Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
116 . Bonus Chapter 16


__ADS_3

Setelah rey mengantar shela untuk periksa ke dokter , rey terlebih dulu membawa shela kekantor nya untuk mengecek pekerjaan nya , sebelum ketempat kakak iparnya . karena siang tadi shela terus merengek dan tidak mau makan sama sekali , karena shela tak mau makan selain masakan kakak nya . tidak hanya itu saja keinginan ibu hamil ini , shela pun meminta menginap di rumah kakak nya .


“ kita nginap di rumah kakak yah , tadi abang sudah janji loh . “ shela kembali mengingat kan rey , saat suaminya akan bersiap untuk pulang .


Rey menghela napas panjang , karena keinginan istrinya benar-benar harus di turuti , kalo gak shela pasti akan marah sekali dan itu tidak bagus juga buat kesehatan calon bayi dan ibunya . “ iya kalo mas Ikbal ngijinin . Hayu kita pulang sayang ! “ jawab rey dengan pasrah .


Pasangan itu pun keluar dari kantor , dengan terus bergandengan tangan . ( kaya mau nyebrang gandengan bae )


“ Mas Ikbal pasti ngijinin lah bang , dia kan baik dan pengertian . Gak kaya abang , setengah hati ngelakuinnya . “ Shela menjawab ucapan suaminya , saat mobil rey sudah meninggalkan kan area kantor .


“ Siapa yang setengah hati ? perasaan abang biasa aja . " rey dengan menunjukkan gigi putihnya . meskipun yang di ucapkan shela benar , Rey memaksakan untuk tersenyum .


“ Kenapa jadi muji - muji mas Ikbal di depan suami sendiri sih . “ gumam rey dengan kecil , tapi shela masih bisa mendengar nya .


“ Mas Ikbal emang baik ko , kenapa aku gak boleh memuji kakak ipar ku sendiri ? “ shela menjawab gumaman suaminya dengan kesal .


“ Ngalah aja deh , dari pada malam ini gak dapet jatah . “ rey kembali bergumam kecil , tapi lagi - lagi shela mendengar ucapan rey, meski samar - samar .


“ Abang lupa , tadi dokter reyna bilang apa ? dia bilang jangan terlalu sering di pakai . karena kandungan ku rentan , soal nya masih trimester pertama dan itu sangat rawan buat kandungan ku . “ shela mencoba memberi pengertian pada rey .


“ Bukan si reyna bilang boleh sayang , minimal seminggu sekali . asal pelan - pelan dan gak main kasar . “ rey pun menjawab seperti yang di ucapkan teman dokter nya .


“ Apa , itu kan abang yang nawar sama dokter nya . Padahal awalnya , dokter nya bilangnya sebulan sekali . tapi ya sudah lah , kalo mau nya abang seperti itu . Dari pada abang , lampiaskan dengan jajan di luar . “ shela pun akhirnya pasrah , toh dokter nya memperbolehkan .

__ADS_1


Rey menghentikan mobilnya dan beralih melihat istrinya yang berada di samping kemudi . “ ya gak mungkin lah , abang jajan begituan di luar yang sudah blong . orang punya mu aja de , masih legit banget . “


Ungkapan rey membuat shela tersipu malu . “ emang beneran bang ? “ tanya shela dengan menunduk karena malu .


Seseorang mengetuk pintu kaca mobil , yang berada di samping shela .


Tok


Tok


Shela pun langsung membuka kaca mobilnya . “ loh kok ada kakak ? kakak tahu dari mana , aku di sini ? “ saking konsennya berbicara dengan suaminya , shela seperti nya belum menyadari nya , jika mobil rey berhenti tepat depan rumah kakak nya .


Tantri mengerutkan dahinya , adiknya malah bertanya seperti itu bukan nya turun dari mobil nya saat sampai . “ turun ! “ jawab tantri dengan mencapit hidung adiknya .


Shela terlebih dulu melihat suaminya . tapi rey malah menunjukka rumah tantri dengan jarinya , tanpa mengeluarkan suaranya .


Tantri menggeleng kan kepala , melihat kelakuan adik satu - satunya . “ hayu masuk adik kurang ajar ! “ ucap tantri dengan merangkul bahu adiknya saat masuk kedalam rumah nya .


Rey pun masuk mengikuti kedua kakak beradik yang saling merangkul .


“ Bibi . “ panggil arsad langsung bertos ria dengan tantenya , shela pun membalasnya . sudah jadi kebiasaan shela dan arsad , jika bertemu bukan nya cium tangan malah tos .


“ kata bunda , bibi mau punya adik bayi ? berarti arsad bakalan punya adik dong ? “ tanya arsad dengan mengikuti tantenya .

__ADS_1


“ Yupz , nanti mas arsad bantuin bibi jagain adik bayi yah ! “ Shela menjawab celotehan ponakan nya .


“ De , abang masuk ke kamar duluan yah . abang capek banget . “ sahut rey , saat shela sedang bercengkrama dengan ponakan nya .


“ Bareng bang ! aku juga mau masuk ke kamarku , rindu sangat dengan kasurku yang imoet dan mungil itu . Kakak , aku masuk kamar dulu . “ shela pun mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar .


*****


“ Ina gimana kalo minggu ini , kita ke garut ? sekalian lihat perkembangan kesehatan ayah seperti apa . “ usul arfan saat sedang menonton televisi sambil berbaring di pangkuan dina .


“ Mau banget . tapi kalo keluarga ku tahu tentang hubungan kita gimana ? “ dina masih takut memperkenalkan arfan sebagai ayah kandung azkal , di depan keluarga nya .


“ Tinggal jawab aja kita punya hubungan yang serius . “ arfan menanggapinya dengan santai .


“ Mungkin kalo masa lalu kita baik - baik saja , aku tidak akan merasakan khawatir yang berlebihan . “ dina tahu , bagaimana keluarga nya . pasti mereka akan menolak arfan , jika mereka mengetahui jika arfan ayah dari azkal anaknya .


“ Apa pun hukuman dari keluarga mu , Aa akan terima . Aa tahu , mereka pasti tidak akan mudah memaafkan Aa , tapi Aa akan terus berusaha untuk mendapatkan maaf dan kesempatan dari keluarga mu sayang . “ ucap arfan dengan sangat yakin .


“ Apa Aa , jangan ngaku ayah kandung azkal aja di depan keluarga ku nanti ? aku takut kalo mereka mengetahui yang sebenarnya , mereka tidak akan mengijinkan ku berhubungan dengan Aa . “ usul dina dengan lirih .


Arfan langsung bangun , saat mendengar ucapan sang kekasih . “ tidak ina , Aa harus mengungkapkan siapa Aa yang sebenarnya pada keluarga mu , karena Aa ingin hidup tenang dengan mu dan anak kita , tanpa takut akan kebohongan ter bongkar nanti nya . “ arfan bersungguh - sungguh akan mempertanggung jawab kan kesalahan di masa lalunya , meski arfan tahu tidak akan mudah .


“ Asal kamu tetep yakin dengan hubungan kita , semua nya pasti akan mudah kita lalui bersama . “ ucap arfan dengan merengkuh dina , kedalam pelukan nya .

__ADS_1


“ Kenapa hubungan kita serumit ini sih a . “


Bersambung


__ADS_2