti omongan perawat untuk menunggu dina selesai ditangani sebelum dibawa ke rumah sakit.
" rina, gimana kejadiannya ? kenapa dina bisa kecelakaan seperti itu ? " shela langsung bertanya kronologi kecelakaan dina saat berada diluar.
" aku gak tahu shell , soalnya yang membawa dina kemari pak arfan . aku pun dikasih tahu teman ku , kalo dina kecelakaan. " rina menjelaskan dengan suara parau.
rina memeluk shela karena khawatir dengan keadaan dina. apalagi dina belum sadarkan diri , karena pendarahan di kepalanya belum berhenti . " shell, aku bingung gimana caranya ? kita kasih tahu ibu sama ayah . sedangkan kata dina , sakit darah tinggi ayah sedang kumat . "
shela balas memeluk rina " nanti kita cari caranya, untuk kasih tahu ayah sama ibu . yang penting kita do'ain dina dulu ! agar pendarahan nya berhenti , supaya dina cepat dibawa ke rumah sakit. " shela pun merasa khawatir dengan keadaan dina, apa lagi yang shela lihat pendarahan nya belum berhenti.
" shell, lama banget keluarnya? apa pendarahan nnya belum berhenti ? apa aku masuk , buat cari tahu keadaan dina di dalam . " rina bolak-balik di depan pintu
karena dina tak kunjung keluar dari ruang poliklinik . rina yang tak tenang menunggu diluar , ingin menerobos masuk ke ruang rawat poliklinik.
rina yang ingin masuk , bertepatan dengan
perawat membawa dina keluar untuk dibawa ke rumah sakit. pendarahan nya berhasil dihentikan , meski keadaan dina tidak baik - baik saja.
__ADS_1
" bagaimana kondisi teman saya bu ? " shela bertanya pada salah satu perawat yang mendorong dina.
" keadaan pasien begitu mengkhawatirkan . karena pendarahan , pasien saat ini membutuhkan darah AB. kalo ada di antara kalian bergolongan darah AB , sebaik nya cepat ikut ke rumah sakit . " perawat menjelaskan keadaan dina yang tidak baik - baik saja, setelah pendarahan nya berhasil dihentikan .
shela dan rina saling melihat setelah mendengar kan penjelasan perawat tersebut . karena , baik shela mau pun rina tidak ada yang bergolongan darah AB.
arfan yang masih berada di area poliklinik pun , langsung melihat kondisi dina .
" biar aku yang mendonorkan darah buat dina, kebetulan golongan darah ku AB . " ucap arfan dengan mantap, padahal arfan sangat takut dengan darah setelah kecelakaan yang menimpa nya 4 tahun lalu . arfan melupakan rasa takutnya , demi menyelamatkan wanita yang sangat dicintai nya.
" bapak ikutlah ke ambulan, supaya pasien cepat ditangani di rumah sakitnya. " ujar perawatnya.
shela dan rina mengikutinya , sampai depan mobil ambulan yang akan membawa dina ke rumah sakit.
" biar aku yang ikut ke dalam mobil ambulan shell , kamu menyusul lah kebelakang dengan pak arfan. " ujar rina dengan ikut masuk kedalam mobil ambulan yang membawa dina. "
" cepat lah mba , aku tunggu diparkiran saja . " arfan langsung berlari menuju parkiran, sedangkan shela masuk kembali untuk mengambil tasnya dan izin ke absensi.
karena di dalam ruangan hanya ada Ririn , shela hanya meminta izin dengan nya. " mba Ririn, tolong bilangin pak indra kalo aku izin dulu buat menemani dina ke rumah sakit . "
" iya shell , nanti mba izinin. lalu gimana kondisi dina ? tadi mba sempat lihat kondisi dina, saat di gendongan pak arfan seperti nya sangat parah . kamu tahu shell , gimana hebohnya pak arfan sangat menggendong dina ke poliklinik ? satu departemen sampai panik gara-gara pak arfan terus berteriak dan menangis . " Ririn bercerita dengan antusias pada shela , tapi shela sama sekali tak berkomentar apapun tentang cerita mba Ririn.
" kamu pasti tahu kan kalo dina sama pak arfan ada hubungan spesial ? soalnya mereka berdua keluar dari gudang produksi. " Ririn sangat yakin kalo dina dan arfan ada hubungan , karena sikap arfan terlihat seperti seorang kekasih .
" aku gak tahu mba , lagian bukan urusan ku juga . mba aku langsung pergi karena arr ...maksud ku , rina sudah menunggu . " shela hampir menyebut arfan .
__ADS_1
" mba Ririn bisa izinin aku sama rina ke absensi , seperti nya aku tidak keburu kalo keruangan absensi dulu. " shela dengan cepat pergi, karena shela tidak mau ditanyain tentang hubungan dina dan arfan.
" shela ko pergi sih ? kamu belum jawab pertanyaan mba juga. " ucap Ririn saat shela sudah keluar ruangan.
" untung aku tadi tidak kelepasan. " gumam shela saat berlari ke parkiran.
saat tiba diparkiran petinggi pabrik , shela yang tidak tahu mobil arfan pun bingung. " mobil arfan yang mana ? bukannya parkiran bos tuh disini . mobil abang juga tidak ada diparkiran , apa abang pergi juga? "
tin, tin,,,,
" mba cepat masuk ! " arfan datang dengan mobilnya, dari arah belakang .
shela pun langsung masuk mobil , begitu arfan memanggilnya.
brug,,,,,,
saat dalam perjalanan shela membuka suaranya, untuk bertanya tentang kecelakaan sahabat nya. " fan , mba ingin tahu tentang kronologi kecelakaan dina , bisa kamu jelaskan ! bukan nya kamu yang membawa dina ke poliklinik ? terus bagaimana ceritanya kalian berdua keluar dari gudang produksi ? " shela bertanya penuh selidik.
arfan langsung gugup , begitu shela menanyakan tentang kecelakaan dina .
" maaf mba , biar aku yang merawat dina sampai sembuh . " arfan menjawab dengan asal saking gugup nya.
" fan yang mba tanya itu , bagaimana bisa dina kecelakaan di dalam gudang produksi ? apa kamu yang memaksa dina kesana , sampai terjadi kecelakaan .
" mba sebenarnya,,,,,
__ADS_1
Bersambung.....