
“ Keramas lagi . “ sindiran rina , saat dina dan arfan baru datang ke kamar kontrakan dina untuk sarapan bersama . ternyata di dalam sudah pada selesai sarapan nya , tinggal pasangan pengantin baru yang belum sarapan .
“ Gandeng rina ! ada anak dan adikku yang masih di bawah umur . geser - geser ! kamu sudah bereskan sarapan nya . ada ibu di sini mah , nanti rina mendadak gemuk , ibu sih nawarin makan mulu . “ jawab dina , kemudian dina duduk di dekat rina di ikuti arfan .
“ Mama sama papa lama banget sih , azkal sudah telat berangkat ke sekolah nya , mama baru datang . “ azkal pun ikut menyahut , karena memang dina dan arfan datang paling akhir .
“ Teteh sudah mulai kerja lagi ? teteh emang gak ambil cuti nikah ? “ tanya ibu , saat melihat dina sudah memakai seragam pabrik nya .
“ Henteu lah bu , pan nikah nya ogeh jiga tahu bulat di goreng dadakan , mun si dina teh namanya kawin dadakan , karena sudah tak tahan . haha . “ yang menjawab bukan dina melainkan rina . rina kembali menggoda pasangan pengantin baru itu .
“ Ibu henteu nyieun sambal terasi dei bu ? pan enak bu , buat nutup mulut rina . “ sungut dina menjawab godaan rina .
Ibu menggelengkan kepalanya , mendengar keributan anak serta sahabat nya yang selalu berdebat . “ teteh ambilin nak arfan nasi goreng nya juga atuh , masa ambil sendiri aja . “ ucap ibu , karena ibu melihat dina hanya menuangkan satu piring .
“ Sepiring berdua meren bu , ibu gak liat nasi goreng nya porsi buat kuli bangunan gitu . “ lagi - lagi rina menyahut jawaban dina , tapi karena jawaban rina sedikit ada benarnya , dina hanya mengacungkan kan jempolnya di depan rina . “ pikasebelen pisan , sok romantis . “ sungut rina , saat dina dengan sengaja menyuapi arfan makan .
“ syirik , bilang dong . “ ujarnya dengan terus menyuapi nasi goreng nya pada arfan .
Arfan merebut sendoknya dan balas menyuapi dina . “ kamu juga makan , biar ada stamina saat nanti aku makan . “ ujar arfan dengan suara kecil , agar azkal tak mendengar ucapan nya .
__ADS_1
“ Mama lagi sakit ? “ tanya azkal dengan raut wajah khawatir .
“ Mama gak sakit sayang , mamah hanya kurang tidur aja semalam ? “ dina mengira azkal menanyakan keadaan dirinya yang terlihat lemas .
“ Mama beneran hanya kurang tidur ? tapi kenapa leher mama banyak bintik-bintik merah gitu . “ akhirnya azkal menanyakan apa yang membuat rina dan ibu menahan tawanya .
Dina langsung menutupi leher dengan tangan nya , saat anaknya menyinggung perbuatan bapaknya semalaman . “ gusti nu agung kenapa aku sampai lupa menutupi nya , mau taruh di mana mukaku . pantas saja mereka terus memperhatikan leherku . “ dina merutuki keteledoran nya dalam hati nya .
“ Mama hanya di gigit semut ko sayang “ jawab dina dengan gugup , kemudian beranjak menarik tangan arfan , agar arfan ikut masuk kedalam kamarnya . “ ayah , ibu , teteh ke kamar sebentar . “ pamit dina dengan mm
“ Tapi yang gigitnya semut raksasa . hahaha “ tawa rina pecah , saat dina masuk kedalam kamar untuk menutupi rasa malunya , padahal rina sudah menahannya sejak melihat banyak tanda di leher dina .
“ Hahaha . “ rina malah ketawa lebih keras lagi , dengan kepolosan azkal dan ketidaktahuan nya .
“ Huzzz ketawa nya jangan kenceng - kenceng rina ! kamu gak lihat cucuku sedang mengkhawatirkan keadaan mamanya , karena keganasan papa barunya . “ ujar ibu .
Rina langsung berhenti tertawa mendengar ucapan ibu . “ bu kalo seandainya bapak kandung atau laki-laki itu datang dan menyesali perbuatannya gimana menurut ibu . “ tanya rina dengan hati - hati .
“ Biar ayah yang menghadapinya . lagian kalo dia menyesalinya pun sudah terlambat , karena dina sudah mendapatkan laki-laki yang tepat untuk menjadi pendamping nya . “ ayah menjawab dengan tegas .
__ADS_1
Rina menelan ludahnya . “ haduh gimana reaksi keluarga dina , jika tahu arfan lah laki-laki yang ku maksud . “ batin rina .
“ Hayu rin berangkat sekarang . “ ujar dina setelah keluar dari kamar , dengan lehernya sudah di tutupi dengan slayer . “ azkal sekolah nya dianterin sama papa dulu yah nak ! mama gak bisa ikut nganterin , soal nya ini sudah setengah tujuh , mama sudah sangat telat . “ ujar dina dengan terburu - buru .
“ Rina hayu , kamu malah bengong sih . “ dina menarik rina dan menyalami kedua orang tuanya serta suaminya .
Karena rina masih tidak ada suaranya , dina pun merebut kontak motor milik rina
“ Sini biar aku yang bawa motor nya . “ ujar dina dengan menyalakan motor paiyo nya .
Brem
Dina membawa motor dengan sedikit kencang . “ dina kamu tahu tidak , kalo keluarga mu sangat tidak menyukai bapak kandung arfan . “ tanya rina , saat dalam perjalanan menuju ke pabrik .
“ Tau ko . “ jawab dina dengan santai .
“ Kamu tahu , tapi masih bisa sesantai itu . emang kamu gak mencari cara , agar keluarga mu menerima arfan sebagai ayah biologis azkal ? “ ujar rina .
“ Aku gak yakin , rumah tangga ku bisa bertahan lama dengan arfan . kamu tahu rin ? aku dengan arfan perbedaan nya begitu jauh , hingga aku pun sulit untuk menjangkau nya . “
__ADS_1
Bersambung