
" ada apaan bang memanggilku kemari ? " tanya arfan setelah sampai ruangan rey , rey sengaja menyuruh arfan datang keruangan nya untuk membicarakan tentang dina .
" duduk fan ! aku mau bicara 4 mata dengan kamu. " rey menghentikan pekerjaan nya, kemudian melangkah kan kakinya ke sofa dimana rey menyuruh arfan untuk duduk .
" mau membicarakan apa bang ? seperti nya serius sekali . " arfan masih terlihat santai , meski wajah kakak sepupunya terlihat marah .
" mulai sekarang . ganti panggilan mu pada ku ! karena sekarang panggilan abang hanya untuk istri ku saja . jadi mulai detik ini , kamu harus mengganti panggilan ku. "
arfan malah tertawa menanggapi omongan kakak sepupunya , meski wajah rey terlihat sangat serius .
" haha ..... abang gak usah aneh - aneh deh , aku manggil abang kan dari aku mulai bisa bicara . kenapa abang gak nyuruh mba shela memanggilnya mas, sayang, cintaku, manisku , permataku atau apalah , asal jangan menyuruh mengganti panggilan ku karena lidah ku belibet kalo mengganti nya. lagian abang apa - apaan memanggilku kesini , hanya untuk menyuruhku mengubah panggilan . " arfan menggeleng kan kepala melihat ke bucinan kakak sepupunya, kemudian langsung berdiri hendak keluar dari ruangan rey.
" abang serius fan, kamu harus ganti panggilan mu. "
mendengar rey masih menyebutnya diri nya abang , arfan menggelengkan kepalanya .
" abang sendiri masih menyebut sendiri abang , ko nyuruh - nyuruh mengganti panggilan . susah kalo sudah bucin akut tuh , tak sesuai dengan logika yang ada. " arfan berdiri dari duduk nya, hendak keluar dari ruangan kakak sepupunya yang bucin .
__ADS_1
" tunggu fan , pokoknya kamu harus menggantinya . kalo tidak , gajian kamu bulan ini abang potong 75 % . " rey masih menyebut dirinya abang .
arfan tersenyum karena rey kembali menyebut nya abang. " iyah nanti aku ganti , dengan sebutan cintaku sajalah . " arfan menjawab dengan bercanda.
" fan "
" iyah aku ganti kalo inget , sekarang aku mau balik keruangan ku karena masih banyak pekerjaan . " kesal arfan, karena rey kembali memanggilnya. arfan kembali menerus kan langkah nya menuju pintu keluar ruangan rey.
" tunggu dulu fan "
" apa lagi ? iyah nanti aku ganti kalo ingat. " ujar arfan saat memegang gagang pintu ruangan rey .
" ada apa dengan dina bang ? apa terjadi sesuatu dengan nya ? " arfan langsung merespon dengan serius , jika berhubungan dengan dina ibu dari anaknya.
" justru aku mau tanya sama kamu fan ? apa yang kamu ucapkan pada dina, saat datang ke kontrakan nya ? kamu tahu fan keadaan dina kemarin benar-benar memprihatinkan , setelah kedatangan kamu . abang minta sama kamu fan , agar tidak menemui dina dulu, sebelum keadaan dina tenang . ini salah kamu juga , karena terlalu terburu - buru mendekati dina . hingga psikisnya dina terganggu , sampai dina mengalami trauma seperti itu . " rey menjelaskan keadaan dina dengan serius .
arfan kaget setelah mendengar ucapan kakak sepupunya , kalo dina mengalami trauma karena diri nya. " apa karena ucapanku yang mengatakan kalo aku ingin mengambil azkal darinya, hingga keadaan dina seperti itu . maafkan aku atas kebodohan ku din , aku janji akan mengembalikan dinaku seperti dulu lagi . " batin arfan berjanji .
__ADS_1
" maaf bang untuk kali ini aku tidak akan menuruti abang , agar menjauhi dina . justru aku akan lebih sering lagi menemui dina . "
" apa maksudmu fan ? kamu ingin membuat dina semakin membenci mu ? "
" biarkan dina membenciku , kalo itu bisa menghilangkan trauma nya padaku bang . " arfan sangat yakin , kalo caranya bisa membuat dina bisa sembuh dari trauma nya.
" apa rencana kamu ? kamu yakin dina bisa melupakan trauma nya ? saat orang yang membuat nya trauma seperti itu justru malah menemui nya setiap saat , jangan sampai rencana mu malah membuat dina semakin membenci mu . " rey memberi peringatan pada arfan agar tidak salah bertindak lagi.
" justru kalo rencana ku berhasil, akan membuat abang lebih dekat dengan istri abang. karena aku tahu, abang pasti belum membobol gawang mba shela kan ? " arfan malah mengaitkan hubungan rey dengan shela.
rey kaget, karena arfan tahu kalo dirinya belum membobol gawang istrinya. " jangan sok tahu kamu . " rey menjawab dengan santai, supaya terlihat omongan arfan tidak benar.
" mau aku ajarin bang ? supaya sekali cetak bisa langsung gol kaya aku . buktinya azkal langsung ada, padahal aku cuman sekali . " arfan malah menyombongkan kan diri.
" bang sebenarnya aku sempat mengancam dina bang , karena din ..... " arfan belum selesai bercerita, tapi seseorang masuk keruangan sepupunya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
cek lek,,,,,
__ADS_1
**Bersambung......
biar penasaran dan gregetan**......