Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
73 . Ungkapan hati


__ADS_3

" ina pliss , izinkan aku menginap semalam aja . aku janji besok kita pulang ke rumah , eh maksud ku besok aku pulang ke rumah , yah itu maksudku . " arfan langsung meralat omongan nya .


arfan pun teringat kembali dengan pak muslim saingan nya . " ini tak bisa dibiarin , aku harus segera memindahkan ina dan azkal dari kontrakan si tua bangka itu , enak aja dia mau bersaing dengan ku . " gumamnya dengan meremas tangannya sendiri .


" capek juga berdiri mulu dari tadi . " ujar arfan dengan merubah posisi menjadi duduk dan bersandar di pintu . " demi kamu ina , aku rela bersedekah darah pada nyamuk - nyamuk . duhai mamah dari anakku , lihat lah ! betapa aku sangat menderita " arfan pun sampai merancau tidak jelas dengan suara keras , agar dina mendengar nya .


mendengar ucapan arfan . dina sedikit membuka tirai jendelanya , untuk melihat ke adaan arfan . " jadi gak tega lihatnya . apa aku suruh arfan tidur di dalam saja , kan dia sudah banyak membantu keluarga ku , terlepas dari semua rasa sakit yang arfan toreh kan padanya , sungguh dina masih sangat mencintai arfan .


karena tidak tega melihat arfan , akhirnya dina membuka kan pintu untuk arfan dan mengizinkan nya menginap .


ceklek


arfan yang sedang bersandar di pintu pun tubuhnya terhuyung ke belakang , karena dina membuka pintunya cukup mendadak . " akhirnya pintunya di buka juga . " meski arfan sempat terdorong pintu , arfan langsung berdiri dan melangkah masuk ke dalam menuju kamar .


dina menarik kerah baju arfan , saat arfan langsung masuk ke dalam kamar . " mau ngapain kamu masuk kamar ? " ucap dina , dengan melepas kerah baju yang dia pegang dan langsung berkacak pinggang .


melihat dina berkacak pinggang , arfan pun mencubit kedua pipi dina dengan gemas . " mau tidurlah ina ku sayang , emang mau ngapain masuk kamar ? apa jangan - jangan kamu memikirkan hal lain yah ? " dina semakin kesal , karena arfan sudah berani menyentuh nya .


" kata siapa kamu tidur di kamar ? kamu gak lihat kasurnya kecil , ruangan nya juga sempit . "


" lalu aku tidur di mana sayang ku ? aku sudah sangat mengantuk ini . " ucap arfan dengan nada bicara memelas .


dina pun menunjuk ruang televisi . " kamu tidur saja di tikar itu . " ujar dina kemudian mengambil satu bantal untuk arfan tidur . " nih bantalnya , cepat keluar dari kamar ini ! " dina menyodorkan bantal untuk arfan tidur lalu mendorong tubuh arfan , agar keluar dari kamar nya . " awas saja , kalo berani masuk kamar ku , aku tendang perkutut kurang ajar mu itu . " dina mengancam arfan , karena kamarnya tidak memakai pintu , hanya memakai hordeng untuk menutupnya .


" udah sana keluar tunggu apa lagi sih . " dina kembali mendorong arfan keluar .


" tega banget sih in , menyuruhku tidur di tikar . gimana kalo punggung ku sakit coba ? " rengek arfan .

__ADS_1


" gak usah manja , udah bagus aku izinin tidur di dalam . " ucap dina dengan menutup hordeng kamarnya .


****


keesokan harinya .


shela berencana ke kantor suaminya , karena hanya kantor rey , tempat yang shela tahu .


" Bismillahirrahmanirrahim , semoga abang mau memaafkan ku . " gumamnya dengan melangkah menuju ruangan rey .


melihat shela masuk , menuju ruangan bosnya , karyawan pun tidak ada yang berani menegur apa lagi menghalangi shela masuk keruangan rey . mengingat kemarin shela datang dengan orang kepercayaan bosnya , meski mang sule hanya supir tapi rey sangat mempercayai nya .


tok


tok


tok


" bukan kah sudah ku bilang , agar jangan menggangguku Hendra . " rey mengira asisten nya yang masuk .


" abang ini aku . " jawab shela .


shela melihat rey masih memakai pakaian yang kemarin dia kenakan , shela juga melihat lengkungan hitam di mata suaminya .


arfan mendongakkan kepala sekilas , saat mendengar suara istrinya memanggil . " aku sedang sibuk , sebaiknya pulang . " rey berbicara sangat dingin pada istrinya .


meski rey menyuruhnya pulang , tapi tak mengindahkan ucapan suaminya . shela malah mendekati rey dan bersimpuh memeluk lutut rey . " bang maafin aku , aku salah karena tidak bisa menjaga apa yang di amanat kan mamah padaku bang . tapi aku mohon jangan menghukum ku dengan keadaan abang yang seperti ini . "

__ADS_1


shela mendongak kan kepalanya , melihat wajah suaminya . " apa abang benar-benar tidak bisa memaafkan ku bang ? "


rey masih terdiam tanpa membalas menatap wajah shela . " bang jawab lah bang ? apa abang sudah tidak menginginkan ku lagi ? "


melihat suaminya hanya diam tanpa menatap nya , shela pun bangun hendak pergi . " tunggu ! " rey mencegah shela pergi dengan meraih tangannya . " apa kamu belum bisa melupakan danis ? " rey langsung berbicara dengan serius .


shela menggelengkan kepala , tanda belum bisa melupakan seorang danis . rey langsung melepaskan tangan shela , begitu shela menggelengkan kepala nya . " pergilah ! mungkin hidup mu akan bahagia dengan danis . " ucap rey dengan berbalik .


melihat rey berbalik , shela pun memeluk rey dari belakang . " bang mungkin aku belum melupakan mas danis , tapi percayalah jauh di lubuk hatiku nama abang pun sudah mengisi relung hatiku saat ini . " ucap shela dengan bersandar di punggung suaminya .


rey berbalik , setelah mendengar ungkapan hati istrinya dengan balas memeluk istrinya .


" apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucap kan itu ? kamu tidak sedang membohongi abang kan " tanya rey dengan memegang wajah shela . rey tak menyangka jika shela pun sudah mulai mencintai dirinya .


" aku sangat yakin bang , kalo aku pun sudah mulai mencintai abang , meski aku belum bisa melupakan tentang masa laluku . tapi aku yakin , abang mampu membuat ku melupakan semua tentang mas danis . " ungkapan shela membuat rey bahagia.


rey terus mencium wajah shela , ungkapan rasa bahagia nya . " abang geli ih " mendengar shela berbicara rey langsung melahap bibir istrinya .


hemmpp


rey melepas pagutannya . " kalo tidak bisa membalasnya , buka mulut mu " rey pun menyerang kembali bibir **** istrinya , setelah berkata seperti itu .


hemmpp


setelah puas menjelajah bibir istrinya , rey melepas pagutannya . kemudian menyentuh bibir ranum istrinya . " rasanya manis , seperti buah bengkoang . " shela langsung mencubit pinggul suaminya , karena menyamakan nya bibirnya dengan bengkoang .


**Bersambung.....

__ADS_1


dukung author nya dengan like, vote dan komentar nya .


Terima kasih**


__ADS_2