
sampai kontrakan dina, shela dikagetkan dengan kehadiran arfan di teras kamar kontrakan dina. " bang lihat deh ! seperti itu arfan yang berdiri didepan kamar dina . " shela menunjuk arfan yang sedang berdiri di depan kamar dina .
rey mengikuti arah tangan shela . " seperti nya, memang arfan de. kita samperin kesana atau gimana de ? " arfan seperti nya masih ragu untuk mengetuk pintu kamar dina , soalnya rey melihat sepupunya itu seperti kebingungan antara masuk atau kembali. " apa kita samperin aja de ? "
" gak usah bang . bukan nya kata abang , kita tidak usah ikut campur urusan mereka dan biarkan arfan berusaha sendiri untuk mendapatkan maaf dari dina . mending ke kamar rina aja yu ? " shela mengganti haluan ke kamar rina , dengan menarik tangan rey menuju ke atas. shela tidak mengetahui bagaimana keadaan dina setelah bertemu kembali dengan arfan.
dog....
dog....
dog....
" rina, rina " panggil shela dari luar kamar dengan keras , tanpa melepaskan pegangan tangan nya pada suaminya .
rey yang melihat kelakuan istri kecilnya, berteriak saat bertamu hanya menggelengkan kepala. " de jangan berteriak seperti itu saat bertamu , meskipun ditempat sahabat juga tetep ngucapin salam ! mengerti istriku yang paling cantik sekawasan pabrik ku. " tegur rey , dengan nada bercanda .
" emang aku tadi teriak - teriak bang ? ko gak kerasa . maaf khilaf bang , saking terburu - buru juga sih. " jawab shela dengan cengengesan seperti tidak berdosa .
" terburu - buru , emang mau ngapain sih de ?
palingan mau gosipin arfan , benar kan? " tebak rey .
cek lek ......
rina yang membuka pintu nya , kaget melihat kedatangan shela serta rey atasannya . kedua pasangan baru itu masih ngobrol sendiri , tanpa menyadari pintu kamar rina sudah terbuka.
" ehemm..... " rina berdeham untuk menyadarkan kedua pasangan di depan nya.
shela dan rey langsung menengok , mendengar deheman rina.
" rina , kemana aja sih ? dari tadi aku ketuk pintu kamu juga. " shela langsung nyelonong masuk ke kamar rina , setelah rina membuka pintunya dengan meninggal rey yang masih berdiri didepan pintu .
__ADS_1
" pak rey silakan masuk " rina menyuruh atasannya masuk , karena shela masuk tanpa menyuruh rey masuk juga .
" shell , ko di tinggalin pak rey nya sih . " ucap rina, karena rey tidak menggubris omongan nya.
shela yang mau membuka toples makanan pun langsung menaruh nya kembali , ketika dirinya meninggal kan rey begitu saja . " abang maaf lupa , hayu masuk bang . " shela membawa suaminya nya masuk , dengan memeluk punggung tangan suaminya untuk duduk di karpet kamar rina .
" suami sendiri dilupain " rey menggetok kepala shela karena shela nyelonong sendiri tanpa mengajaknya masuk.
" abang sakit tahu " rengek shela , dengan mengelus kepala nya .
" kekencangan yah de ? maaf abis abang gemes banget sama kamu . " tangan rey ikut mengusap kepala istrinya.
rina menggelengkan kepalanya, melihat kemesraan pasangan di depan nya . " kalian datang kesini cuman mau numpang bermesraan doang ? " sungut rina .
" syirik aja kamu rin . lagian siapa yang bermesraan coba? orang aku di aniaya juga.
udah stop bang , nanti didepan makin syirik aja . kedatangan ku kemari itu mau ngasih tahu kamu , kalo di depan kontrakan dina ada arfan . "
" apa urusan nya dengan ku shell ? lagian siapa ar,,, arfan ? " rina belum menyadari, setelah menyebut nama arfan rina langsung tersadar. " apa , kamu bilang arfan kemari ? " kaget rina , rina langsung berdiri kemudian hendak keluar.
rina yang melihat shela mencegahnya keluar pun menuduh shela membantu arfan kembali . " apa jangan - jangan kamu yang membantu, membawanya kemari lagi shell ? kamu tahu shell ? keadaan dina , saat kamu membawanya kemari ? "
" rina , kamu salah faham . bukan itu maksudku , aku juga tidak membantu arfan sama sekali . " shela berusaha memberi penjelasan pada rina yang sudah salah faham terhadap nya.
" lalu kenapa kamu malah mencegah ku kesana , dan berkata seperti tadi ? "
melihat istrinya di salahkan, rey pun angkat bicara membantu menjelaskan . " tunggu dulu ! sebaiknya kamu jangan dulu berburuk sangka pada sahabat mu . bukan aku membela istriku tapi emang benar yang dikatakan shela , kalo kita tidak tahu sama sekali tentang kedatangan arfan. jika memang kamu mencemaskan dina , sebaiknya kita lihat keadaan dina di bawah. " rey berusaha memberi pengertian pada sahabat dari istri .
mendengar ucapan suaminya. shela langsung keluar dan turun kebawah , disusul rina dan rey dibelakang shela untuk melihat keadaan dina. shela menyesal kenapa tidak langsung mengusir arfan, saat tahu arfan berada di depan kamar dina .
shela berhenti melangkah ketika sudah sampai bawah . shela melihat dina memeluk azkal seperti telah terjadi sesuatu dengan dina, karena terus menangis dengan memeluk azkal .
__ADS_1
" kamu lihat sendiri shell , bagaimana keadaan dina setelah bertemu dengan arfan. " rina berucap tepat dibelakang telinga shela , kemudian langsung menghampiri dina .
" de , kamu tidak apa - apa " rey mengkhawatirkan keadaan istrinya , yang menangis melihat keadaan sahabat nya.
shela langsung memeluk rey dengan erat. " bang kenapa jadi kaya gini . aku kira dengan memberikan waktu pada arfan untuk meminta maaf , bisa membuat dina luluh dan memaafkan nya . " tangis shela pecah dalam pelukan suaminya.
" sudah lah de , ini semua bukan salah kamu . kamu hanya berusaha membantu sahabat kamu, lagian kamu kan tidak membantu arfan untuk bertemu dengan dina . " ucap rey dengan dengan terus mengelus punggungnya, agar istrinya lebih tenang . " lebih baik kita kesana , tenangkan sahabat mu . karena yang abang lihat dina sangat membutuhkan dukungan dari orang terdekat nya , biar waktu menghilangkan trauma nya . ananti abang coba bilang sama arfan , agar tidak dulu mendekati dan menemui dina .
shela melangkah kan kakinya, mendekati kedua sahabat nya. shela melihat rina sedang berusaha menenangkan dina yang terus memeluk azkal dengan erat . " dina jangan seperti itu lepasin azkal , kamu terlalu kencang memeluk nya. " rina mengambil azkal dari pelukan dina.
" kembalikan anakku , apa kamu juga mau merebutnya dari ku . " pinta dina , dengan mencoba merebut azkal kembali dari pegangan rina .
melihat dina seperti itu, shela pun langsung memeluk dina . " din , tenang lah rina tidak akan mengambil azkal dari mu . " shela sampai menangis kembali melihat keadaan dina .
" azkal bisa ambilkan air minum buat mama kamu ! " shela membawa dina masuk kedalam , sebelum orang sekitar kontrakan melihat keadaan sahabat nya. shela mendudukkan dina, di sofa ruang tamunya .
" ini minumnya tante shell " azkal memberikan air minum pada shela untuk sahabat nya.
" minum dulu din ! supaya kamu bisa tenang. " shela membantu dina untuk meminum karena keadaan dina , masih syok.
" azkal sebenarnya apa yang terjadi dengan mama kamu ? kenapa dia sampai kaya gitu ? terus enin kemana? " rina bertanya pada azkal saat keadaan dina lebih baik.
" aku gak ngerti tante , kenapa mama seperti itu . seingatku tadi itu ada om yang kemarin datang , dia langsung memelukku begitu aku membukakan pintu . tapi mama datang dibelakang ku, kemudian mamah marah - marah sama om yang memelukku . " azkal menceritakan kedatangan arfan pada sahabat dari mamahnya.
" kalo enin ke garut tadi pagi , soal nya tante disya telepon kalo ayah sakit.
" shell, rin, laki-laki brengsek itu mau mengambil anakku " ujar dina, dengan langsung memeluk shela .
" tenang lah din, arfan tidak akan berani mengambil azkal dari mu. " shela mencoba menenangkan dina, dengan balas memeluknya.
" iya din kamu tenang lah . kita janji akan membantu menjaga azkal , agar arfan tidak berani mendekati azkal lagi . " rina menyahuti omongan shela.
__ADS_1
" bisa kalian tidak menyebut namanya di depan ku !
Bersambung.....