Jodohku Ditangan Kakakku

Jodohku Ditangan Kakakku
43 . ayah dari azkal


__ADS_3

setelah kepergian arfan dari rumah kontrakan dina, ibu dina terus mengingat kalo dirinya pernah melihat arfan. padahal ibu tak pernah bertemu sekalipun dengan arfan , ibu dina tak menyadari kalo wajah laki-laki yang menangis didepan itu sangat mirip dengan azkal.


dina keluar dari kamarnya, setelah puas meluapkan kekesalannya dengan mengunci pintu kamarnya dan menangis .


" siapa yang datang bu? " tanya dina dengan suara parau , karena habis menangis.


" gak tahu teh, lalaki . nyaho nte teh? pas ningali si azkal teh , ceurik na beukie kenceng pisan . " ibu dina menceritakan kejadian arfan saat ketemu dengan azkal , ibu sengaja tak menanyakan terlebih dulu kenapa sampai dina mengurung diri dikamar dengan menangis.


apa jangan - jangan lelaki yang dimaksud ibu itu arfan ? apa arfan sudah bertemu dengan azkal ? kalo benaran itu arfan, aku harus gimana? arfan sudah tahu kalo selama ini anaknya masih hidup , aku takut arfan akan mengambil azkal dariku. dina terus berpikir yang tidak - tidak setelah mendengar cerita ibunya.


" bu azkal dimana sekarang? " tanya dina dengan khawatir kalau arfan membawa azkal pergi.


" aya diluar si azkal mah. " jawab ibu dina.melihat dina langsung mencari azkal dan khawatir setelah mendengar cerita nya, ibu jadi merasa salah langkah karena bukannya dina tenang malah semakin kalut setelah mendengar cerita nya .


dina langsung berlari keluar untuk mencari azkal.


" bu mana azkal nya? diluar gak ada bu? " dina panik setelah azkal tak ada diluar seperti yang ibunya bilang.


" mungkin, keur ulinn ketangga teh. " jawab sang ibu dari dalam .


dina pun langsung mencari dimana azkal biasa main, tapi tak ada satu pun yang tau azkal dimana. " bu, azkal mana bu ? teteh sudah cari dimana biasanya azkal main, tapi tidak ada bu. " dina berteriak saat sudah kembali lagi ke kamar kontrakan nya


" pan ngges biasa lain, si azkal teh ulin. ai teteh kunaon meuni watir kitu? entar juga balik lagi teh." ibu dina heran melihat kekhawatiran anaknya, padahal azkal udah biasa main keluar.


" teteh udah nyari ketempat rina belum teh? " tanya nya.


dina langsung berlari ke tempat rina, setelah mendengar usulan ibunya , karena dina pun belum mencari azkal ketempat rina.


dog,,,,


dog,,,,,


dog,,,,,


" rin, rina , buka pintunya rin ! didalam ada azkal tidak rin ? " panggil dina saat didepan kamar rina. dina semakin panik saat rina tak kunjung membuka pintu kamar nya. karena rina tak kunjung membuka pintu, dina pun kembali kebawah untuk memberitahu Ibu nya.

__ADS_1


" ibu,,,,, rina juga tidak ada dikamar nya .


lalu kemana azkal bu? " ucap dina dengan menangis . saking paniknya dina tak menyadari kalo dirinya masih berada diluar .


mendengar suara dina diluar, tak hanya ibunya yang keluar tetapi tetangga kamar pun pada keluar untuk melihat nya.


" dina kenapa menangis seperti itu " salah satu tetangga kamar dina menghampiri dina yang sedang menangis didepan kamar kontrakan nya.


" mba tahu dimana azkal ? kata ibu , azkal berada diluar tapi saat saya keluar tidak ada . saya pun sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ada. " dina bertanya pada tetangga yang menghampiri nya dengan suara parau.


" terakhir mba lihat azkal mah, diteras ini lagi main mobil - mobilan din. kamu sudah nanya ke yang lain belum? " jawab tetangga kamar dina.


mendengar jawaban tetangga nya, dina pun semakin pecah tangisan nya.


" bu, azkal kemana bu? apa laki-laki itu membawa anakku bu? " ucap dina saat menghampiri dina yang menangis terseduh- seduh.


" teteh mendingan masuk dulu ! jangan menangis seperti itu diluar, ibu tidak mau nantinya teteh jadi bahan gunjingan tetangga teteh disini. " ucap ibu kemudian membawa masuk dina dan mendudukkannya dikarpet ruang tamu.


" teteh minum dulu ! nanti teteh jelasin siapa laki-laki itu . " ucap Ibu setelah memberi kan air minum untuk anaknya.


setelah lebih tenang dina ingin menjelaskan pada sang ibu, tentang siapa laki-laki yang dimaksud Ibu.


" mamah " panggil azkal dari luar.


" bu seperti nya , teteh mendengar suara azkal . " mendengar suara azkal, dina pun langsung keluar menghampiri anaknya tanpa sempat menjawab pertanyaan ibunya.


" azkal dari mana saja kamu nak? " ucap dina dengan suara parau.kemudian memeluk anaknya, begitu melihat azkal kembali.


" mamah kenapa masih nangis ? terus kenapa banyak orang didepan sini mah ? " azkal langsung menanyakan pada ibunya karena melihat banyak orang didepan kontrakan nya.


" azkal jawab dulu dari mana kamu nak ? terus dengan siapa kamu pergi? " dina langsung bertanya pada anaknya , karena dina takut arfan yang membawa anaknya pergi.


" teteh sebaiknya bawa azkal masuk dulu ! " ibu menyela ucapan dina , agar dina membawa masuk azkal terlebih dulu. karena para tetangga masih pada berkerumun diluar.


" maaf semuanya sudah mengganggu waktu istirahat kalian. kami masuk dulu, karena azkal alhamdulillah sudah kembali . " ucap Ibu sambil meminta maaf pada orang - orang diluar .

__ADS_1


" rina , masuk dulu ! " ibu menyuruh rina untuk masuk juga.


setelah masuk. terlebih dulu ibu menyuruh azkal untuk masuk kekamar nya , karena ibu ingin berbicara dina . " azkal masuk kamar dulu yah ! enin mau bicara sama mamah kamu dulu sebentar. " ujar ibu dina.


azkal melihat dina terlebih dulu untuk meminta persetujuan nya.


" azkal masuk kamar dulu yah , nanti mamah nyusul ke kamar setelah berbicara dengan enin. " dina pun menyuruh azkal masuk kamar, sebelum azkal menjelaskan terlebih dulu kemana azkal pergi.


" ya udah azkal masuk kamar, tapi pinjam ponsel mamah . " pinta azkal sebelum masuk kamar.


" ponsel mamah dikamar , ambil saja. " jawab dina dengan menunjukkan letak ponsel nya.


" tante rinn, makasih udah ngajak aku makan baso . azkal masuk kamar dulu " pamit azkal sebelum masuk ke kamar.


" iya sayang sama-sama. " jawab rina.


" rina kemarilah ! " ibu menyuruh rina mendekat karena ibu menganggap sahabat dina anaknya juga.


" jadi gimana teh? ada yang mau teteh jelaskan ? " ibu langsung berbicara ketika azkal sudah masuk kamar dan rina sudah mendekat.


" bu, apa gak apa - apa aku berada disini ? " rina merasa tak enak hati, karena ikut campur urusan keluarga sahabat nya.


" emang kamu gak penasaran siapa laki-laki yang membuat sahabat mu , sampai mengurung diri dikamar . " jawab ibu dina.


" penasaran juga bu, tapi kalo anak ibu tidak mau terus terang bagaimana bu ? " sindir rina. sebenarnya rina masih kesal pada kedua sahabat nya karena dina mau pun shela tak ada yang mau terbuka terhadap nya.


" rina, maafin aku rin ? bukan maksudku menyembunyikan semua ini dari kamu, atau pun keluarga ku. tapi aku hanya tidak mau mengingat masa laluku , karena aku sudah mengubur dalam - dalam kisah masa laluku. " dina menjelaskan dengan memegang tangan rina.


" sudah lah din, simpan saja rahasia mu sampai nanti kamu benar-benar kehilangan azkal. " ucap rina dengan melepaskan tangan dina.


" rina, sebaik nya kita dengarkan dulu alasan teteh sebelum kita mengambil keputusan. " ibu mengingat rina agar rina bisa mendengar kan alasan dina terlebih dulu.


" rin, bukan ibu membela dina anak ibu. tapi ibu hanya tidak mau kamu malah bertengkar dengan dina, gara-gara masalah ini. " ibu menjelaskan agar tak terjadi salah faham antara rina dan dina.


" kasih dina kesempatan untuk menjelaskan sebelum kita mengambil kesimpulan. "

__ADS_1


" ibu,rina , sebenarnya laki - laki yang datang dengan shela itu,,,,,, ayah dari anakku.


bersambung


__ADS_2