
“ Arfan , kau ingin membawaku kemana sih ? “ tanya dina , saat arfan membawanya pergi meninggalkan kedua sahabat nya dan juga azkal yang masih berada di kediaman orang tua nya arfan . “ kenapa kamu malah membawaku pergi , aku ingin kembali ke rumah mu fan , aku mohon ! “ dina terus merintih dan memohon , agar arfan kembali ke rumah nya,untuk membkarena arfan nya membawanya entah kemana .
Arfan mengambil ponsel nya di dashboard untuk menghubungi seseorang saat mengemudi kan mobilnya , padahal dina terus merengek padanya agar kembali ke rumah maminya , karena azkal masih berada di tangan maminya . tapi seperti nya , arfan tak memperdulikan nya . “ Hallo kak , kakak bisa carikan penghulu untuk menikah kan aku dengan dina sekarang juga kak ? “ arfan menelpon rey , untuk meminta bantuan padanya .
Dina yang kaget mendengar ucapan arfan yang akan menikahinya , melebarkan matanya . “ Aa bercanda ? siapa yang ingin menikah sekarang ? “ geram dina , karena arfan mengambil keputusan tanpa bertanya terlebih dulu padanya .
Arfan meneruskan perbincangan nya dengan rey , tanpa terlebih dulu menjawab pertanyaan dina . “ Jam 4 sore kita langsung ketemu di daerah Koja kak . “ ujar arfan dengan mengakhiri sambungan telepon nya . arfan benar-benar sangat yakin dengan keputusan nya menikahi dina sekarang juga , meskipun pemikiran nya muncul secara spontan .
“ Arfan jawab , siapa yang ingin kau nikahi sore ini ? “ saking geramnya karena arfan tak kunjung menjawab , dina sampai menanyakan nya dengan suara lantangnya .
“ Aku melakukan semua ini , agar kamu berhenti memutuskan untuk pergi jauh dariku . “ jawab arfan .
“ Arfan kamu gila ? kenapa kamu malah berpikiran untuk menikah , di saat kita belum mengetahui keadaan anak kita seperti apa sekarang . “ dina kembali berbicara dengan keras , karena geram dengan pemikiran aneh arfan yang malah ingin menikahinya , bukannya mencari jalan , agar azkal kembali padanya .
“ Kamu yang sudah membuatku mengambil keputusan gila ini dina . karena kamu terus saja berpikiran untuk pergi dariku dan meninggal kan ku , tanpa memikirkan perasaan ku jika kamu benar-benar meninggal kan seperti apa dina . “ arfan pun menjawab tak kalah lantang dengan dina , karena arfan geram dengan dina yang terus saja ingin pergi darinya .
“ Jika masalah anak kita , kamu tidak perlu terlalu khawatir . karena mami tidak akan menyakiti cucunya sendiri , meskipun mami belum menerima mu . “ jawab arfan , dengan merendahkan suaranya , karena dina terlihat menitikan air mata nya dan frustasi .
__ADS_1
“ Terserah kamu , tapi aku ingin memastikan keadaan anakku terlebih dulu . “ dina pun akhirnya menyetujui keputusan arfan . “ tapi aku ingin wali nikah ku ayah bukan wali hakim atau wali pengganti . satu lagi , aku ingin kedua sahabat ku , ibu dan adikku menyaksikan pernikahan paksa ini . “ jawab dina dengan ketus , tapi tetap memberi persyaratan pada arfan
Arfan menautkan alisnya , saat dina mengatakan pernikahan paksa . tapi arfan tak mengambil pusing ucapan dina barusan , karena yang terpenting bagi arfan adalah dina menyetujui menikah dengan nya , entah itu dengan terpaksa atau tidak .
“ Jika salah satu persyaratan ku tidak kau penuhi . maka aku anggap kamu gagal , memenuhi persyaratan ku dan kita tidak akan pernah menikah . dan biarkan aku dan anakku pergi jauh dari kalian semua . “ dina terus menekankan kata pergi pada arfan , seolah dina menyerah . karena dina pikir , hubungan nya dengan arfan hanya akan membuat keluarga dina maupun keluarga arfan sendiri saling menyakiti .
“ Apa kamu berharap salah satu persyaratan mu , tidak bisa aku penuhi . sehingga kamu bisa pergi jauh dari ku ? jangan harap dina . kamu itu sudah di takdir kan bersama ku , karena persyaratan yang kamu ajukan terlalu mudah bagiku . “ arfan menjawab dengan santai . karena , tanpa sepengetahuan dina , arfan meminta bantuan dengan pamannya yang berada di garut , untuk membawa semua keluarga dina ke Jakarta . itulah sebab , arfan masih terlihat santai . apa lagi , paman arfan berhasil membawa keluarga dina ke Jakarta dan sekarang pun mereka sudah dalam perjalanan . entah apa yang dikatakan paman arfan , sehingga membuat keluarga dina mau mengikuti nya ke jakarta .
Arfan menghentikan mobilnya , di depan rumah mewah . arfan pun langsung turun dari mobilnya , kemudian mengitari mobilnya dan membuka kan pintu untuk dina . “ turun lah ! “ pinta arfan , dengan membawa dina turun dari mobilnya dan menggenggam tangan dina.
“ Rumah siapa lagi ini ? apa kamu masih ingin melihat ku di permalukan lagi oleh keluargamu yang lain ? “ geram dina , saat arfan kembali membawanya ke rumah yang sama mewahnya dengan rumah orang tua arfan . dina pun bisa menebak , pemilik rumah mewah ini keluarga arfan yang lainnya .
Dina mengernyit kan dahi mendengar jawaban arfan . “ dia bilang rumah mamahnya ? berarti arfan punya dua ibu atau memang arfan bukan anak kandung nyonya fanny , apa tuan Arya mempunyai 2 istri atau gimana ? “ dina terus berasumsi sendiri dalam hatinya tanpa terlebih dulu bertanya lebih lanjut pada arfan , tentang ucapan nya .
Cek lek
“ Owalah den arfan , bibi kira rentenir yang mau nagih hutang . abisan den arfan mencet belnya apa lagi mainin bel sih ? “ jawab pelayan wanita yang bertubuh tambun , saat membuka kan pintunya , karena arfan terus menerus memencet bell nya secara tidak sabaran .
__ADS_1
Arfan hanya tersenyum menanggapi ucapan pelayan wanita di rumah tantenya . “ Bi sumi , mamah ada di rumah gak ? “ tanya arfan pada wanita yang bertubuh tambun , dengan melangkah masuk kedalam rumah di ikuti dina di belakang nya .
“ Nyonya di taman den , mau bibi panggilin atau aden yang nyamperin nyonya ? “ tanya wanita yang bertubuh tambun itu pada arfan .
“ Langsung ke mama aja bi , bibi bikinin minum buat arfan sama istri arfan aja . “ jawab arfan dengan terus menggandeng tangan dina tanpa melepaskan tautan .
Bi sumi tersenyum melihat arfan yang tak mau melepaskan tautan tangannya pada wanita yang dia sebut istri , padahal setahu bi sumi arfan belum menikah . “ Ya sudah , bibi pamit bikin minum ke belakang dulu den , tapi ko bibi gak tau aden sudah menikah sih ? “ tanya bi sumi, mengklarifikasi ucapan arfan .
“ Bibi kepo dah . “ jawab arfan dengan menarik tangan dina .
Bi sumi menggeleng kan kepalanya , mendengar jawaban arfan . “ oh iya hati - hati den nyebrang nya ! siapa tahu ada kontainer lewat sini . “ bi sumi meledek arfan yang terus menggandeng wanita cantik masuk kedalam .
Dina berpamitan pada bi sumi dengan mengangguk kan kepalanya , saat arfan terus membawa nya masuk kedalam .
“ Bi sumi bisa aja , kan badan bi sumi udah kaya kontainer nya . “ teriak arfan , dengan balik meledek bi sumi yang meledek nya .
Arfan menghampiri wanita seumuran dengan maminya , sedang membereskan tanaman yang di rawatnya . “ Mah “ panggil arfan , dengan mencium tangan wanita yang arfan anggap ibunya .
__ADS_1
Wanita itu berbalik . “ tumben, ada angin apa anak mama sampai kesini ? loh bukan nya ini sahabat dari menantu ku shela ?
Bersambung