
" abang mau makan sendiri atau gimana bang ? " tanya shela dengan kesal . karena melihat suami nya malah kembali mengerjakan pekerjaan nya, setelah perginya arfan dari ruangan suaminya.
rey melihat kearah istrinya , istrinya terlihat memainkan jarinya sambil manyun . " kenapa cemberut gitu ? gak iklas anterin makan siang buat suami ? "
" bukan gak ikhlas bang , tapi bete . ngapain abang nyuruh cepat - cepat aku bawa makan siang , kalo gak langsung di makan ! tahu gini , aku selesaikan dulu pekerjaan ku . " shela berkata dengan kesal . pada hal shela sudah terburu - buru datang keruangan suaminya , tapi rey tidak langsung menyentuh makan siang nya .
melihat istrinya kesal , karena menunggu nya menyelesaikan pekerjaan nya . rey pun mempunyai ide agar dirinya bisa makan , tanpa mengganggu pekerjaannya . " dede suapin abang aja ! soalnya abang belum beres ngerjain pekerjaan abang . " shela langsung mendekati meja suaminya untuk menyuapinya.
rey yang melihat shela melangkah ke mejanya , tanpa menjawab atau melawan seperti biasanya langsung tersenyum senang .
" kenapa gak dari tadi abang menyuruh ku menyuapi abang. kalo banyak pekerjaan gitu . " omel shela dengan membuka kotak makannya , lalu menyuapi suaminya.
rey tersenyum kecil melihat perubahan istrinya sekarang. " pantesan dari tadi cemberut , ternyata dede berharap bisa romantisan sama abang . "
" bukan itu maksud aku bang , tapi aku lagi banyak pekerjaan di departemen. lagian udah tau sibuk banyak pekerjaan, malah ngobrol sama arfan lagi . " elak shela, dengan tangannya masih menyuapi suaminya dengan mengomel.
" bukan nya kamu yang menyuruh abang ! agar berbicara dengan arfan, supaya menjauhi sahabat kamu . masa lupa , padahal setiap pagi kamu ngingetin abang . " rey menjawab tanpa mengalihkan pandangan matanya pada leptop dan berkas - berkas dimeja .
" emang abang ngomongnya gimana coba ? "
" abang bilang sama arfan , agar tidak menemui dina dulu . tapi arfan tidak mau mendengarkan abang , dia malah bilang akan lebih sering lagi menemui dina . " rey menjelaskan pembicaraan nya dengan arfan.
shela malah melamun saat rey menjelaskan pertemuan nya dengan arfan , dengan mulut bergumam kecil . " abang bener - bener tidak peka . masa makanan sampai mau habis gini , tapi tak satu sendok pun makanan ini masuk kedalam mulut ku . padahal perutku sangat lapar karena belum sempat makan siang , karena pekerjaan ku banyak sekali hari ini . " gumam Shela dengan memegang perutnya.
rey menghentikan pekerjaan , karena mendengar kan gumaman istrinya . rey langsung menyeret istrinya untuk duduk di pangkuan nya " ngomong apaan tadi de ? "
awalnya shela berontak dengan perlakuan suaminya , yang menyeret nya untuk duduk dipangkuan nya .
" abang ngagetin aja sih , untung aku gak punya penyakit jantung . "
rey menaruh kotak makan yang dipegang shela tanpa mengalihkan pandangan nya " apa ini yang sakit de ? " rey bertanya dengan menaruh tangan nya di dada shela.
rey yang melihat shela malah menutup matanya, tanpa mengalihkan terlebih dulu tangan lancang suaminya yang menyentuh dadanya.
__ADS_1
cup
melihat shela malah menutup matanya ,
rey langsung mengecup sekilas bibir istrinya " kenapa gak bilang , kalo belum makan siang juga . "
shela yang mendapat serangan dari suaminya , langsung membuka matanya dan melihat rey dari jarak yang sangat dekat .
cup
rey malah mengecup kembali shela , saat istrinya memandangnya . " buka mulut nya de ? "
mendengar suaminya menyuruh membuka mulut nya, shela malah menutupinya dengan kedua telapak tangan nya dengan menggeleng kan kepala.
melihat istrinya malah menutup mulutnya, rey tersenyum kecil " maksud abang , ini makan lah . takut bener abang lanjutin , sabar sayang belum saatnya. " rey malah menggoda istrinya , dengan menyuapinya makan.
shela melebarkan matanya mendengar ucapan suaminya barusan " abang nyebelin banget sih . " ucap shela dengan wajah merah seperti tomat , karena malu dengan perlakuan suaminya .
shela langsung turun dari pangkuan rey , kemudian melangkah ke arah sofa .
rey tersenyum mendengar ucapan gugup istrinya . kemudian rey menghampiri shela di sofa , karena istrinya menanyakan kembali tentang pembicaraan nya dengan arfan . " kenapa menanyakan hal yang sama de " rey berkata dengan suara sensual pas dibelakang telinga shela.
shela yang mendengar suara sensual suaminya langsung berlari keluar ruangan suaminya , dengan menutupi wajah nya karena malu .
cek lek
brug,,,,,
setelah keluar dari ruangan suaminya, shela berdiri di depan pintu dengan memegang dadanya. " ada apa dengan jantung ku ? kenapa keras sekali bunyinya , apa jangan - jangan ada masalah dengan jantung ku ? sebelum nya aku tidak pernah mengalaminya . saat sedang bersama mas danis pun, aku tidak pernah mengalami nya. " gumam shela.
shela pun menarik napasnya , lalu menghembusnya . sampai berkali - kali shela melakukan nya , supaya suara jantung nya tidak terdengar . " akhirnya tidak terdengar lagi. " ucap shela dengan lega, setelah tidak mendengarnya.
setelah merasa baikan dengan jantung nya, shela kembali ke departemen untuk meneruskan pekerjaan nya.
__ADS_1
sampai didepan departemen nya, shela melihat ada sebuah ambulan pabrik . karena penasaran shela pun mendekati supir ambulan tersebut, untuk menanyakan nya. " mas mau bawa siapa ? "
" itu tadi saya dapat telepon , kalo ada kecelakaan kerja di bagian produksi . " supir ambulan nya menjawab dengan membuka pintu bagasi.
shela yang mendengar ada kecelakaan kerja , di bagian produksi pun jadi merinding sendiri . " terus mas tahu , bagaimana keadaan nya? "
supir ambulan itu mengedikkan bahunya . " gak tahu mba , lagi dibawa ke sini. "
karena supirnya tidak mengetahui bagaimana keadaan , shela pun menerus kan langkah nya kedalam untuk mencari tahu.
saat di depan pintu departemen shela menghentikan langkah.
" bukan nya itu arfan , kenapa dia menangis seperti itu ? " shela malah menghampiri arfan yang terus menangis memukuli tembok.
" fan , kamu kenapa menangis seperti itu ? apa terjadi sesuatu ? "
arfan yang melihat shela menghampirinya, langsung berlutut di hadapan shela. " mba shela , dina , dina . " ucap arfan dengan sesegukan, kemudian arfan kembali menangis.
deg
deg
mendengar arfan menyebut nama sahabat nya , pikiran shela semakin tidak karuan. apalagi shela melihat mobil ambulan pabrik didepan departemennya , kemudian sopir nya bilang ada kecelakaan kerja. " maksud kamu fan ? " suara shela sampai bergetar , karena takut benar dengan dugaan nya.
arfan yang tidak kuat mengatakan nya pun, langsung menunjuk ruangan poliklinik.
shela langsung berlari ke ruang poliklinik yang ditunjuk arfan.
brak
dina.......
**Bersambung
__ADS_1
maaf baru update lagi, kemarin lagi galau jadi libur**.