
" kalo kamu menginginkan azkal , papi akan bantu . dengan syarat , tinggal kan perempuan itu ! " ujar Arya penuh dengan penekanan .
mendengar ucapan Arya , dina langsung melepaskan pegangan tangan nya pada arfan , lalu mengambil azkal dari gendongan arfan dengan menggendongnya . " jangan harap anda bisa mengambil anakku , mungkin anda punya segalanya untuk mencapai apa yang Anda inginkan . tapi ingat satu hal , jika anda berani memisahkan aku dengan anakku , jangan salah kan aku , jika aku pun akan berbuat hal sama dengan apa yang Anda lakukan terhadapku . Anda pasti tahu betul , bagaimana kekuatan seorang ibu jika terkait tentang anaknya . silahkan suruh anak tuan Arya , menjauh dari kami . karena kami sebelumnya sudah sangat bahagia sebelu bertemu dengan nya . dan untuk kamu arfan , menjauhlah dari hidup ku dan azkal jika kamu ingin melihat ku bahagia . " ucap dina sebelum keluar dari rumah arfan .
dina akan sangat marah , jika ada yang berniat untuk memisahkan nya dengan azkal anaknya , meskipun mereka kedua orang tua arfan , sungguh dina tidak memperdulikan nya .
sampai kapan pun dina tidak akan melepaskan azkal , dia akan sanggup jika harus merelakan cinta nya , tapi dina akan hancur jika harus berpisah lagi dengan azkal .
arfan mulai mengeluarkan suaranya , setelah kepergian dina dengan menghendong anaknya.
" aku tidak butuh bantuan papi untuk merebut anakku dari ibunya , karena yang aku ingin kan bukan hanya anakku , tapi juga mamah dari anakku . satu lagi yang harus papi ingat ! jika dina tidak mau menerima ku lagi gara-gara papi , aku tidak akan menganggap papi sebagai orang tua ku lagi . " ujar arfan , kemudian pergi mengejar dina yang sudah lebih dulu pergi dari rumah nya .
__ADS_1
" dasar keras kepala . " teriak Arya , setelah arfan sudah pergi .
fanny benar-benar tak habis pikir , dengan suaminya . " bukan nya keras kepala nya , nurunin sifat papi . " ujar nya , kemudian fanny melangkah kan kakinya menuju kamarnya .
cek lek
Arya langsung mengejar istri nya masuk ke dalam kamarnya dan ikut duduk dengan istrinya . " mami ko tadi diam aja sih , bukan nya bantu bicara agar tuh anak mau menjauhi perempuan itu . " padahal Arya berharap istrinya ikut bicara , agar lebih mudah untuk membujuk anaknya.
" kenapa papi kekeh banget sih , supaya arfan menjauhi dina ? arfan itu sudah dewasa pi , dia juga sekarang sudah punya anak dari dina pi . harusnya sebagai orang tua , kita mengajarkan arfan untuk bertanggung jawab dengan yang telah diperbuatnya . apa papi tega melihat arfan seperti mayat hidup kaya dulu ? " fanny mencoba berbicara dengan Arya agar mengubah keputusan nya .
fanny bercerita dengan tatapan lurus ke depan , tanpa melihat wajah suaminya .
__ADS_1
" papi tahu , apa yang di ucapkan arfan setiap malam , saat dia masih duduk di kursi roda nya . " mata fanny mulai berkaca - kaca saat sedang bercerita .
" minta maaf , hanya ucapan itu yang keluar dari mulut arfan anak kita . selama 4 tahun juga, arfan selalu berucap minta maaf dalam kesendirian nya . setiap malam, saat di malam hari yang arfan ucapkan hanya meminta maaf pada dina , saat siang hari dia hanya mengurung diri di kamar nya . "
fanny menceritakan apa yang dialami arfan , karena fanny lah yang menjadi saksi bagaimana rapuhnya arfan saat mengalami kelumpuhan . arfan rapuh , bukan karena lumpuh , arfan menjadi rapuh , tapi karena rasa bersalah yang membuat arfan rapuh .
" papi tahu bagaimana hancur nya hati mami saat melihat keadaan anak kita waktu itu ? hancur berkeping-keping . mami juga dulu selalu berdoa buat arfan , agar arfan segera dipertemukan dengan perempuan yang membuat arfan hidup dengan rasa bersalah nya . jadi mami mohon sama papi , untuk tidak menghalangi kebahagiaan anak kita pih , karena kebahagiaan anak kita hanya bersama dina pih . " fanny bercerita dengan deraian air mata .
" tapi mih , dia itu perempuan nakal . "
" cukup pih ! mami sungguh tak perduli , seperti apa sikap dina dulu . karena yang mami perdulikan saat ini , kebahagiaan anakku . " ujar fanny , kemudian berlalu ke kamar mandi .
__ADS_1
Arya masih duduk diam di sofa meratapi setiap ucapan istrinya . " apa aku salah ? karena telah menghalangi kebahagiaan anakku . bagaimana jika ucapan syiam itu benar , kalo perempuan itu emang gak bener ? "
Bersambung