Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
BAB. DINAR


__ADS_3

“ Obat apa ini sayang ? “ arfan mengambil tablet obat , yang berserakan di lantai . “ kamu lagi sakit ? apa jangan - jangan kamu lagi sakit parah , dan kamu malah merahasiakan semua nya dari ku ? “ arfan malah terlihat khawatir , saat menemukan tablet obat yang berasal dari tas istrinya .


Dina menggigit bibir bawah nya karena kedapatan membawa obat pencegah kehamilan di dalam tasnya . dina sampai bingung harus menjawab apa , karena suaminya malah mengkhawatirkan keadaannya , bukan mempertanyakan kegunaan obatnya . “ itu hanya vitamin . “ dina menjawab nya dengan gamang , karena merasa berdosa telah membohongi suaminya .


“ Beneran kamu lagi gak nyembunyiin sesuatu dari ku kan ? “ arfan sampai memastikan kembali , karena arfan takut dina mengidap penyakit serius dan dina malah menyembunyikan darinya .


Dina menggelengkan kepala nya dengan pelan , sungguh dina pun tidak ingin membohongi suaminya . tapi kalau dina mengatakan kalo itu obat pencegah kehamilan pada arfan , kemungkinan besar arfan tidak akan Terima dan berdampak pada dina yang akan kehilangan azkal , seperti ancaman nyonya fanny padanya .


Tanpa dina ketahui , arfan telah memfoto obatnya . arfan akan mencari tahu sendiri , obat apa yang istrinya konsumsi . karena arfan melihat keraguan dina dalam menjawab , jika memang obat tersebut hanya vitamin , dina tidak akan segugup itu . arfan jadi semakin yakin , jika obat yang di sembunyikan dina bukanlah vitamin . Dina pasti menyembunyikan sesuatu dari nya , arfan hanya takut , istri nya mengidap penyakit yang membahayakan buat dina . “ hayu pulang sekarang ! kasian azkal nanyain mamanya terus . “ ujar arfan , bukan arfan berhenti mencari tahu obat yang di konsumsi istrinya . tapi saat ini arfan lebih mengkhawatirkan keadaan anaknya yang sudah lama dia tinggal kan dengan rina . Arfan keluar dari hotel , dengan terus menggenggam tangan dina sampai masuk kedalam mobilnya .


Dalam perjalanan pulang pun , dina terus saja diam membisu , tanpa berucap sepatah kata pun . Karena dina merasa berdosa , setelah membohongi suaminya yang justru mengkhawatirkan nya .


Arfan menyadarkan dina dari lamunannya , dengan mengusap pipi dina . “ apa ada yang mengganggu pikiran mu sayang ? atau aku mengatakan sesuatu yang membuat hatimu sakit ? “ tanya arfan dengan menelisik , karena dina terus diam selama dalam perjalanan pulang . arfan jadi parno sendiri , takut dina mengidap penyakit yang berbahaya .

__ADS_1


Dina pun menyenderkan kepalanya di bahu sang suami yang sedang mengemudi kan mobilnya . “ aku hanya lelah saja “ ujar nya .


“ Kalo lelah tidurlah ! “ ujar arfan dengan mengusap rambut dina yang berada di bahunya .


Sampai kontrakan dina masih terlelap , mungkin dina kecapean , sampai arfan menggendong ke kamar pun dina sama sekali tidak terganggu . “ seperti nya , aku harus segera mencari tempat tinggal yang lebih besar . aku tidak bisa membiarkan keluarga kecilku , hidup terlalu lama dalam kontrakan yang hanya seluas kamar mandi ku . “ bukan arfan berkata sombong , tapi pada kenyataan kontrakan yang di tinggali dina memang sempit . arfan berencana memboyong keluarga kecilnya , ke apartemen miliknya . mungkin untuk sementara , arfan dan dina akan tinggal di apartemen dulu , sebelum arfan menemukan rumah yang pas untuk tempat tinggal keluarga kecilku . “ arfan tak pernah bosan memandang wajah cantik istrinya , meski terpejam tapi dina masih terlihat cantik di mata arfan . ( meski dina tidurnya ileran juga , tetep cantik bagi arfan yang bucin mah . )


****


“ Sore nanti aku akan pulang cepat , kita akan pindah ke apartemen ku saja . aku ingin azkal mempunyai kamar sendiri , di ruangan yang sama . bukan terpisah - pisah seperti ini , lagian kontrakan ini terlalu sempit untuk kita tempati bertiga . “ ujar arfan , saat dina sedang berperang dengan peralatan make up nya .


“ Itu apartemen pribadiku dan aku membelinya , dari hasil jerih payahku sendiri tanpa uang mami dan papi . “ arfan menjelaskan nya .


“ Kalo aa punya apartemen , kenapa aa bilang gak punya tempat tinggal lagi , aa malah memilih tinggal di kontrakan kecil seperti ini ? “ tanya dina , karena arfan dulu mengatakan tidak punya apa pun setelah meninggalkan kediaman orang tuanya .

__ADS_1


“ Lah kalo aku gak melakukan kebohongan seperti itu , aku gak mungkin hidup dengan kamu sayang ku dan aku juga gak mungkin ngerasain surabi gurih milik kamu lagi . “ jawaban arfan membuat dina menjadi salah tingkah sendiri , meskipun suka kesal kalo arfan gak mau berhenti saat sedang memakan surabi milik nya .


“ Kalo kita pindah , gimana dengan barang - barang ku . kaya televisi , lemari , kulkas dan barang elektronik lainnya . aku juga gak enak sama rina , kalo kita tinggal di apartemen .


“ Barang rongsokan gitu doang kamu pikirin , tinggal kasihin ke rina atau tinggalin . asal jangan di bawa aja ! tapi , kalo kamu berat ninggalin sahabat kamu itu , sekalian aja nanti aku nikahin rina nya , biar kalian bisa tinggal bareng terus selamanya . “ dina langsung melempar lipstik yang ada di tangan nya , saat arfan mengatakan hal nyeleneh . dina tahu , suami nya hanya sekedar bercanda .


“ Awas saja kalo sampai melakukan hal itu , burung aa tak suntik kebiri sekalian , biar aa gak bisa ngapa - ngapain sama kita . “ meski dina tahu , suaminya hanya sekedar bercanda , tetap saja dina merasa kesal .


Dina keluar dari kamar , setelah menyelesaikan ritual berdandan nya dengan memakai setelan pabrik nya . “ azkal , mama berangkat kerja dulu . kamu sudah di makan sarapan nya ? oh iya , kata papa . sore ini kita akan pindah ke tempat papa kamu , jadi kamu harus siapin mainan apa yang akan kamu bawa kesana . kalo masalah pakaian azkal , biar mama yang bereskan sepulang kerja nanti . “ dina memberitahu kepindahan nya , agar azkal bisa membantu nya bersiap - siap .


“ Ko pindah ke tempat papa sih mah ? nanti di sana azkal gak punya temen banyak lagi , gak kaya di sini mah . “ jawab azkal dengan lemas . “ mah , bisa tidak azkal tinggal di sini sama tante rinn ? “ ujar azkal dengan sedih .


Dina melihat azkal yang terlihat sedih . dina ngerti azkal pasti sangat berat , apa lagi azkal terlihat sangat nyaman selama tinggal di kontrakan ini . “ kalo kamu tinggal sama tante rinn , mama tinggal sama siapa dong ? lagian azkal kan anak mama bukan anak tante rinn , jadi azkal harus mengikuti kemana mama pergi . “ dina memberi pengertian pada azkal . dina pun sebenarnya berat meninggalkan kontrakan yang penuh kenangan ini , tapi dina harus mengikuti kemana pun suaminya membawanya .

__ADS_1


“ Kan ada papa mah , lagian kalo mama kerja azkal pasti gak ada temen nya mah .


Bersambung


__ADS_2