Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
69 . Memanfaatkan waktu luang


__ADS_3

dina melepas uluran tangan nyonya fanny , saat nyonya fanny memperkenalkan diri .


" kenapa melepas tangan saya ina ? padahal aku berharap kita bisa berpelukan , seperti ibu dan anak . " ekspresi dina langsung berubah tegang , saat nyonya fanny memanggilnya ina .


melihat ekspresi anaknya yang tegang saat berkenalan dengan nyonya fanny , ibu jadi penasaran . " kenapa teteh tegang gitu mukanya ? padahal teteh hanya berkenalan dengan ibunya nak arfan . tapi ko ibu tahu panggilan dina saat kecil ? padahal dina belum berkata apa pun . "


" aku hanya asal memanggil ko bu , soal nya kata arfan namanya dina kan ? jadi aku hanya menyingkat namanya saja . " nyonya fanny menjawab dengan asal , agar keluarga dina tidak curiga padanya .


rina hanya menyimak , meski rina tahu kebenarannya . sedangkan azkal tidur di pangkuan dina , setelah memainkan rambut ibunya , yang menjadi kebiasaan sebelum azkal tidur .


ceklek


" dina , aku sudah mengurus semua nya , tinggal berangkat . " ujar arfan , dengan membawa perawat yang akan membantu membawa ayah dina .


" gak nunggu disya dulu berangkat nya ? soalnya disya sedang mengambil segala keperluan buat disana . " ujar ibu saat arfan membawa perawat untuk membawa suaminya .


" maaf Bu , melihat kondisi pasien saat ini , pasien harus segera di bawa secepatnya . " perawat pun langsung menjawab ucapan ibu .


" jadi gimana bu ? mau di bawa sekarang atau nanti nunggu disya dulu . " arfan bertanya untuk memastikan .


" langsung bawa sekarang aja bu ! masalah disya biar nanti rina yang akan menunggunya . kamu mau kan rin nungguin disya sebentar di sini ? biar aku dan ibu yang ikut mobil ambulan nya . "


" kalo kamu ikut mobil ambulan , gimana dengan azkal dina ? kamu gak liat anak kamu tidur gitu . " rina langsung bersuara saat dina memberi usul tanpa melihat keadaan .


" gimana kalo dina ikut mobil arfan , sama azkal juga . biar yang ikut ambulan ibunya saja , terus mami bareng rina sama adiknya dina . " usul nyonya fanny .


dina melebar kan matanya saat nyonya fanny , memberi usul seperti itu . ' apa tidak ada cara lain , selain satu mobil lagi dengan laki-laki ini . " batin dina dengan menghela napas.


" setuju , biar ibu aja yang ikut ambulan , kasian kalo anak kamu kebangun , pasti nyariin kamu teh . " ibu menambah usul nyonya fanny .


" apa ibu kuat ? kalo ikut ambulan sendiri . ibu kan baru juga sembuh , takut ada apa - apa sama ibu nanti . " ujar dina dengan meyakinkan ibunya .


" jadi gimana ibu keputusan nya ? mau sekarang apa nanti nunggu anak yang lain ? " shela perawat yang akan membawa ayah dina .

__ADS_1


" bawa sekarang aja pak ! biar anakku yang lainnya menyusul . " ibu pun akhirnya memutuskan untuk segera membawa suaminya .


perawat - perawat itu pun langsung membawa keluar ayah dina , setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga , beserta ibu .


arfan berinisiatif mengangkat azkal yang berada di pangkuan dina . " biar ku gendong azkal . " azkal membuka matanya, saat arfan akan mengangkat nya .


" om , aku mau sama mamah , gak mau sama om . " azkal langsung mengerat kan pelukan nya , saat tahu arfan ingin mengangkat nya .


melihat azkal tidak mau turun dari dina ,


rina pun mendekatinya . " mau di gendong tante rinn saja ? " ujar rina dengan merentang kan tangannya .


azkal pun menolak rina , dengan menggeleng kan kepalanya . " aku mau sama mamah , nanti mamah ninggalin azkal lagi . " azkal yang gak mau sama yang lain pun sampai menangis .


" kalo mau sama mamah , gak usah nangis gitu ah . " dina mengelus punggung azkal seperti biasanya , saat anaknya rewel . " rina dorongin kursi roda ku ! kita harus segera berangkat , keburu ketinggalan jauh kita . " dina lebih meminta pertolongan pada rina , karena dina gak mungkin minta tolong arfan dorongin kursi rodanya , meski posisi arfan sudah di sampingnya .


" biar aku saja yang membantunya . " arfan langsung mendorong kursi roda dina.


arfan sengaja menaruh azkal dibelakang dengan posisi menguasai jok belakang , agar dina bisa duduk di samping nya .


" aku bisa sendiri , jangan memperlakukan ku seperti orang lumpuh . " tolak dina , saat arfan ingin membantu dina masuk kedalam mobilnya .


arfan mendelikan matanya , tanpa menjawab saat dina berkata pedas . kemudian langsung menjalankan mobilnya begitu dina masuk dan memasang seatbelt nya .


***


Ditempat lain .


shela berada di restoran , shela ingin mengungkapkan status nya sekarang pada desi , menurut shela , desi belum mengetahui status nya sekarang . " des , aku ingin berbicara jujur sama kamu . bisa tidak kamu berhenti makan sebentar ! " desi yang sedang asyik makan pun langsung meletakkan sendoknya , kemudian beralih menatap shela . " tapi kamu janji kan , tidak akan marah kalo aku berkata jujur ? " shela terlebih dulu menarik napasnya sebelum berbicara .


" ada apaan sih shell ? " desi melihat shela sahabat nya yang gugup , saat akan berbicara .


shela pun menutup kedua matanya , supaya tidak melihat kemarahan sahabat nya . " aku sudah nikah 2 bulan yang lalu . " setelah berkata , shela membuka satu matanya , karena penasaran reaksi desi seperti apa .

__ADS_1


' kenapa reaksi desi hanya diam ? desi tidak marah seperti biasa , kalo aku menyembunyikan sesuatu darinya . ' batin shela , saat mengetahui reaksi sahabat nya.


desi malah melanjutkan kembali makannya , setelah mendengar ucapan shela . " buka aja matanya ! ngapain ngintip gitu ? kenapa heran , melihat reaksiku biasa aja ? " shela mengangguk kan kepalanya .


" sebenarnya aku sudah tahu dari bibi nia , tentang pernikahan mu . kamu tahu shell ? aku nyampe bolak-balik bertanya pada bibi , setelah terakhir kali kamu menghubungi ku . kamu bilang kalo kamu putus dari danis , tanpa kamu menjelaskan penyebab kamu berpisah dengan nya . kamu tahu aku merasa senang kalo kamu putus dengan danis , satu sisi lainnya , aku mengkhawatirkan keadaanmu . karena aku tahu bagaimana kamu sangat mencintai danis dulu . " desi menghentikan makan nya , dan mulai berbicara dengan serius , kemudian menatap shela dengan kecewa .


shela masih menyimak dengan serius ucapan sahabat nya , meski shela tahu , sahabat nya sangat kecewa padanya .


" kamu tahu shell ? kalo aku punya uang banyak , ingin rasanya aku menyusulmu ke Jakarta untuk memeluk mu dan menghapus air matamu , agar tidak berlarut - larut menangisi hubungan mu yang kandas dengan danis . meski aku tahu , kamu tak menganggap ku penting di dalam hidup mu . " shela langsung memegang tangan kiri desi , yang berada di atas meja , saat desi menyindir nya .


" kamu sangat penting des , buatku . kamu tahukan aku tidak punya banyak teman dari dulu , dan hanya kamu sahabat ku satu - satunya yang paling mengerti aku . " shela menjawabnya dengan menggeleng kan kepalanya karena desi berpikiran yang tidak - tidak .


" tapi itu dulu , sebelum kamu memutuskan pergi dari kota ini , hanya untuk memantaskan diri pada keluarga danis . tapi sayang , sekarang tinggal angan yang tersisa , karena Allah lebih mendengar doa keluarga mu . "


shela beranjak kemudian memeluk desi dari samping . " kamu tahu shell ? hati aku sakit banget , saat bibi nia bilang kalo kamu telah menikah . tapi kamu , tak sekali pun menghubungi ku untuk memberitahu kalo kamu sudah bisa melupakan kesedihan mu , padahal aku selalu menantinya . " desi meluapkan unek-unek yang selama ini dia pendam pada sahabat nya , dengan menitikan air matanya .


" desi maafin aku , aku egois karena aku terlalu sibuk menata hatiku , sampai aku tak sempat menghubungi mu . bukan kamu tak penting dalam hidup ku , tapi emang pernikahan nya pun begitu mendadak . " shela menjelaskan dengan mengeratkan pelukan nya pada desi .


desi meregangkan pelukan shela , kemudian menghapus air matanya . " sudah lah gak usah di bahas lagi , kita ketemu kan buat kangen - kangenan bukan buat nangis kaya gini . gimana kalo habis ini kita Timezone , udah lama juga kita gak main . tapi pakai dwit kamu shell ! kamu kan tahu , aku hanya mahasiswi yang dikasih uang pas buat bensin doang sama beli siomay . "


ponsel shela berdering , shela pun langsung mengangkat nya , karena suaminya menelpon .


" assalamu'alaikum bang , ada apa bang ? " ucap shela saat mengangkat telepon suaminya.


" lagi dimana sayang ? ko berisik banget . udah makan belum ? "


" aku masih diluar bang , bareng temanku . ini habis makan , abang udah makan belum ? pulang jam berapa nanti ? mau aku beliin sesuatu bang ? "


" abang udah makan ko . kamu senang - senang aja sama temanmu de , nanti abang nyusul kesana kalo pekerjaan abang sudah beres. "


" abang ke sini a..... " shela tak menyelesaikan ucapan nya , saat shela merasa ada yang memegang pundak nya .


shela menjatuhkan ponselnya , saat berbalik dan melihat wajah seseorang yang selama 5 tahun ini menemaninya .

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2