
Setelah selesai makan siang bersama . shela berpamitan untuk pergi toilet kafe pada suaminya yang masih asyik berbicara dengan temannya . “ bang aku mau ke toilet . “ pamitnya , shela berharap rey menawarkan diri untuk mengantarnya ke kamar mandi . tapi seperti nya harapan shela hanya angan.
“ lya de . “ rey menjawab dengan singkat , kemudian rey menerus kan kembali berbicara dengan temannya .
“ Rina anterin aku ke toilet yu . “ shela akhirnya mengajak rina , karena rey sama sekali tak peka .
“ Hayu . “ ujar rina , menerima ajakan shela .
“ Ikut “ lebih baik dina ikut mengantar shela ke toilet , dari pada harus menunggu dan satu meja dengan 2 pria yang belum akrab dengan nya .
“ Mau ke toilet apa mau demo sih ? “ tanya rey , saat ketiga wanita itu melangkahkan kakinya .
“ Mau kabur . “ jawab shela dengan ketus dan meneruskan langkah nya menuju toilet .
“ Permisi pak rey , pak dika . “ pamit rina dengan sedikit menundukkan kepalanya .
“ Aku juga permisi pak rey , pak dika . “ dina pun melakukan hal yang sama dengan rina .
Setelah kepergian para wanita ke toilet , rey kembali meneruskan pembicaraan nya dengan dika .
Sementara di dalam toilet , ketiga wanita itu malah asyik berbincang di luar toilet .
“ Langsung keliling Moll aja yu ! “ ajak shela , pada kedua sahabat nya yang mengikuti nya ke toilet . “ aku sebel banget sama abang , masa dari tadi yang mereka omongin tentang kebersamaan mereka dulu. kalian tahu , 2 wanita yang mereka bicara kan itu siapa ? dokter reyna yang memeriksaku sama bella perempuan yang menjadi penghancur hubungan ku dengan mas danis dulu . “ shela berkeluh kesah dengan dina dan rina dengan menggebu-gebu saking sebalnya .
Rina mengelus - elus pundak shela , saat shela sedang mengeluarkan unek-unek nya . “ sabar - sabar , orang sabar di sayang mertua . hibur rina .
__ADS_1
“ Emang gak apa - apa suami kamu di tinggal shell ? nanti dia panik nyariin kamu loh , masa ijin ke toilet gak balik - balik . “ ujar dina .
“ Tadi sih udah ngasih tahu , kalo mau berbelanja dengan kalian sebelum kalian datang . tapi karena dari tadi dia asyik sendiri aja dengan temannya , sekalian aja aku kasih pelajaran . “ jawab shela , karena shela sungguh sangat geram dengan suaminya yang menurut shela gak peka itu .
“ Ih gak boleh gitu sama suami tau , kamu itu harus ingat udah punya suami shell , jadi kemana-mana itu harus ijin dulu sama suami mu . masuk lagi sana gih ! pak rey juga pasti ngijinin ko , apa lagi kamu perginya bareng kita . “ rina memberi pengertian pada sahabat nya , karena sudah salah jalan . mungkin karena umur shela masih 20 tahun , makannya shela terkadang masih suka seenaknya memperlakukan suami nya .
Dina sampai menahan tawa nya , saat rina berbicara seperti orang bijak , karena biasanya rina selalu ceplas - ceplos kalo bicara .
“ Tumben banget omongan kamu benar rina , biasanya juga asal keluar, kalo ngomong . “ cibir dina .
“ Hey , aku ini lebih tua dari kalian . jadi pemikiran ku lebih matang dari kalian berdua , aku hanya kurang beruntung saja belum memiliki pasangan . “ sanggahan rina .
“ Udah sana masuk lagi shell ! sebelum ceramah ibu rina yang udah matang kaya mangga bu'uk ini , lebih panjang lagi . “ dina malah meledek yang sedang memperingati shela .
“ Oke bu ustadz , aku mau bilang dulu sama suami ku . tapi awas kalian tunggu di sini dulu ! “ shela pun ikut meledek rina , kemudian masuk kembali ke dalam kafe untuk meminta ijin rey terlebih dulu , seperti yang di saran kan rina .
“ Kamu belum tahu bentuk pisang raja rina ? hahaha , berarti kamu juga belum tahu rasanya dong ? “ dina malah tertawa , karena merasa lucu aja rina tidak tahu pisang raja .
“ Rina menggeleng kan kepalanya , melihat dina menertawai nya . " kalo pisang asli mah , aku juga tahu dodol . “ rina sampai gemas , karena dina belum ngeeh , dengan apa yang sedang di bicara kan nya .
“ Lah emang ada pisang palsu ? tanya dina dengan menghentikan tawanya .
“ Ada pisangnya si arfan yang sudah kamu rasain , enak gak rasanya ? hahaha . “ kini giliran rina yang tertawa puas , sedang kan dina langsung mendengus setelah faham maksud dari ucapan rina .
“ Kalian ngobrol apaan sih ? seperti nya seru sekali . “ tanya shela , setelah melihat kedua sahabat nya begitu asyik tertawa . ralat , bukan kedua nya tertawa tapi hanya rina yang tertawa , karena dina terlihat manyun .
__ADS_1
“ Kita lagi ngobrolin pisang . “ jawab rina , dengan masih ada sisa tawanya .
“ Ngobrolin pisang ? emang apa nya yang lucu dari pisang coba ? “ shela malah semakin gak ngerti , masa cuma ngobrolin pisang rina bisa ketawa begitu renyah nya .
“ Karena yang kita omongin itu , pisang raja punya mu, juga punya si dina . “ jawab rina dengan menahan tawanya.
Dina sampai menggeleng kan kepala nya , mendengar ke absurd sahabat nya , yang bilang nya masih gadis tapi obrolannya kaya ibu - ibu kurang kerjaan . “ udah gak usah di dengerin omongan gak mutunya si rina shell . “ Ujar dina dengan menyeret paksa tangan shela untuk segera jalan , tapi seperti nya shela masih enggan sebelum tahu jawaban .
“ Tunggu . “ shela menghentikan langkah nya , karena masih penasaran dengan ucapan rina . “ rina bilang pisang raja ku , aku kan gak punya pisang raja dan gak doyan juga sama pisang apa pun juga . “ shela ternyata masih penasaran dengan ucapan rina .
“ Gak doyan pisang ko bisa ada rey junior di perutmu shell . “ celetuk dina , karena shela masih belum ngerti - ngerti dan rasa penasaran nya cukup tinggi .
Shela sampai menutup mulut nya , karena baru maksud nya . “ jadi pisang raja itu...... ahhh jahat banget kalian ngerjain aku . “ rengek shela dengan memukul - mukul dengan pelan punggung tangan dina yang ada di dekat nya .
Rina malah kembali tertawa dengan renyah nya , melihat shela yang kesal karena ulah nya . “ siapa yang ngerjain , orang tadi kamu kan tanya terus , karena ingin tahu kan jawabannya kan ? “ jawab rina di sela tawanya .
“ Lagian kenapa kamu malah mukulin aku sih shell , kan rina yang omes tuh . " ujar dina , menangkap tangan shela .
Shela menurunkan tangan yang di pegang dina . “ tapi , kalo pisang hidup mah aku doyan lah . apa lagi punya abang . “ jawab shela dengan senyuman mesumnya .
Dina meraupi wajah shela , karena dina pikir shela orang nya kalem . “ ternyata saruwa keuneh omesh nya . ini kapan berkeliling nya coba , keburu anakku nyariin mamanya nanti . “ sungut dina dengan menggeleng kan kepala .
“ Si dina pura-pura jaim , gak mau bahas begituan , padahal dia yang paling senior dalam hal begituan . “ rina mencibir dina karena dina terlihat ogah - ogahan ngebahas begituan .
“ oh yah shell , katanya kamu mau nyari bajukan ? tapi maaf , kita cuma bisa nganterin . tau sendiri bayaran buruh pabrik cuma seberapa , kalo gajiannya dipake buat belanja di moll , yang ada kita kelaperan kedepan nya . “ dina mencoba mengalihkan pembicaraan , karena yang di rasakan dina waktu dulu hanya rasa sakit dan paksaan .
__ADS_1
Bersambung